Ganjar Pranowo Terharu Dengar Kisah Alumni SMKN Jateng yang Berhasil Bangun Rumah hingga Sekolahkan Keluarga

Kompas.com - 02/08/2023, 15:40 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengaku sangat terharu mendengar kisah dari para alumni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jateng yang menjadi tamunya. 

Ganjar menerima tiga alumni SMKN Jateng yang sengaja datang ke rumah dinas untuk bersilaturahmi beberapa waktu lalu.

“Saya terharu sebenarnya, melihat anak-anak yang semangatnya luar biasa dengan background keluarga yang tidak mampu semuanya. Bahkan tidak harapan pada saat itu, apakah bisa bersekolah atau tidak,” katanya dalam siaran pers, Rabu (2/8/2023). 

Dengan mata berkaca-kaca, Ganjar mendengarkan kisah dari Dhimas Taufiq Widyanto, Rafli Saputro, dan Nanda Fatih Rizki Nasirudin. 

Ganjar menuturkan, keberhasilan para alumni SMKN Jateng tak lepas dari peran para guru hebat yang mendampingi saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). 

Baca juga: Sekolah Negeri di Jateng Dilarang Tahan Ijazah, Ganjar: Kalau Ada, Saya Pastikan Beres Besok Pagi

Para guru tersebut tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga akses agar murid-muridnya bisa melanjutkan ke pendidikan ke SMKN Jateng.

“Akhirnya mereka memilih di SMKN Jateng, saya bangga betul. Satu sudah kerja empat tahun di Jepang, satu jadi (anggota) Korps Brigade Mobile (Brimob) tadi, yang satu kerja di PT Kereta Api Indonesia (KAI)," tutur Ganjar.

Ganjar mengatakan, para siswa SMKN Jateng mempunyai background keluarga yang berbeda-beda. Namun, mayoritas adalah anak yatim.

“Yang ingin selalu saya dapatkan setelah kamu lulus seperti ini, apa yang akan kamu lakukan terhadap kedua orangtuamu atau keluargamu,” jelasnya kepada mereka.

Ganjar mengaku kagum dengan budi pekerti alumni SMKN Jateng yang sangat berbakti kepada orangtuanya. 

Baca juga: Kawal UMKM asal Daerahnya, Ganjar Buka Jateng Expo dalam Kunjungan di Banjarmasin

Pasalnya, ketiga alumni SMKN Jateng itu berhasil mengangkat derajat keluarganya. 

Ada alumnus yang bisa menyekolahkan adiknya, membiayai kebutuhan keluarga, bahkan ada yang sudah bisa membangunkan rumah untuk orangtuanya.

“Semua mengabdi kepada keluarganya dengan sangat luar biasa. Ibu enggak usah kerja lagi saya yang membiayai, saya buatkan rumah,” ujarnya menceritakan kisah mereka. 

Ganjar juga mengatakan, salah satu anak ada yang memberikan modal usaha untuk ibunya sehingga bisa bekerja dari rumah.

“Semua menceritakan pengalaman seperti itu sehingga budi pekertinya tampak sekali, kuat sekali. Tidak hanya soal sains dan ilmu pengetahuan, dan sangu untuk masa depannya, tetapi bagaimana kemudian mereka bertanggung jawab kepada keluarganya,” ujarnya.

Adapun ketiga alumni SMKN Jateng datang untuk berterima kasih secara langsung kepada Ganjar yang telah menginisiasi berdirinya SMKN Jateng dan mengubah hidup mereka.

Baca juga: Ganjar Bakal Perbaiki Program Jokowi yang Belum Baik, Salah Satunya Penegakan Hukum

Tiga alumni dari angkatan lulusan yang berbeda-beda tersebut juga menceritakan pengalaman mereka, mulai dari pertama mendaftar ke SMKN Jateng, pengalaman sekolah di SMKN Jateng, hingga cerita ketika diterima bekerja setelah lulus dari SMKN Jateng dan membahagiakan keluarga.

Pendirian SMKN Jateng

Ganjar menambahkan, ide awal pendirian sekolah gratis berkonsep asrama tersebut berasal dari perjalanan hidupnya. 

Seperti para siswa SMKN Jateng di atas, Ganjar mengaku juga berasal dari keluarga tidak mampu.

