Pj Gubernur Jateng Harap Panen Jagung di Grobogan Tingkatkan Produksi dan Kendalikan Inflasi

Kompas.com - 14/01/2025, 16:21 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana berharap panen raya jagung di Kabupaten Grobogan dapat menjadi motivasi untuk mencapai swasembada pangan dan menjaga laju inflasi.

"Saya harap ini menjadi motivasi dan pendorong kita untuk lebih baik. Saya minta sinergitas dan keterpaduan pemerintah, petani, dan pengusaha terus ditingkatkan, agar produktivitas tanaman pangan seperti jagung meningkat," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (14/1/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Nana saat melakukan panen raya jagung bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di lahan seluas 578 hektar (ha) di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa.

Baca juga: Fakta Kasus Ibu Guru di Grobogan yang Paksa Murid SMP Berhubungan Badan

Ia mengungkapkan, produktivitas lahan yang ditanami jagung tersebut mencapai 8 hingga 10 ton per ha. Dengan demikian, total produksi bisa mencapai 4.624 hingga 5.780 ton.

Di Kabupaten Grobogan, sebut Nana, terdapat 13 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang mengelola lahan seluas 3.950 ha.

Kelompok usaha tersebut mendapat dukungan modal dari PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Purwodadi (Perseroda). Modal ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam (SDA).

Baca juga: Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam: Wajib Simpan Minimal Setahun, Eksportir Tidak Akan Dirugikan

"Ini juga berkaitan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. Beliau menyampaikan untuk menghentikan impor beberapa komoditas pangan, seperti beras, jagung, garam, dan gula. Tambahan produksi ini memperkuat Jateng sebagai salah satu provinsi lumbung pangan, berupa padi dan jagung," kata Nana.

Hasil panen ditampung oleh industri 

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana dalam kegiatan panen raya jagung bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di lahan seluas 578 hektar (ha) di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa.DOK. Humas Pemprov Jateng Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana dalam kegiatan panen raya jagung bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di lahan seluas 578 hektar (ha) di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa.

Pada kesempatan tersebut, Nana mengungkapkan bahwa hasil panen jagung tersebut langsung ditampung oleh industri, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Mulia Harvest Agritech, PT CJ Feed and Care, dan PT Malindo Feedmill, dengan nilai Rp 20,49 miliar.

Panen raya jagung ini, kata dia, merupakan tindak lanjut dari program New Food Supply Chain pada komoditas beras, jagung, dan cabai, yang telah dikukuhkan pada 1 November 2024 dalam acara Jateng Inspiring Economic Effort Award.

Program tersebut diharapkan menjadi solusi bagi petani, industri, dan masyarakat. Bagi petani, program ini akan membantu mendapatkan kepastian pasar dan harga.

Baca juga: Ini Hasil Kesepakatan Petani dan Pansus Tata Niaga soal Harga Singkong di Lampung

Sementara bagi pengusaha dan masyarakat, akan mendapatkan kepastian pasokan dan harga komoditas yang terjangkau karena rantai distribusinya yang pendek. Dengan harga yang terjangkau, pemerintah dapat mengendalikan angka inflasi.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana dalam kegiatan panen raya jagung bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di lahan seluas 578 hektar (ha) di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa.DOK. Humas Pemprov Jateng Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana dalam kegiatan panen raya jagung bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di lahan seluas 578 hektar (ha) di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menambahkan, penanaman jagung oleh petani dilakukan dengan sistem methuk.

Jadi sebelum dipanen, kata dia, petani sudah menanam bibit baru sehingga masa panennya bisa lebih banyak.

Baca juga: Ada Bibit Siklon Tropis 97S, Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat Sepanjang 12-16 Januari 2025

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan dan PT BPR BKK Purwodadi berkomitmen mendampingi sektor pertanian hulu-hilir, dari tanam sampai penjualan," imbuh Sri.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com