Ganjar Pranowo dan Kisah Orang-orang Jujur

Amalia Purnama Sari
Kompas.com - Rabu, 9 Desember 2020
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang bercengkrama dengan beberapa warganya dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Senin (7/12/2020).DOK. Pemprov Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang bercengkrama dengan beberapa warganya dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Senin (7/12/2020).

KOMPAS.com – Hari itu sedikit berbeda bagi Ganjar Pranowo. Dengan mengenakan sarung dan duduk lesean di rumah dinasnya, Senin (7/12/2020), ia asik bercengkrama dengan beberapa warga.

Dari raut wajahnya, nampak antusiasme yang menggelembung mendengar kompilasi cerita kejujuran heroik yang dilontarkan masing-masing pencerita.

Perkumpulan kecil yang sederhana itu dilakukan Ganjar dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2020.

Beberapa pencerita yang datang ke rumah orang nomor satu di Jawa Tengah itu beraneka-ragam rupa dan jenis pekerjaannya. Ada pemulung, pedagang sayur, tukang ojek online, sampai penghulu.

Baca juga: Naik Sepeda ke TPS, Ganjar Ikut Nyoblos Pilwakot Semarang

Kepada Gubernur Jawa Tengah itu, para warga menceritakan aksi-aksi bahaduri mereka yang membuat Ganjar terleka.

Cerita pertama datang dari Mulyadi (45), pengumpul rosok yang biasa menjelajah di daerah Kartasura, Sukoharjo. Ia sungguh tidak menyangka jika kejujurannya mengembalikan dompet cokelat yang ia pungut di jalan 2018 lalu dapat membawanya bertemu Ganjar.

Kepada Ganjar, ia berkisah mengenai pertemuan pertamanya dengan si dompet cokelat. Kala itu ia sedang sibuk mengais rosok sambil menambal jalan di Jalan Raya Solo-Semarang. Betapa kagetnya ia saat menemukan dompet gemuk berisi uang Rp 15 juta di dalamnya.

“Ketika saya buka, isinya merah-merah semua. Saya tunggu pemiliknya datang sampai maghrib,” celoteh Mulyadi. Ganjar mendengarkan dengan saksama.

Baca juga: Pilkada 2020, Ganjar Bakal Mencoblos di TPS 02 Gajahmungkur Semarang

Tak lama selepas itu si empu dompet kembali mencari barangnya yang hilang. Saat itulah Mulyadi mengembalikan harta karun tersebut.

“Banyak yang bilang saya bodoh, kenapa tidak diambil saja? Saya berpikir itu salah. Saya takut sama Gusti Allah. Mungkin orang yang punya juga sedang kesusahan dan sedang dalam keadaan mendesak. Selama ini juga saya tidak kekurangan rezeki, banyak orang yang membantu saya,” tutup Mulyadi.

Cerita kedua juga datang dari seorang pemulung. Tan Lek Hok Fuk (50) namanya. Orang-orang sering memanggilnya Kakek Afuk.

Kisah Kakek Afuk lebih mengharukan karena perjuangannya bersepeda dari Solo sampai Pasuruan untuk mengembalikan dompet seseorang.

Awal cerita Kakek Afuk dimulai saat ia sedang repot mengais rongsok di jalanan. Ia dikejutkan dengan adanya dompet tergeletak yang berisi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Dari detil KTP, Kakek Afuk tahu si empu dompet tinggal di Pasuruan.

Baca juga: Ganjar: Kalau Ada Korupsi Bansos di Jateng, Laporkan ke Saya Langsung

Dengan tekat kuat, ia menjual handphone miliknya untuk jadi modal biaya perbaikan sepeda. Niat kuat dari dalam hati Kakek Afuk-lah yang kemudian mengantarkannya ke rumah si empu untuk mengembalikan barang hilang tersebut.

Kemudian ada cerita ketiga, datang dari seorang pedagang sayur dan gorengan keliling bernama Widiyanti (33). Wanita asal Kebumen ini menemukan keresek hitam berisi segepok uang yang jatuh saat si empu mengendari sepeda motor.

Dengan sekuat tenaga, Widiyanti mengayuh sepedanya untuk menyusul si pemilik uang. Namun dirinya yang hanya bersepeda tak sanggup menyusul motor yang mengebut.

Ia pun tak kehabisan akal. Selepas tertinggal, Widyanti pergi ke kantor polisi untuk menyerahkan barang temuannya. Uang itu pun disebarkan lewat media sosial. Si pemilik datang dan mengambil uang tersebut.

Baca juga: Bupati Banjarnegara Terjun Langsung Perbaiki Jalan Rusak, Ganjar: Terima Kasih Sudah Peduli

“Sebenarnya saya ingin sekali membeli handphone dengan uang itu. Tapi ada rasa lega tersendiri ketika si pemilik menemukan kembali uangnya. Saya tidak mau macam-macam, takut sama Allah,” ungkap Widyanti.

