Penerimaan Baznas Jateng Capai Rp 80 Miliar, Akan Dimaksimalkan untuk Tangani Kemiskinan

Kompas.com - 08/09/2023, 17:37 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana berkomitmen melanjutkan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) Jateng yang sudah dilakukan.

Sebab, menurut Nana, apa yang dilakukan selama ini sudah luar biasa, tinggal memaksimalkan kinerja di sejumlah daerah.

"Apa yang dilakukan Baznas Jateng selama ini sudah luar biasa, berjalan sangat baik. Koordinasi dengan Pemprov dan pemerintah daerah (pemda) juga sangat baik," katanya.

Dia mengatakan itu saat menerima kunjungan Ketua Baznas RI Noor Achmad di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (8/9/2023).

"Baznas ini kan lebih dekat dengan masalah kemanusiaan. Kami akan maksimalkan juga untuk upaya penanganan kemiskinan di Jateng," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Pastikan Stok Beras Aman, Bulog Jateng Bakal Gelontorkan Bantuan Pangan dan Lakukan Operasi Pasar

Adapun penerimaan Baznas Jateng dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. 

Pada 2021, total penerimaan Baznas Jateng mencapai Rp 57,2 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp 82,5 miliar pada 2022. 

Pada 2023, penerimaan Baznas Jateng sudah mencapai hampir Rp 80 miliar dari target Rp 100 miliar. 

Jumlah itu belum ditambah penerimaan dari 35 kabupaten/kota di Jateng.

Sementara itu, Ketua Baznas Jateng Ahmad Daroji mengatakan, pihaknya akan mendorong Baznas untuk berkontribusi menangani kemiskinan.

Dia menyebutkan, program Baznas Jateng yang berkaitan dengan tasyaruf berjalan baik, bahkan menjadi percontohan di tingkat nasional. 

Baca juga: Hari Pertama Gantikan Ganjar, Nana Sudjana Rapat soal Pemilu Damai dan Penanganan Kekeringan di Jateng

Salah Satu contoh keunggulan Baznas Jateng adalah penerima atau mustahik yang menjadi prioritas berasal dari kelompok miskin atau miskin ekstrem, baik berupa bantuan konsumtif maupun produktif.

"Kami dorong, khususnya juga dalam rangka untuk membantu masyarakat, dan khususnya lagi untuk penanganan kemiskinan ekstrem," ungkapnya.

Achmad menambahkan, potensi Baznas Jateng sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi.

Pasalnya, kata dia, masih ada beberapa kabupaten/kota dengan penerimaan Baznas belum maksimal.

"Di Jateng ini kalau kita lihat potensinya lebih dari Rp 20 triliun, seluruh Jateng. Tetapi, kami juga tidak boleh asal-asalan. Kami kaji betul mana yang paling mungkin terlebih dulu," katanya.

Baca juga: Pemprov Jateng Kerja Keras Turunkan Angka Stunting di Bawah 14 Persen

Ahmad juga mengapresiasi kinerja Baznas Jateng yang luar biasa, bahkan menjadi nomor satu di Indonesia jika dinilai dari jumlah penarikan zakat.

"Oleh karena itu, kami dorong bersama Bapak Pj Gubernur Jateng untuk bisa meningkatkan kenomorsatuan itu," katanya.

Terkini Lainnya
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com