Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Kompas.com - 02/12/2025, 10:21 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah untuk kategori Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Terbaik pada tingkat provinsi dengan fiskal tinggi.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam Malam Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (1/12/2025). Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolaboratif dinas kesehatan (dinkes) provinsi dan kabupaten/kota se-Jateng dalam melaksanakan program Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Melalui program Speling yang digagas Luthfi, layanan kesehatan Pemprov Jateng mampu menjangkau masyarakat hingga ke seluruh desa di Jateng.

Baca juga: Wamenkes Puji Program Speling Pemprov Jateng, Usulkan ke Presiden Jadi Program Nasional

Sejak diluncurkan pada Maret hingga 30 November 2025, program Speling telah menjangkau 80.775 jiwa di 790 desa/kelurahan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng.

Mereka telah memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan mencakup skrining tuberkulosis (TBC), antenatal care (ANC) ibu hamil, kesehatan jiwa, tekanan darah, gula darah, periksa payudara klinis (sadanis), dan kanker serviks.

Dalam pelaksanaannya, program Speling Pemprov Jateng diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis ( CKG) yang diinisiasi pemerintah pusat.

Strategi tersebut mendorong capaian CKG di Jateng hingga berhasil menyentuh 12,4 juta jiwa per 30 November 2025, tertinggi secara nasional.

Baca juga: Hasil CKG, Kemenkes: 96 Persen Peserta Dewasa Kurang Aktivitas Fisik

"Sudah 790 desa yang disasar oleh dokter-dokter spesialis kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara gratis. Ini sesuai dengan program Presiden RI Prabowo Subianto untuk pelayanan kesehatan gratis," ujar Luthfi dalam keterangan resminya, Selasa (2/12/2025).

Untuk menyukseskan program Speling, Luthfi menggandeng sejumlah rumah sakit milik Pemprov Jateng dan kabupaten/kota, termasuk rumah sakit milik pemerintah pusat dan swasta yang ada di Jateng.

Para dokter spesialis dari berbagai rumah sakit tersebut dikoordinasikan dan diberangkatkan bersama mobil Speling menuju desa-desa yang menjadi target program ini, khususnya yang berada di daerah terpencil.

"Secara simultan akan berputar terus sehingga tidak ada masyarakat desa terpencil kami yang tidak tersentuh program Speling,” tegas Luthfi.

Baca juga: Tinjau Layanan Dokter Speling di Brebes, Gubernur Jateng Tekankan Pemerataan Kesehatan

Pasalnya, lanjut dia, sektor kesehatan merupakan salah satu faktor terpenting untuk mereduksi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jateng.

Oleh karena itu, Luthfi akan terus meningkatkan program Speling karena dalam program ini terdapat pula transfer ilmu yang bermanfaat dari dokter spesialis kepada dokter-dokter umum di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Dasar penilaian kinerja layanan kesehatan Jateng

Malam Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (1/12/2025)Dok. Pemprov Jateng Malam Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (1/12/2025)

General Manager Pusat Data dan Analisis Tempo sekaligus perwakilan dewan juri dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah, Khairul Anam, menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih Pemprov Jateng telah dinilai berdasarkan data-data di lapangan.

Data tersebut mencakup capaian CKG dengan bobot 30 persen, data Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) 20 persen, data Integrasi Layanan Primer (ILP) 20 persen, data pos pelayanan terpadu (posyandu) siklus hidup aktif 10 persen, data Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK) 10 persen, dan data kelengkapan alat kesehatan 10 persen.

Berdasarkan data yang diperoleh, Provinsi Jateng dinilai telah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan sebesar 87,49 persen, serta layanan CKG mencapai 96,91 persen.

Selain itu, sebanyak 99,79 persen puskesmas memiliki otonomi pengelola keuangan dan menerapkan layanan primer terintegrasi berbasis kluster melebihi rata-rata 85,32 persen dan 90,91 persen.

Baca juga: Psikolog Klinis di Puskesmas jadi Penolong Awal Masalah Mental

"Data ini diambil atau di-support oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," kata Khairul.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, kegiatan pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah (pemda) tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun.

Penghargaan ini diberikan sebagai upaya membentuk iklim yang kompetitif dan memotivasi kinerja antardaerah.

"Kalau tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya kami berikan penghargaan dalam bentuk trofi dan sertifikat, saya berpikir ini tidak cukup. Tahun depan Kemendagri ada anggaran yang akan digunakan untuk pemberian reward (penghargaan)," ucap Tito.

Baca juga: Para Bupati Tak Sanggup Atasi Banjir, Kemendagri Pastikan Pemerintah Pusat Ambil Alih

Terkini Lainnya
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi

Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi "Magnet" Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,37 Persen

Jateng Gayeng
Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Jateng Gayeng
Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com