Soal Berita Jateng Provinsi Termiskin Se-Jawa, BPS Jateng: Ini Narasi Menyesatkan

Fransisca Andeska Gladiaventa
Kompas.com - Rabu, 30 Maret 2022
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Adhi Wiriana saat mengatakan bahwa pemberitaan mengenai Jawa Tengah sebagai provinsi termiskin se-Jawa adalah hoaks, Rabu (30/3/2022). Dok. Istimewa Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Adhi Wiriana saat mengatakan bahwa pemberitaan mengenai Jawa Tengah sebagai provinsi termiskin se-Jawa adalah hoaks, Rabu (30/3/2022).

KOMPAS.com – Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) Jawa Tengah ( Jateng) Adhi Wiriana mengatakan, pemberitaan yang menyatakan Jateng sebagai provinsi termiskin se-Jawa adalah narasi menyesatkan.

Menurut Adhi, penghitungan kemiskinan dari suatu provinsi tidak didasarkan atas tingkat produk domestik regional bruto ( PDRB) per kapita saja.

“Menurut saya terkait pemberitaan hari ini yang menyatakan PDRB perkapita daerah Jateng menjadi daerah termiskin merupakan berita hoaks,” ujar Adhi dalam keterangan pers yang diterima oleh Kompas.com, Rabu (30/3/2022).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa PDRB perkapita atau pendapatan rata-rata penduduk Jateng tahun 2021 adalah Rp 38,67 juta per tahun.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Jokowi Cek Ketersediaan Bahan Pokok Sejumlah Pasar di Jateng

Namun, Rp 38 juta per tahun apabila dibuat rata-rata dengan dibagi 12 bulan akan menghasilkan angka Rp 3.222.500. 

Jumlah tersebut sudah melebihi dari minimum minimum regional ( UMR) yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

“Melihat dari perusahaan besar yang menumpuk di Jakarta, Banten, Tangerang, dan Jawa Barat (Jabar) yang mengakibatkan PDRB perkapita menjadi tinggi. Namun bukan berarti lebih kaya, karena yang menikmati kue pembangunan hanya 1.000 orang yang memiliki penghasilan lebih dari miliaran rupiah. Sisanya kehidupannya rata-rata saja,” sebut Adhi.

Adhi menyebutkan lagi, tingkat pendapatan suatu daerah tidak segaris dengan tingkat kemiskinan. Sebab, PDRB bisa juga dikatakan sebagai pendekatan kesejahteraan semu.

Baca juga: BPS Sebut Perang Rusia-Ukraina Tak Berpengaruh Signifikan ke Neraca Perdagangan

“Selama ini, untuk menentukan tingkat kemiskinan suatu daerah, BPS Jateng menggunakan basic needs approach atau pengeluaran masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok," kata Adhi.

Metode tersebut, lanjut Adhi, adalah melihat tingkat kemiskinan dari komponen makanan dan non-makanan, seperti nasi, telur, pakaian, listrik, transportasi, dan sewa rumah.

Adhi memaparkan, menurut data yang ada, Jateng bukanlah provinsi termiskin di Pulau Jawa, meskipun data mencatat bahwa kemiskinan mencapai 11,25 persen lebih tinggi dari angka nasional yang mencapai 9,71 persen.

“Masih ada yang dikatakan lebih miskin dari Jateng, yakni Yogyakarta dengan angka kemiskinan mencapai 11,9 persen," kata Adhi.

"Kemudian dilihat dari jumlah penduduk miskin, sebenarnya Jabar dan Jawa Timur (Jatim) lebih tinggi dengan 4 juta penduduk miskin. Sementara untuk Jateng berada pada 3,9 juta penduduk miskin,” jelasnya.

Baca juga: Kemenkes: Hampir Seluruh Provinsi Ada Vaksin Kedaluwarsa, Jateng Paling Banyak

Lebih lanjut, ia menyebutkan, indeks rasio gini atau tingkat ketimpangan pendapatan atau pengeluaran di Jateng cukup rendah, yakni 0,368.

Sementara itu, untuk rasio gini provinsi lain, seperti Jakarta, Jabar, dan Yogyakarta berada di atas Jateng, yakni 0,4. Padahal jika angka ini mendekati satu menandakan adanya ketimpangan yang besar.

