Pemprov Jateng Bantu Rumah Gratis untuk 98 KK Terdampak Rob di Pekalongan

Kompas.com - 03/10/2024, 20:37 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebanyak 98 kepala keluarga (KK) Dusun Semonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan rumah gratis akibat tempat tinggalnya terdampak air pasang ( rob). 

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana berharap, bantuan rumah tersebut bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. 

"Semuanya saling bersinergi dalam rangka untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak," katanya saat mengecek langsung progres pembangunan bantuan rumah, Kamis (3/10/2024). 

Nana menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng berkomitmen melayani dan meningkatkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Dia menjelaskan, saat ini, progres pembangunan rumah sudah mencapai 80. Diperkirakan, warga bisa menempati rumah-rumah tersebut pada akhir 2024. 

“Rumah yang terbangun sudah memenuhi syarat rumah sederhana sehat,” ungkapnya dalam siaran pers. 

Baca juga: Pj Nana Resmikan Pabrik Samator, Sebut Bisa Turunkan Kemiskinan dan Pengangguran di Jateng

Spesifikasi bantuan rumah gratis itu seluas 40 meter persegi (m2), dengan ruang tamu, dua kamar tidur, dan satu toilet. Konstruksi rumah yang dibangun pun tahan gempa. 

Relokasi itu dilakukan mengingat ada 100 KK yang rumahnya terdampak banjir rob

Bahkan, jalan dan jembatan yang menjadi akses kampung juga terdampak. Tak pelak, masyarakat harus direlokasi. 

Nana mengatakan, rumah yang dibangun seharusnya untuk 100 KK. Namun, 2 KK meninggal dunia tanpa ahli waris sehingga  maka rumah yang dibangun diperuntukkan bagi 98 KK. 

Pembangunan rumah-rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan banyak pihak. 

Rinciannya Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jateng membangun sebanyak 64 unit, masing-masing unit dianggarkan Rp 40 juta. 

Pembangunan tersebut dibantu biaya tukang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dengan dana Rp 15 juta per unit. 

Baca juga: Jateng Bagian Tengah dan Selatan Masuki Musim Penghujan, Pantura Panas

Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyediakan rumah 32 unit, sanitasi, drainase, dan air minum dengan total anggaran Rp 5,9 miliar dari dari Dana Alokasi Khusus (DAK). 

Lalu, Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) membangun dua unit. 

Pemkab Pekalongan juga memfasilitasi penyediaan dan pematangan lahan komunitas. 

Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jateng dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyediakan sambungan listrik untuk seluruh rumah, sedangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) menyediakan sertifikasi lahan. 

Salah seorang penerima bantuan, Sukini, mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut. 

Dia menyebutkan, sejak beberapa tahun terakhir, rob yang melanda Dusun Semonet semakin tinggi. 

Rumahnya pun tidak mungkin lagi ditinggali dan dia terpaksa mengontrak rumah dalam empat tahun terakhir. 

Baca juga: Marak Gangster di Semarang, Polda Jateng Gelar Operasi Besar

“Kami semua warga Semonet senang sekali mendapat rumah ini," ucapnya. 

Sukini pun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. Apalagi, seluruh warga yang direlokasi mendapatkan rumah secara gratis. 

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com