Kunjungi Radio Lokal di Jayapura, Ganjar: Ayo Gairahkan Radio dengan Kreativitas dan Inovasi

Kompas.com - 01/10/2021, 13:44 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan, nasib radio lokal dapat terus hidup di tengah kemajuan teknologi apabila diimbangi dengan kreativitas dan inovasi.

"Ada yang tanya, apakah radio lokal itu bisa hidup apa tidak. Saya jawab tegas bisa, tetapi dibutuhkan kreativitas dan inovasi. Maka dari itu, ayo gairahkan radio lagi dengan inovasi-inovasinya," ucap Ganjar, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat mengunjungi Radio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kenambai Umbai Kabupaten Jayapura dan berdialog dengan warga melalui sambungan telepon, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Sebagai Ketua Umum (Ketum) Persatuan Radio TV Daerah Seluruh Indonesia (Indonesiapersada.id), ia menyampaikan bahwa radio tidak boleh hanya menjadi media yang bisa didengar semata.

Sebaliknya, kata Ganjar, radio harus bisa ditonton melalui siaran streaming maupun berjejaring.

"Dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura pada LPPL sangat bagus. Saya sebagai Ketum Indonesiapersada.id tentu sangat bangga dan semakin inginberkunjung ke radio-radio lokal di daerah. Supaya bisa saling mengobrol,” imbuhnya.

Kelak, sebut Ganjar, apabila pandemi Covid-19 sudah menurun, ia yakin akan banyak kegiatan radio off-air, sehingga dapat melakukan kopi darat dengan pendengar. Menurutnya hal ini sangatlah menarik.

Baca juga: Manfaat Radio dalam Bidang Ekonomi

Ganjar di Radio LPPL Kenambai Umbai

Untuk diketahui, Ganjar memang kerap berkunjung ke radio-radio lokal di sela kunjungan kerja (kunker) di daerah.

Terkait kedatangan ke Radio LPPL Kenambai Umbai, ia mengatakan, pihaknya sengaja berkunjung untuk bersilaturahmi dengan awak radio di Jayapura.

Selain itu, kata Ganjar, pihaknya juga ingin berbagi pengalaman tentang radio lokal di daerah.

"Halo apa kabar? Ini radionya bagus ya. Terlebih tagline radionya, “Satu Suara Sejuta Telinga” ini keren," sapa dia kepada para kru Radio LPPL Kenambai Umbai.

Baca juga: Hari Radio Nasional 11 September dan Kisah di Baliknya

Tak hanya para kru, Ganjar juga disambut hangat oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw. Keduanya pun saling berbincang, kemudian dilanjutkan dengan siaran bersama di dalam studio.

Dalam siaran tersebut, penyiar Radio Kenambai Umbai, Ines mengajak Ganjar dan Mathius berbincang dengan gayeng (gembira). Obrolan ini juga disiarkan secara langsung oleh ratusan radio anggota Indonesiapersada.id di seluruh Indonesia.

"Ini menarik ya, saya dengan pak Bupati Jayapura Mathius Awoitauw ngobrol banyak tentang Papua. Mulai dari atlet berprestasi, perhelatan PON, hingga tentang radio di Papua. Paling menarik adalah penyelenggaraan PON Papua yang juga disiarkan melalui radio lokal," ucap Ganjar.

Seperti diketahui, kedatangan Ganjar ke Papua sendiri untuk menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Baca juga: Mahfud Jamin Pembukaan PON XX Papua Bakal Berjalan Lancar

Usai siaran radio kurang lebih satu jam, Ganjar kemudian dijamu makan hidangan papeda bersama bupati, kru Kenambai Umbai, serta para penggemar radio yang sejak pagi menunggunya.

Setelah makan bersama, orang nomor satu se-Jateng ini dengan ramah melayani penggemar untuk berfoto dan bercanda.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Radio Kenambai Umbai Jayapura Jini Wati mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ganjar.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Ganjar karena sudah mau berkunjung ke tempat kami. Saya tidak menyangka kalau bapak sampai ke sini. Kami sangat senang sekali," katanya.

Baca juga: Kawal Kontingen Jateng yang Berlaga di PON Papua, Ganjar Pranowo: Berjuang yang Terbaik

Menurut Jini, Ganjar merupakan tokoh yang tepat untuk memimpin Indonesiapersada.id. Ia yakin, radio lokal akan menjadi lebih baik lagi di tangan Ganjar.

"Pasti radio dan televisi daerah ke depannya akan lebih baik lagi dengan dipimpin Pak Ganjar. Kami sangat bersyukur mendapatkan ketua seperti Pak Ganjar. Beliau mau datang ke sini, memberikan masukan atas kekurangan kami sehingga bisa kami perbaiki," ucapnya.

 

Terkini Lainnya
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com