Adapun indeks pembangunan manusia (IPM) di Jateng mencapai 0,3 persen. Angka ini lebih rendah dibanding IPM Jabar, Jatim, dan Banten.

“Memang Yogyakarta untuk IPM-nya di atas kita dengan 0,4. Namun, kita mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyikapi data ini," ujar Adhi

"Bisa jadi ini merupakan opini publik yang menggiring ke arah hoaks, apalagi menjelang politik 2024. Karena seolah-olah menguntungkan yang satu dan merugikan yang lain,” tambah Adhi.

Baca juga: Kunjungi Jateng, Jokowi Akan Tinjau Infrastruktur Pariwisata di Borobudur

Adhi berharap, masyarakat dapat meningkatkan literasi statistik. Ia juga mengajak masyarakat agar tidak segan membuka kanal informasi resmi dari BPS melalui kanal jateng.bps.go.id maupun kanal bps.go.id.

BPS Jateng juga memiliki kanal aplikasi One Touch Statistic BPS Jateng yang dapat diakses melalui smartphone.

PenulisFransisca Andeska Gladiaventa
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Tiga Prestasi Ganjar di Bidang Kesehatan yang Paling Mentereng
Tiga Prestasi Ganjar di Bidang Kesehatan yang Paling Mentereng
Jateng Gayeng
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ganjar Hadirkan
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ganjar Hadirkan "Bulan Pancasila" untuk Generasi Muda Jateng
Jateng Gayeng
Pemilik Usaha Ukir di Jepara Akui Senang Dapat Bantuan Energi Alternatif dari Ganjar Pranowo
Pemilik Usaha Ukir di Jepara Akui Senang Dapat Bantuan Energi Alternatif dari Ganjar Pranowo
Jateng Gayeng
Cerita Pemilik Talijiwa Macrame Indonesia, Ketiban Manfaat Usai Ikut Program “Lapak Ganjar”
Cerita Pemilik Talijiwa Macrame Indonesia, Ketiban Manfaat Usai Ikut Program “Lapak Ganjar”
Jateng Gayeng
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas
Jateng Gayeng
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder
Jateng Gayeng
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata
Jateng Gayeng
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri
Jateng Gayeng
Ikut Mudik Bareng Warga ke Semarang, Ganjar Cerita Masa Lalunya Naik Kereta Api
Ikut Mudik Bareng Warga ke Semarang, Ganjar Cerita Masa Lalunya Naik Kereta Api
Jateng Gayeng
Pemerintah Gelontorkan Rp 335 Miliar untuk 233 Warga Terdampak Tambang Andesit di Wadas
Pemerintah Gelontorkan Rp 335 Miliar untuk 233 Warga Terdampak Tambang Andesit di Wadas
Jateng Gayeng
Ketua Baznas Sebut Jateng Jadi Provinsi dengan Perolehan Zakat, Infak, dan Sedekah Terbesar di Indonesia
Ketua Baznas Sebut Jateng Jadi Provinsi dengan Perolehan Zakat, Infak, dan Sedekah Terbesar di Indonesia
Jateng Gayeng
Peringati Hari Kartini, Ganjar Ingatkan Pernikahan Dini Kerap Jadikan Perempuan sebagai Korban
Peringati Hari Kartini, Ganjar Ingatkan Pernikahan Dini Kerap Jadikan Perempuan sebagai Korban
Jateng Gayeng
Buruh Tani Asal Pekalongan Ini Tak Menyangka Rumahnya Dapat Bantuan Renovasi dari Ganjar
Buruh Tani Asal Pekalongan Ini Tak Menyangka Rumahnya Dapat Bantuan Renovasi dari Ganjar
Jateng Gayeng
Ganjar Minta Kepala Daerah Fokus pada Pemulihan Ekonomi Pascapandemi dan Penanganan Kemiskinan
Ganjar Minta Kepala Daerah Fokus pada Pemulihan Ekonomi Pascapandemi dan Penanganan Kemiskinan
Jateng Gayeng
Usulkan Pocut Meurah Intan sebagai Pahlawan Nasional, Ganjar Pranowo Tuai Apresiasi dari Gubernur Aceh
Usulkan Pocut Meurah Intan sebagai Pahlawan Nasional, Ganjar Pranowo Tuai Apresiasi dari Gubernur Aceh
Jateng Gayeng