Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Kompas.com - 22/06/2021, 18:35 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) meminta masyarakat mengurangi mobilitas di luar rumah. Dia mengimbau, sebisa mungkin masyarakat tetap di rumah kecuali untuk hal yang penting.

Pesan itu dia sampaikan saat mengecek penanganan Covid-19 di Kabupaten Semarang, Selasa (22/6/2021). Diketahui, Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah zona merah di Jawa Tengah.

Ganjar menuturkan, mobilitas merupakan salah satu penyebab kerumunan. Ini diketahui dari hasil pantauannya saat mengecek beberapa pasien Covid-19 yang diisolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang.

“Saya tanya kira-kira ketularan di mana, ada yang bilang habis lamaran, Pak, habis ziarah, Pak, piknik, Pak. Nah, tempat-tempat seperti itu yang mungkin menjadi awal penularannya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Selain itu, dia juga meminta seluruh bupati dan wali kota di Jateng memantau secara khusus tempat-tempat keramaian seperti pasar, mal, dan restoran.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Sekolah Tatap Muka di Jateng Kemungkinan Ditunda

"Tolong pasar didampingi, diatur dengan baik. Kafe-kafe, restoran, dan tempat-tempat makan saya minta dicek. Jangan ada orang makan berhadap-hadapan, harus nyamping dan berjarak," kata Ganjar.

Ganjar menilai, tempat-tempat tersebut menimbulkan kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Oleh karenanya, dia meminta Satuan Polisi Pamong Praja, bupati, wali kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan didampingi Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus terus keliling melakukan operasi.

Dia berpesan, bila petugas menemukan adanya pelanggaran prokes di tempat-tempat itu, maka harus mengambil tindakan tegas.

"Kalau mereka tidak mau, tutup, atau kalau tidak bisa take away. Sebenarnya take away itu yang paling bagus," terangnya.

Baca juga: Ganjar Pastikan Stok Oksigen RS di Jateng Aman meski Kasus Covid-19 Meningkat

Beberapa daerah lanjut Ganjar sudah bagus dalam pelaksanaan pengetatan itu. Dia mencontohkan saat bersepeda di Kota Semarang, Senin (21/6/2021) kemarin.

Saat itu, dia sedang bersepeda di Kota Semarang dan ingin makan di salah satu restoran. Ketika dihampiri, pengelola restoran berani menolak Ganjar makan di tempat.

“Kemarin saya pengen makan ayam tulang lunak. Sepertinya enak, cocok. Jadi saya minggir. Tempatnya sepi, jadi saya pengen makan di situ. Ternyata pengelolanya bilang, mohon maaf Pak Ganjar, mboten saget (tidak bisa), kalau kerso (kalau mau) take away saja. Ini bagus, saya apresiasi," ucapnya.

Klaster pernikahan

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Semarang ini, Ganjar juga mengecek sejumlah tempat, di antaranya vaksinasi di Gedung Olahraga (GOR) Wujil dan program Jogo Tonggo di Desa Tegalsari Kecamatan Bergas.

Baca juga: Tampung Pasien Covid-19, Rusun Kementerian PUPR di Jateng Jadi Tempat Isolasi

Saat mengecek program Jogo Tonggo di Desa Tegalsari, Ganjar menemukan, klaster di desa itu berawal dari acara pernikahan. Dalam acara ini, 10 warga terkonfirmasi positif Covid-19

"Sekarang ketat saja, dibatasi acara-acara seperti itu. Boleh nikahan, tapi yang datang dibatasi, dan resepsinya nanti saja," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 04 Desa Tegalsari Krisnandar membenarkan, awal kasus Covid-19 di desanya berawal dari acara pernikahan.

Salah satu warganya menikah dengan orang dari luar daerah dan diduga di antara mereka ada yang positif Covid-19.

"Itu dari luar, pengantinnya dari Demak. Kemungkinan ada yang positif, kemudian menulari warga sini. Ada 10 orang yang positif dan sekarang isolasi di rumah dengan pengawasan ketat," ucapnya.

Baca juga: Ini Isi Surat Edaran Ganjar Menyikapi Adanya 13 Zona Merah di Jateng

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com