Pedagang Cilok Asal Kabupaten Semarang Ini Terharu Dapat Bantuan RTLH dari Ganjar Pranowo

Kompas.com - 12/04/2022, 18:07 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Seorang pedagang cilok asal Dusun Kebon Ombo, Kabupaten Semarang bernama Junaidi mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Junaidi mengaku kaget sekaligus terharu karena Ganjar Pranowo berkunjung ke kediamannya di Dusun Kebon Ombo RT 1/4, Kabupaten Semarang.

Ia pun mengucakpkan terima kasih atas bantuan RTLH yang diberikan orang nomor satu se-Jateng tersebut.

Alhamdulillah pak Ganjar, maturnuwun sanget (terima kasih banyak). Semoga pak Ganjar panjang umur, sehat selalu dan dimudahkan segala urusan,” ungkap Junaidi dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Demo Diwarnai Bakar Ban, Massa Berharap Ditemui Ganjar Pranowo

Niki nek udan nggeh bocor, Pak (kalau hujan bocor semua, Pak). Lha meniko atap do bolong-bolong (itu atapnya sudah bolong semua),” jelas Junaidi.

Sebagai informasi, Junaidi dan keluarganya tinggal di rumah jauh dari kata layak. Rumah dengan dinding kayu dan berlantai tanah itu merupakan rumah warisan.

Pekerjaannya sebagai penjual cilok membuatnya tak bisa memperbaiki rumah yang diketahui sudah hampir roboh tersebut.

“Jualan cilok penghasilannya nggak tetap. Kalau lagi ramai bisa dapat Rp 250.000. Memang tidak bisa diprediksi,” cerita Junaidi.

Tiang peyangga di rumah itu juga terlihat miring, sehingga cukup membahayakan untuk ditinggali. Sementara itu, di bagian dapur dan kamar mandi juga masih jauh dari kata nyaman.

Baca juga: Begini Tampilan Dua Pasar Rakyat di Jawa Tengah Usai Direhabilitasi

“Kemarin hujan lebat itu bocor kemana-mana. Sampai saya taruh ember di beberapa tempat supaya nggak banjir. Makanya saya berterima kasih sekali, rumah saya mau diperbaiki oleh Pak Ganjar,” katanya sambil menahan tangis.

Setelah melihat secara langsung kondisi rumah dari Junaidi, Ganjar lalu menyerahkan bantuan RTLH yang bersumber dari Badan Zakat Nasional ( Baznas) sebesar Rp 20 juta dan memberikan sembako dan uang tunai kepada Junaidi.

Mangke didandani nggih, kersane luwih nyaman (nanti dibenarkan, biar lebih nyaman). Mangke bapak-bapak gotong royong nggih, diewangi pak Junaidi ndandani omah (nanti bapak-bapak gotong royong membantu Pak Junaidi membangun rumah),” kata Ganjar.

Untuk diketahui, selama Ramadhan 2022, Ganjar terus berkeliling ke sejumlah tempat untuk memberikan program pembangunan RTLH bagi warga miskin.

Baca juga: Ganjar Pranowo Dapat Gelar Teungku di Aceh, Ini Artinya

Selain itu, ia juga berkunjung ke sejumlah panti asuhan, panti sosial ataupun pondok pesantren untuk memberikan bantuan.

Seperti yang terjadi pada Selasa (12/4/2022), Ganjar mengunjungi panti asuhan Al-Harun Kampung Truko di Kabupaten Semarang untuk memberikan sejumlah bantuan.

Terkini Lainnya
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com