“Simpel saja, waktu itu saya melihat banyak kemiskinan. Kemudian, kita butuh lembaga belajar yang bisa membuat siswa keluar langsung kerja,” kata gubernur dua periode itu. 

Baca juga: Pakai Baju Hijau Bertuliskan Indonesia, Ganjar Hadiri Acara Ngopi Bareng Purnawirawan TNI/Polri

Oleh karenanya, kata dia, lembaga pendidikan tersebut harus disiplin dan bagus sehingga beberapa SMK diganti menjadi boarding school dan mendapat anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

“Memang spirit saya satu waktu itu saya berkaca pada diri saya sendiri. Saya dulu sekolah enggak mudah, kemudian orangtua enggak mampu, serba repot,” terangnya.

Dari pengalaman pribadi itu, Ganjar kemudian menginisiasi sekolah gratis yang diperuntukan bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin. 

Dia berharap, setelah lulus dari SMKN Jateng para siswa bisa mengangkat derajat keluarganya dan menurunkan tingkat kemiskinan di Jateng.

“Tadi ada yang mengatakan kami enggak punya kendaraan, ongkos kami mahal, nah semacam itulah,” ujarnya. 

Baca juga: Tanggapi Sindiran Rocky Gerung, Ganjar: Mari Kita Bicara Hal yang Baik

Kemudian, Ganjar menginginkan sekolah tersebut gratis dan berkonsep boarding atau berpenginapan.

“Kemudian makannya gratis, seragamnya gratis, kira-kira kalau seperti ini mereka mau jadi apa. Terus jadinya bagus,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini minat para siswa untuk melanjutkan sekolah di SMKN Jateng sangat tinggi. 

“Sekarang permintaan menjadi sangat tinggi, termasuk dari keluarga yang tidak miskin. Yang mampu saja ingin anaknya sekolah di situ. Saya bilang, enggak kalau soal ini. Spirit saya waktu itu karena ingin dari keluarga miskin. Saya ingin keluarga miskin yang anaknya punya semangat belajar tinggi, kami kasih kesempatan,” tambahnya.

Memperbanyak SMKN Jateng

Melihat keberhasilan para alumni SMKN Jateng, Ganjar berharap sekolah SMKN Jateng bisa diperbanyak untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng. 

Baca juga: Pengamat Sarankan Ganjar Pilih Ridwan Kamil atau Khofifah Jadi Cawapres

Ganjar meyakini, upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan bisa tercapai dan para alumni SMKN Jateng telah membuktikannya.

“Kalau bisa kami produksi lebih banyak, sekolah-sekolah SMKN Jateng semacam ini yang gratis, dugaan saya mereka-mereka yang dari keluarga miskin akan bisa terentaskan dengan cepat,” ujarnya. 

Dia mengatakan, SMKN Jateng merupakan investasi tiga tahun untuk menyelesaikan masalah keluarga sepanjang masa. 

Politisi PDI-P itu mengatakan, pengentasan kemiskinan tidak sekadar terpaku pada angka statistik semata. 

Menurutnya, pengentasan kemiskinan harus melalui proses panjang yang berkelanjutan, salah satunya dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan.

“Mengentaskan kemiskinan tidak hanya menampilkan angka-angka statistik, tetapi pada proses panjang yang luar biasa dari anak-anak hebat ini. Ada orangtua hebat, di belakangnya ada guru-guru hebat,” terangnya.

Baca juga: Survei LSI Denny JA: Prabowo Unggul di 3 Provinsi dan Ganjar Unggul di 2 Provinsi Pulau Jawa

Pada era kepemimpinan Ganjar, Pemprov Jateng telah mendirikan 18 SMKN Jateng. Tiga di antaranya merupakan sekolah full boarding, dan 15 sekolah lainnya merupakan sekolah semi boarding

Ke depan, Pemprov Jateng akan mendirikan sekolah sejenis di daerah yang masih memiliki banyak warga miskin.

“Saya bangga terharu, melihat lulusannya sekarang kelakuannya hebat, budi pekertinya hebat, mereka semua orang yang peduli. Jadi dulu itu kenapa kami extended jadi 15 lagi,” jelasnya.

Terkini Lainnya
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com