Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Kompas.com - 01/12/2025, 12:04 WIB
I Jalaludin S,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Optimisme publik merupakan modal penting bagi pemerintah dalam mempercepat pembangunan, tak terkecuali dengan pemerintah daerah (pemda).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) termasuk salah satu yang punya bekal optimisme publik untuk mempercepat kinerja pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut tergambar dalam Survei Teropong Provinsi Jawa Tengah: Riset Strategi Komunikasi Humas Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang dilakukan Litbang Kompas pada 4–10 Oktober 2025.

Hasil survei menunjukkan, 73,2 persen masyarakat Jateng optimistis provinsinya  akan berkembang ke arah yang lebih baik di bawah kepemimpinan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. 

Sementara itu, 74,5 persen warga menyatakan yakin pada kemampuan gubernur menjalankan visi pembangunan daerah.

Baca juga: Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Dalam konteks penilaian terhadap Citra Gubernur, hasil survei menunjukkan 77,1 persen responden menilai citra Gubernur baik, dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja 58,4 persen. 

Temuan tersebut menegaskan bahwa Pemprov Jateng memiliki dukungan sosial yang kuat untuk melanjutkan agenda prioritas.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, keberhasilan program-program Pemprov Jateng membutuhkan partisipasi masyarakat. 

“Pemerintah dan masyarakat merupakan tim, sehingga perlu bergandengan tangan untuk bekerja sama-sama,” ungkapnya melansir jatengprov.go.id, Kamis (20/2/2025).

Momentum untuk akselerasi kinerja

Di tengah dinamika pembangunan yang tak menentu, persepsi positif publik menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan strategis.

Baca juga: Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Dalam Survei Teropong Provinsi Jawa Tengah: Kajian Sosialisasi dan Efektivitas Program Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mayoritas responden menilai program strategis Pemprov Jateng penting dan relevan untuk dilaksanakan.

Data menunjukkan 72,8 persen responden tertarik dan ingin terlibat dalam program strategis Pemprov Jateng. Program di bidang kesehatan menjadi program yang paling menarik minat masyarakat Jateng dengan 93,6 persen menyatakan tertarik, disusul Rumah Layak Huni dengan 89,3 persen.

Sementara itu, 81,5 persen menilai program strategis pemerintah memiliki urgensi tinggi untuk diimplementasikan. 

Program strategis yang dianggap paling penting saat ini adalah Pelayanan kesehatan paripurna, Perumahan dan Infrastruktur layak huni serta dan Kemandirian dan ketahanan Desa.

Lebih lanjut, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program strategis mencapai 64,6 persen. Program Rumah Layak Huni menjadi yang paling memuaskan dengan capaian 76,7 persen. 

Baca juga: Malaysia-China Siap Investasi Rp 62,3 T di Jateng, Tertarik Tenaga Kerja yang Kompetitif

Capaian itu menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap kinerja Pemprov Jateng sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas dan memperkuat komunikasi publik secara lebih luas.

Namun, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar, yakni menyosialisasikan program strategis kepada masyarakat. Survei membuktikan, rata-rata tingkat pengenalan publik terhadap program strategis baru mencapai 48,8 persen.  

Sebagai contoh, program Kerja Pelayanan Kesehatan dikenal oleh 77,1 persen responden, sedangkan program Pemberdayaan Pemuda dan Ketenagakerjaan hanya dikenal 35,1 persen responden.

Persentase itu menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memahami capaian dan bentuk implementasi program pemerintah.  

Meningkatkan pemahaman publik

Dengan dukungan publik yang kuat, Pemprov Jateng perlu semakin memperkuat strategi komunikasi agar program prioritas dapat dikenal lebih luas.

Baca juga: Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan kanal digital dan media sosial pemerintah untuk kampanye program, edukasi publik, serta agenda penjelasan kebijakan (agenda setting).

Kehadiran figur Ahmad Luthfi sebagai Gubernur Jateng juga perlu diperkuat melalui pertemuan langsung, kunjungan lapangan, serta eksposur media sebagai pemimpin yang mengayomi masyarakat.

Hal itu pun sejalan dengan pernyataan Ahmad Luthfi dalam sebuah acara di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Dia menyampaikan, pemimpin harus melayani dan membangun kepercayaan masyarakat, salah satunya dengan menerima aspirasi dari semua kalangan.

“Semua keluh kesah masyarakat kita layani. Pengaduan langsung juga bisa ke kantor, karena Kantor Gubernur merupakan rumah rakyat, siapa pun boleh datang,” jelasnya.

Baca juga: Aturan Perumusan Upah Belum Diterbitkan, Buruh Jateng Tegaskan Minta Kenaikan UMP Jadi Rp 2,3 Juta

Ke depan, tantangan bagi Pemprov Jateng adalah memastikan setiap pembangunan memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Modal berupa kepercayaan publik perlu dijaga melalui peningkatan kualitas pelayanan, transparansi kinerja, dan komunikasi publik yang efektif serta berkelanjutan.

Dengan kombinasi tersebut, Jateng berpeluang mempercepat pembangunan dan memperkuat fondasi pelayanan yang semakin inklusif dan responsif.

Adapun survei Libang Kompas.com Survei Teropong Provinsi Jawa Tengah: Riset Strategi Komunikasi Humas Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah dikerjakan dengan teknik sampel multistage random sampling.

Penelitian ini dilakukan dengan dan instrumen kuesioner F2F terhadap 613 responden serta memiliki margin of error ± 3,94 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei itu digelar di wilayah Jateng kepada masyarakat berusia 17-60 tahun yang terdiri dari kelompok sosial ekonomi bawah, menengah bawah, menengah atas, dan atas, serta kelompok pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. 

Baca juga: 49 Ribu ASN Wajib Bersarung, Pemprov Jateng Hitung Perputaran Uang Capai Rp 14,9 Miliar

Sementara itu, Survei Teropong Provinsi Jawa Tengah: Kajian Sosialisasi dan Efektivitas Program Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak 610 responden dengan kriteria yang sama.

Survei ini digelar teknik sampel multistage random sampling pada 13-18 Oktober 2025 dengan margin of error ± 3,94 persen, sedangkan tingkat kepercayaan 95 persen.

Terkini Lainnya
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Tanah Longsor di Banjarnegara, Gubernur Jateng Pastikan 886 Warga Aman di Hunian Sementara

Tanah Longsor di Banjarnegara, Gubernur Jateng Pastikan 886 Warga Aman di Hunian Sementara

Jateng Gayeng
Borobudur Marathon Naik Kelas, Jawa Tengah Bidik Ikon Marathon Dunia

Borobudur Marathon Naik Kelas, Jawa Tengah Bidik Ikon Marathon Dunia

Jateng Gayeng
Borobudur Marathon 2025 Diikuti 11.500 Peserta, Perputaran Ekonomi Diprediksi Meningkat

Borobudur Marathon 2025 Diikuti 11.500 Peserta, Perputaran Ekonomi Diprediksi Meningkat

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com