SMKN Jateng Jadi Rahim Pendidikan Berkualitas untuk Siswa Miskin

Kompas.com - 16/06/2023, 10:43 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jawa Tengah (Jateng) menjadi rahim pendidikan yang melahirkan generasi muda berkualitas.

Sekolah gratis yang didirikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada 2014 ini telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa.

Dari jumlah lulusan tersebut, sekitar 80 persen di antaranya terserap di dunia kerja dan perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun luar negeri.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng, sebanyak 1.837 siswa tersebut masing-masing merupakan lulusan dari SMKN Jateng Semarang 825 siswa, SMKN Jateng Pati 336 lulusan, dan SMKN Jateng Purbalingga 676 siswa.

SMKN Jateng gratis diperuntukkan bagi siswa miskin dengan orangtua yang tidak mampu membayar uang sekolah.

Baca juga: Soal Uang Tabungan Rp 112 Juta Belum Dikembalikan, Kepala Sekolah Sebut Ada di Koperasi yang Kolaps

Seluruh kebutuhan siswa di SMKN Jateng diberikan secara gratis, mulai pendaftaran, seragam, sepatu, peralatan sekolah, asrama, hingga makan sehari-hari.

Sekolah berkonsep boarding tersebut membekali siswa dengan kemampuan akademik sesuai dengan jurusan.

Misalnya seperti jurusan di SMKN Jateng kampus Semarang, mulai dari teknik konstruksi dan perumahan, teknik elektronika industri, teknik instalasi tenaga listrik, teknik pemesinan, dan teknik kendaraan ringan.

Sementara itu, SMKN Jateng kampus Pati menyediakan jurusan agribisnis pengolahan hasil pertanian dan teknik bodi otomotif, sedangkan SMKN kampus Purbalingga menawarkan jurusan teknik pengelasan dan teknik pemesinan.

Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya berupaya membuka lebar akses pendidikan gratis dengan menambah 15 SMKN Jateng semi boarding yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Baca juga: Penjaga Makam Ini Bangga, Anaknya Jadi Lulusan Terbaik SMKN Jateng hingga Bisa Kuliah di UI

"Iya masih berjalan, dan sekarang kita tambah 15 (semi boarding), karena kami ingin lebih banyak mendistribusikan akses pendidikan anak-anak yang punya potensi bagus,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/6/2023).

Pernyataan tersebut Ganjar sampaikan usai menghadiri acara Gubernur Mengajar di Grobogan, Kamis (15/6/2023).

Ia mengungkapkan, keberadaan SMKN Jateng merupakan upaya pihaknya untuk mengangkat indeks pembangunan manusia (IPM) di Jateng, supaya jauh lebih baik.

Oleh karenanya, Ganjar membuka akses pendidikan lebih luas, khususnya SMKN Jateng. Dari pendirian awal ada tiga SMKN Jateng kemudian akan ditambah menjadi 15 SMKN Jateng.

Gubernur Jateng dua periode itu menjelaskan, SMKN Jateng diperuntukkan bagi siswa kurang mampu agar bisa melanjutkan sekolah.

Baca juga: Dua Tahun Hiatus, Kantin Kontainer Dompet Dhuafa Kembali Bantu Mahasiswa Kurang Mampu di UIN Salatiga

"SMKN Jateng sekarang menjadi idola. Anak-anaknya semangat tinggi, hubungan dengan industri oke. Setidaknya dunia kerja siap menerima mereka," jelas Ganjar.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Provinsi Jateng Ainur Rojik mengatakan, para siswa SMKN Jateng selain dibekali kemampuan akademik dan praktik, juga mendapatkan pendidikan karakter.

"Pendidikan karakter di sini juga ditekankan kepada siswa," tuturnya.

Ainur mengungkapkan, semangat SMKN Jateng dalam turut serta membangun sumber daya manusia (SDM) masih akan terus dikembangkan.

Baca juga: Soal Pekerja Asing di IKN, Wamenaker Benarkan Kualitas SDM RI Belum Mumpuni

Untuk saat ini, kata dia, sekitar 80 persen lulusan SMKN Jateng diterima di dunia kerja, dan sebagian melanjutkan di perguruan tinggi.

“Bahkan banyak yang kerja, dan kuliah sambil kerja di luar negeri, salah satunya Jepang. Ada juga yang sedang dipersiapkan berangkat ke Jerman," tutur Ainur.

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com