Bantu Kebutuhan Masyarakat Selama Pandemi, Ganjar Galakkan Program "Jogo Tonggo"

Kompas.com - 20/07/2020, 15:34 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggerakkan kearifan lokal dan membentuk program Jogo Tonggo untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut dia, program itu diluncurkan karena bantuan dari negara selama Covid-19 berlangsung dipastikan tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

"Program Jogo Tonggo artinya menjaga tetangga," kata Ganjar saat menerima kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI dari Komisi VIII di Jawa Tengah ( Jateng), Senin (20/07/2020).

Ia melanjutkan, program Jogo Tonggo itu juga mengurusi urusan kesehatan, sosial keamanan, dan hiburan.

Baca juga: Bukan PSBB, Kota Semarang Akan Berlakukan Konsep Jogo Tonggo

"Ada juga lumbung pangan dengan pemanfaatan lahan agar kebutuhan makan tercukupi," kata Ganjar dalam keterangan tertulis.

Terkait hal itu, ia menuturkan, gerakan ini sebenarnya sudah ada sejak dulu dan kemudian dihidupkan kembali.

"Seperti halnya gotong royong di tengah masyarakat. Ini saya hidupkan dan ternyata jalan dengan baik," sambung Ganjar.

Selain itu, untuk membantu masyarakat, Gubernur Jateng juga mengoptimalkan anggaran dari sektor lain.

Baca juga: Tularkan Spirit Jogo Tonggo, Warga di Semarang Dirikan Dapur Umum

Meski demikian, ia mengaku bahwa selama ini, bantuan banyak berdatangan dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, instansi, masyarakat, hingga para filantropi atau aktivis kemanusiaan.

"Dan satu lagi yang menjadi andalan saya adalah Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) karena paling bisa diandalkan untuk membantu percepatan penanganan Covid-19 di Jateng," terang Ganjar.

Apresiasi program Jogo Tonggo

Pada kesempatan yang sama, sejumlah anggota DPR RI mengapresiasi program Jogo Tonggo yang diprakarsai Ganjar.

"Program Jogo Tonggo ini keren dan tidak ada di tempat lain. Ini perlu dicontoh," kata salah satu nggota Komisi VIII dari fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)  Husni.

Baca juga: Bentuk Satgas Jogo Tonggo, Ganjar Ajak Masyarakat Desa Saling Jaga

Dirinya juga mengomentari upaya optimalisasi Baznas dalam penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.

Menurut Husni, langkah itu luar biasa karena tidak hanya mengandalkan asupan anggaran dari pemerintah.

"Di daerah lain, Baznas itu untuk buat gedung dan beli kebun, tetapi di sini dimanfaatkan benar-benar untuk kepentingan masyarakat," terangnya.

Senada dengan Husni, ketua rombongan kunjungan kerja Komisi VIII, Bukhori Yusuf menilai bahwa program Jogo Tonggo seperti gugus tugas paling terdepan karena berada di tingkat Rukun Warga (RW).

Baca juga: Ganjar Bantah Pesan Berantai soal Denda untuk Warga yang Tak Bermasker: Tak Tega

"Kebijakan yang diambil dalam program ini sudah pasti mengena kepada mereka yang benar-benar miskin, pengangguran, dan sebagainya, serta terdata dengan baik," kata dia.

Bukhori melanjutkan, langkah Ganjar yang tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) patut dicontoh.

Menurut dia, dengan menggerakkan banyak sektor, maka percepatan penanganan Covid-19 akan optimal.

"Salah satu yang menarik di Jateng ini adalah Baznas karena memiliki peran signifikan dalam penanggulangan Covid-19," imbuhnya.

Baca juga: Ketua Baznas: Pengumpulan Zakat Selama Covid-19 Naik hingga 46 Persen

Hal itu dikarenakan, Baznas berperan untuk meng-cover masyarakat yang terdampak secara langsung.

"Misalnya tadi diceritakan ada mahasiswa Jateng yang di Sudan tidak bisa pulang, dibantu. Ada juga bantuan untuk para santri yang tidak pulang, bantuan untuk guru ngaji dan sebagainya. Ini keren dan sangat menginspirasi," ungkap Bukhori.

Terkini Lainnya
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com