Kisah-kisah andal lainnya pun beragam. Ada Dian Ramadhan, driver ojek online asal Purwokerto yang mengembalikan uang kelebihan sebesar Rp 100.000.

Lalu cerita dari penghulu asal Klaten bernama Abdurrahman Bakri yang tidak pernah menerima amplop.

Kemudian ada kisah Ernita Sihono yang lupa membayar pesanan ojek online dan kelimpungan ke sana-kemari mencari pengemudinya, serta kisah Muhsono dan Nur Azizah asal Wonosobo yang mengembalikan handphone serta dompet kepada pemiliknya.

Ganjar menyerap dengan khidmat semua cerita jujur dari orang-orang hebat tersebut.

Kepada mereka, Ganjar menyematkan piagam penghargaan dan gelar ‘Tokoh Teladan Kejujuran Jawa Tengah’.

Dalam piagam tersebut, terpatri tulisan ‘Balekke Yen Dudu Duweke’ (Kembalikan Jika Memang Bukan Milikmu), dibubuhi tanda-tangan Ganjar secara langsung.

Baca juga: 1,2 Juta Vaksin Tiba di Indonesia, Jateng Dapat 421.000, Ganjar: Prioritas Tenaga Kesehatan

Ganjar berseloroh, dirinya banyak mendengar kisah-kisah hebat dari masyarakat kecil. Ia mengaku ingin mendengar secara langsung dan mengundang mereka.

Menurutnya, banyak sekali cerita tentang kejujuran dan integritas yang bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kepada orang-orang baik di luar sana, saya memberikan hormat setinggi-tingginya. Mari kita meniru!” tutupnya.

PenulisAmalia Purnama Sari
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif
Jateng Gayeng
Jawab Keraguan Dampak Vaksin Covid-19, Ganjar: Sudah Saya Buktikan Itu Aman
Jawab Keraguan Dampak Vaksin Covid-19, Ganjar: Sudah Saya Buktikan Itu Aman
Jateng Gayeng
Soal Vaksin Sinovac, Ganjar: Tidak Ada yang Perlu Diragukan
Soal Vaksin Sinovac, Ganjar: Tidak Ada yang Perlu Diragukan
Jateng Gayeng
Hindari Kerumunan, Pemprov Jateng Keluarkan Larangan Pesta Tahun Baru
Hindari Kerumunan, Pemprov Jateng Keluarkan Larangan Pesta Tahun Baru
Jateng Gayeng
Jateng Sabet 4 Penghargaan Antikorupsi KPK, Ganjar Puji Pengelolaan Gratifikasi Jajarannya
Jateng Sabet 4 Penghargaan Antikorupsi KPK, Ganjar Puji Pengelolaan Gratifikasi Jajarannya
Jateng Gayeng
Soal Penyelesaian HAM, Ganjar Sebut Ruang Komunikasi Jadi Solusinya
Soal Penyelesaian HAM, Ganjar Sebut Ruang Komunikasi Jadi Solusinya
Jateng Gayeng
Ribuan Jalan Rusak di Jateng Cepat Tertangani Berkat ”Jalan Cantik”
Ribuan Jalan Rusak di Jateng Cepat Tertangani Berkat ”Jalan Cantik”
Jateng Gayeng
Angka Kesembuhan Covid-19 Jateng Tertinggi, Ganjar: Itu Dinamika yang Belum Selesai
Angka Kesembuhan Covid-19 Jateng Tertinggi, Ganjar: Itu Dinamika yang Belum Selesai
Jateng Gayeng
Jateng Tertinggi Covid-19, Pemprov Jateng Klaim Satgas Pusat Masukkan Data Ganda
Jateng Tertinggi Covid-19, Pemprov Jateng Klaim Satgas Pusat Masukkan Data Ganda
Jateng Gayeng
Jateng Jadi Provinsi Paling Informatif, Ganjar Beberkan Kunci Suksesnya
Jateng Jadi Provinsi Paling Informatif, Ganjar Beberkan Kunci Suksesnya
Jateng Gayeng
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu karena Satgas Pusat Telat Input Data
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu karena Satgas Pusat Telat Input Data
Jateng Gayeng
Manfaatkan Pemasaran Digital, UKM Jateng Dituntut Harus Kuasai Teknologi
Manfaatkan Pemasaran Digital, UKM Jateng Dituntut Harus Kuasai Teknologi
Jateng Gayeng
Jateng Gelar UKM Virtual Expo II Khusus UMKM Fesyen
Jateng Gelar UKM Virtual Expo II Khusus UMKM Fesyen
Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Provinsi Inovatif, Ganjar: Kreasi, Riset dan Inovasi Jadi Kebiasaan Kami
Jateng Raih Penghargaan Provinsi Inovatif, Ganjar: Kreasi, Riset dan Inovasi Jadi Kebiasaan Kami
Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Jadi Profil Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Terbaik Sektor Pemerintah 2020
Pemprov Jateng Jadi Profil Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Terbaik Sektor Pemerintah 2020
Jateng Gayeng