Lagi, Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Informatif

Inadha Rahma Nidya
Kompas.com - Jumat, 22 November 2019
Lagi, Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi InformatifDOK. Humas Pemprov Jawa TengahWakil Presiden Ma?ruf Amin memberikan Penghargaan Provinsi Informatif kepada Ganjar Pranowo, di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (21/11/2019).

KOMPAS.com – Komisi Informasi ( KI) Pusat memberi penghargaan Provinsi Informatif kepada Jawa Tengah (Jateng). Penghargaan tersebut diberikan karena Jateng dinilai mampu memberikan informasi kepada publik dengan transparan dan akuntabel.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menerima penghargaan tersebut di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (21/11/2019), mengatakan, apresiasi tersebut didapat dari upayanya mengubah birokrasi.

Di Jateng, Ganjar berupaya memberikan informasi publik yang jelas dan mendidik dengan membuka mindset bahwa saat ini adalah era digital. Untuk itu, seluruh birokrat diwajibkan melek teknologi.

“Jangankan yang wajib, yang sunnah saja kami lakukan, misalnya hampir setiap hari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kami wajib menginformasikan kegiatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban,” kata Ganjar seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Pemerintah Jangan Lengah Siapkan SDM Unggul di Era Ekonomi Digital

Penghargaan Provinsi Informatif sudah kesekian kalinya diterima Jawa Tengah. Ganjar pun menantang KI untuk membuat metode penilaian baru, misalnya dengan melihat sejauh mana interaksi terbuka dilakukan melalui media sosial (medsos).

“Saya bahkan menantang KI untuk membuat metode penilaian lebih baru. Indikatornya harus lebih banyak lagi,” kata Ganjar.

Keterbukaan informasi

Jateng sendiri sudah melakukan keterbukaan informasi publik melalui medsos. Semua OPD di Jateng diwajibkan memiliki akun medsos yang centang biru (terverifikasi).

Dengan begitu, masyarakat bisa langsung dilayani dan diberikan informasi tuntas melalui chat.

“Contoh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) kemarin, begitu saya umumkan di medsos, itu ramai sekali masyarakat yang menanggapi, termasuk menanyakan bagaimana kalau ada perusahaan yang tidak membayar. Saya minta laporkan ke saya kalau ada seperti itu,” kata Ganjar.

Baca juga: Dirjen IKP Minta Humas Pemerintah Aktif Sebar Konten Positif di Media Sosial

Lebih lanjut Ganjar mengatakan transparansi informasi publik merupakan sebuah tantangan. Namun, hal tersebut perlu dihadapi agar kepercayaan publik kepada pemerintah meningkat.

“Tantangan-tantangan itu bukan untuk dihindari, namun dicarikan solusi agar tujuan itu dapat berjalan dengan baik,” kata Ganjar.

Senada dengan Ganjar, Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang menyerahkan penghargaan tersebut kepada Ganjar dan kepala daerah lain serta badan publik  mengatakan, keterbukaan informasi publik merupakan tantangan pemerintahan saat ini.

“Badan publik harus menjadi tujuan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan membantu penanggulangan informasi hoaks,” kata Ma’ruf.

Penilaian

Pada kesempatan yang sama Ketua KI Pusat Gede Narayana mengatakan, pada penilaian akhir badan publik, KI memperhatikan lima kualifikasi, yaitu informatif, menuju informatif, cukup informatif, kurang informatif, dan tidak informatif.

“Dari penilaian kami, badan publik yang informatif meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun jumlahnya masih belum signifikan,” kata Gede.

Dari 355 badan publik yang dievaluasi, terdapat 189 yang dinilai tidak informatif. Gede berharap, badan publik tersebut segera melakukan perubahan.

“Jika pimpinan badan publik dapat menjadikan keterbukaan informasi sebagai budaya, maka otomatis mindset-nya adalah selalu memberikan pelayanan informasi terbaik bagi masyarakat,” kata Gede.

PenulisInadha Rahma Nidya
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Potret Lasem, Tempat Keberagaman dan Toleransi Terjaga dengan Baik
Potret Lasem, Tempat Keberagaman dan Toleransi Terjaga dengan Baik
Jateng Gayeng
Ganjar: Tak Hanya Jawa, Kenduri Juga ada di Komunitas Tionghoa
Ganjar: Tak Hanya Jawa, Kenduri Juga ada di Komunitas Tionghoa
Jateng Gayeng
Tahun Depan, Ganjar Targetkan Semua Daerah di Jateng Miliki Mal Pelayanan Publik
Tahun Depan, Ganjar Targetkan Semua Daerah di Jateng Miliki Mal Pelayanan Publik
Jateng Gayeng
Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler
Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler
Jateng Gayeng
LPG 3 Kg Tak Tepat Sasaran, Ganjar Dukung Pendistribusiannya Tertutup
LPG 3 Kg Tak Tepat Sasaran, Ganjar Dukung Pendistribusiannya Tertutup
Jateng Gayeng
Lewat Program Satu Desa Satu SKPD, Pemprov Jateng Entaskan Kemiskinan
Lewat Program Satu Desa Satu SKPD, Pemprov Jateng Entaskan Kemiskinan
Jateng Gayeng
Pembangunan Inklusif, Kunci Ganjar Turunkan Angka Kemiskinan Jateng
Pembangunan Inklusif, Kunci Ganjar Turunkan Angka Kemiskinan Jateng
Jateng Gayeng
Angka Kemiskinan Jateng Turun, Ganjar Tetap Belum Puas
Angka Kemiskinan Jateng Turun, Ganjar Tetap Belum Puas
Jateng Gayeng
Saat Menanam Pohon di Pegunungan Patiayam Kudus, Ganjar Diprotes Petani
Saat Menanam Pohon di Pegunungan Patiayam Kudus, Ganjar Diprotes Petani
Jateng Gayeng
SPP Digratiskan, SMAN 2 Pati Kembalikan Uang SPP ke Orang Tua Siswa
SPP Digratiskan, SMAN 2 Pati Kembalikan Uang SPP ke Orang Tua Siswa
Jateng Gayeng
Ganjar Pranowo Gratiskan SPP SMA/SMK/SLB Negeri di Jawa Tengah
Ganjar Pranowo Gratiskan SPP SMA/SMK/SLB Negeri di Jawa Tengah
Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kirim Bantuan untuk Korban Banjir DKI Jakarta
Pemprov Jateng Kirim Bantuan untuk Korban Banjir DKI Jakarta
Jateng Gayeng
 Ganjar Pranowo Undang 3.000 Pelajar untuk Demo Antikorupsi
Ganjar Pranowo Undang 3.000 Pelajar untuk Demo Antikorupsi
Jateng Gayeng
Penuhi 7 Kriteria, Ganjar Dinobatkan Sebagai Pembina Usaha Terbaik
Penuhi 7 Kriteria, Ganjar Dinobatkan Sebagai Pembina Usaha Terbaik
Jateng Gayeng
Ganjar Pranowo Sambut Baik Pemikiran Revolusioner Nadiem Makarim
Ganjar Pranowo Sambut Baik Pemikiran Revolusioner Nadiem Makarim
Jateng Gayeng