Jadi Juara Umum Peparnas 2024, Kontingen Jawa Tengah Dapat Bonus Setara Atlet PON

Kompas.com - 13/10/2024, 09:21 WIB
Sheila Respati

Penulis

KOMPAS.com – Pekan Paralimpiade Nasional ( Peparnas) XVII 2024 tengah berlangsung di Solo Raya, Jawa Tengah. Pada Sabtu (12/10/2024), kontingen Jawa Tengah tercatat telah memperoleh 406 medali yang terdiri dari 161 medali emas, 121 perak, dan 124 perunggu.

Dengan jumlah perolehan medali tersebut, kontingen Jawa Tengah menjadi juara umum pada perhelatan yang akan mencapai puncaknya pada Minggu, (13/10/2024).

Menanggapi prestasi tersebut Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan memberi apresiasi berupa yang nilainya setara dengan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

“Rinciannya, peraih medali emas akan meraih masing-masing Rp 250 juta, perak Rp 125 juta, dan perunggu Rp 62,5 juta. Jadi, tidak ada perbedaan antara bonus atlet PON dan Peparnas,” ujarnya usai mengikuti acara Farewell Dinner Peparnas XVII di Keraton Kasunanan Surakarta, Sabtu.

Pada kesempatan tersebut, Nana juga menyampaikan ucapan selamat serta terima kasih atas upaya para atlet mencapai kemenangan.

Baca juga: Beda dari Edisi-edisi Sebelumnya, Ini 3 Keistimewaan Peparnas 2024 di Surakarta

“Saya apresiasi kontingen Jawa Tengah yang selama seminggu berjibaku dan membuahkan hasil Jawa Tengah menjadi juara umum sesuai target kami,” lanjut Nana.

Tak lupa, Nana pun berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mempercayakan pelaksanaan Peparnas 2024 di Solo Raya. Menurutnya, terpilihnya Jawa Tengah sebagai tuan rumah Peparnas 2024 tidak hanya membuat provinsi yang dipimpinnya tersebut bangga, tetapi juga menumbuhkan perekonomian warga.

Hal ini terbukti dengan penuhnya okupansi kamar hotel selama penyelenggaraan Peparnas 2024 serta menggeliatnya usaha mikro kecil dan menengah. Pelaku usaha di sektor transportasi pun ikut mendulang rezeki.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan bakat atlet. DOK. Pemprov Jateng Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan bakat atlet.

Nana kemudian juga mengapresiasi panitia pusat dan daerah, official, dan sukarelawan yang telah memastikan pelaksanaan Peparnas 2024 berjalan baik.

Ketua Pelaksana Peparnas XVII DB Susanto pun membalasnya dengan menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Pj Gubernur Jawa Tengah.

Baca juga: Bibit-bibit Atlet Para Bulutangkis Bermunculan di Peparnas 2024

“Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaan, akan kami evaluasi untuk perbaikan kedepan,” kata dia. Menurut Susanto, penyelenggaraan Peparnas ini sebagai wujud kehadiran negara untuk menjajarkan olahraga, yang tidak hanya untuk nondisabilitas, tapi juga untuk penyandang disabilitas yang sama-sama bisa meraih prestasi,” katanya.

Prestasi di Peparnas 2024 juga akan menjadi motivasi bagi Jawa Tengah untuk terus mengembangkan bakat-bakat atlet muda. Harapannya, para atlet pun dapat berkiprah di panggung internasional.

Terkini Lainnya
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Tanah Longsor di Banjarnegara, Gubernur Jateng Pastikan 886 Warga Aman di Hunian Sementara

Tanah Longsor di Banjarnegara, Gubernur Jateng Pastikan 886 Warga Aman di Hunian Sementara

Jateng Gayeng
Borobudur Marathon Naik Kelas, Jawa Tengah Bidik Ikon Marathon Dunia

Borobudur Marathon Naik Kelas, Jawa Tengah Bidik Ikon Marathon Dunia

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com