Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Kompas.com - 30/01/2026, 15:34 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak cepat memastikan penanganan “paripurna” bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Ia turun langsung meninjau perkembangan pemulihan pascabencana pada Jumat (30/1/2026).

Dalam kunjungannya, Luthfi menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh setengah-setengah dan harus menyasar kebutuhan mendasar warga hingga kondisi benar-benar pulih, baik secara sosial maupun ekonomi.

“Hari ini kami memastikan penanganan masyarakat terdampak sudah clear dan paripurna,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi usai memberikan arahan di Kantor Kecamatan Pulosari sekaligus meninjau langsung lokasi bencana di Desa Penakir.

Ia memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan terpadu, mulai dari pengungsian, pendidikan, hunian sementara dan hunian tetap, layanan kesehatan, hingga perbaikan sarana dan prasarana.

Baca juga: Jembatan Darurat Imbas Banjir Bandang di Pemalang dan Purbalingga

Luthfi memaparkan, di Kecamatan Pulosari tercatat sebanyak 813 kepala keluarga (KK) atau 2.777 jiwa terdampak dan mengungsi. Selain itu, terdapat sekitar 80 rumah rusak, 78 bidang lahan terdampak, serta belasan jembatan mengalami kerusakan.

"Masyarakat yang betul-betul terdampak terbantu secara maksimal dan tentu yang paling penting adalah memikirkan ke depan bagaimana," jelasnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Luthfi menekankan pentingnya pendataan warga terdampak secara by name by address. Dengan data yang akurat, bantuan diharapkan mampu memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Ia juga meminta jajarannya mendata kerusakan aset warga, termasuk barang berharga, hewan ternak, dan lahan pertanian. Khusus lahan pertanian yang terdampak banjir, Luthfi memastikan akan diajukan klaim asuransi guna meringankan beban petani.

Baca juga: Komplotan Pengutil Beraksi di Hari Jadi Pemalang, Curi Puluhan HP dan Uang Jutaan

Di bidang pendidikan, Luthfi telah menginstruksikan dinas terkait untuk menyiapkan tempat belajar sementara bagi anak-anak terdampak.

Guru-guru yang kompeten juga diterjunkan untuk mendampingi proses belajar di lokasi pengungsian.

Sementara di bidang kesehatan, ia meminta agar pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin. Jika ditemukan kondisi darurat, warga diminta segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Luthfi menegaskan, penanganan pascabencana di Pemalang sejak awal dilakukan secara komprehensif dan holistik, menyusul penetapan status darurat bencana oleh Bupati Pemalang sejak hari pertama kejadian.

Baca juga: Pakar Lingkungan: Cuaca Ekstrem Hanya Kambing Hitam Gagalnya Mitigasi Bencana di Jateng

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta pemangku kepentingan terkait, baik di tingkat provinsi, kabupaten, hingga pemerintah pusat, telah dikerahkan sesuai dengan bidang dan kewenangan masing-masing.

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com