Strategi Jateng Turunkan Angka Kemiskinan Lewat Pendidikan

Mikhael Gewati
Kompas.com - Kamis, 5 September 2019
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menjadi inspektur upacara di SMK Jawa Tengah, Semarang.DOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menjadi inspektur upacara di SMK Jawa Tengah, Semarang.


KOMPAS.com
– Pada periode kedua kepemimpinannya, Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjkar Pranowo bersama Wakil Gubernur Taj Yasi berupaya mengentaskan kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak Maret 2014 hingga Maret 2019 angka kemiskinan di Jateng turun dari 4.836.450 jiwa menjadi 3.743.230 jiwa.

Meski turun, Ganjar mengaku belum puas. Ia dan Taj Yasi akan menggunakan jalur pendidikan untuk menurunkan lagi angka kemiskinan di Jateng. 

Langkah Pemerintah Provinsi Jateng memakai jalur pendidikan itu diilhami dari keberhasilan SMK Jawa Tengah menghasilkan tenaga kerja terampil, sehingga mendapatkan gaji tinggi di perusahaan besar. 

“Lulusan-lulusan SMK Jawa Tengah gajinya Rp 9 juta-Rp 25 juta lho. Mereka dari keluarga miskin 100 persen, maka otomatis dengan gaji segitu strata ekonomi keluarganya langsung terangkat,” jelas Ganjar di Semarang, seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: SMK Jawa Tengah Gelar Pendidikan Karakter

SMK Jawa Tengah yang kini baru ada tiga unit di Semarang, Purbalingga, dan Pati, akan dikembangkan. Tahun 2020 telah dianggarkan pembangunan untuk 15 SMK boarding school khusus siswa miskin.

Di sekolah itu, seluruh siswa akan gratis biaya pendidikan, buku, seragam, praktikum serta diasramakan dengan pemenuhan seluruh kebutuhan hidup.

“Kami pusatkan di 15 kabupaten yang masih kategori miskin di Jawa Tengah,” tegas Ganjar.

Tahun depan pula, Jateng memulai program sekolah gratis. Meski ketinggalan dari Jawa Timur yang sudah memulai sejak tahun ajaran 2019, namun Jateng boleh berbangga karena gaji guru honorer SMA/SMK sudah setara Upah Minimal Kabupaten atau Kota (UMK).

“Kami memang mulai dari tenaga pendidik dulu agar sejahtera, maka guru honorer harus UMK. Tahun depan seluruh siswa SMA/SMK gratis biaya pendidikan,” katanya.

Baca juga: Siapkan Anggaran Rp 1 Triliun, Jateng Siapkan Sekolah Gratis pada 2020

Ganjar telah mengkalkulasi setidaknya butuh Rp 1,6 triliun untuk membiayai pendidikan gratis. Program ini pun telah ia sampaikan di hadapan 120 anggota DPRD Jateng periode 2019-2024 yang baru dilantik Selasa (3/9/2019).

“Saya minta teman-teman DPRD ini untuk ikut mendukung politik anggaran pendidikan, kita pastikan tahun ajaran depan siswa SMA/SMK dan SLB bebas SPP,” kata dia.

Menurut Ganjar, jika biaya pendidikan di-cover pemerintah, maka satu beban hidup warga miskin berkurang. Uangnya bisa digunakan menutup kebutuhan lain.

Selain program tersebut, lanjut Ganjar, tahun ini pihaknya juga menggenjot program beasiswa 10.000 siswa miskin, Jamkesda 901.770 jiwa, bantuan tunai untuk 12.764 warga nonproduktif, pembangunan 25.000 rumah layak huni, sambungan listrik murah 15000 kepala keluarga, dan jambanisasi 10.000 kepala keluarga.

“Per Maret 2019 posisi kemiskinan kita di 10,8 persen, tahun 2020 kami targetkan 9,8 persen,” tegas Ganjar.

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Jateng Jadi Provinsi Paling Informatif, Ganjar Beberkan Kunci Suksesnya
Jateng Jadi Provinsi Paling Informatif, Ganjar Beberkan Kunci Suksesnya
Jateng Gayeng
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu karena Satgas Pusat Telat Input Data
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu karena Satgas Pusat Telat Input Data
Jateng Gayeng
Manfaatkan Pemasaran Digital, UKM Jateng Dituntut Harus Kuasai Teknologi
Manfaatkan Pemasaran Digital, UKM Jateng Dituntut Harus Kuasai Teknologi
Jateng Gayeng
Jateng Gelar UKM Virtual Expo II Khusus UMKM Fesyen
Jateng Gelar UKM Virtual Expo II Khusus UMKM Fesyen
Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Provinsi Inovatif, Ganjar: Kreasi, Riset dan Inovasi Jadi Kebiasaan Kami
Jateng Raih Penghargaan Provinsi Inovatif, Ganjar: Kreasi, Riset dan Inovasi Jadi Kebiasaan Kami
Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Jadi Profil Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Terbaik Sektor Pemerintah 2020
Pemprov Jateng Jadi Profil Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Risiko Terbaik Sektor Pemerintah 2020
Jateng Gayeng
Sosialisasikan Tabungan Simpel di Jateng, Ganjar Manfaatkan Program Gubernur Mengajar
Sosialisasikan Tabungan Simpel di Jateng, Ganjar Manfaatkan Program Gubernur Mengajar
Jateng Gayeng
Angka Kematian dan Kasus Covid-19 Jateng Menurun, Begini Respons Ganjar
Angka Kematian dan Kasus Covid-19 Jateng Menurun, Begini Respons Ganjar
Jateng Gayeng
15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa
15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa
Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Lewat Pendataan Digital, Pemprov Jateng Raih Penghargaan TPID
Kendalikan Inflasi Lewat Pendataan Digital, Pemprov Jateng Raih Penghargaan TPID
Jateng Gayeng
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa "Nyambi" Kerja
Jateng Gayeng
Pakar Pendidikan Puji Program Sekolah Virtual Ganjar Pranowo
Pakar Pendidikan Puji Program Sekolah Virtual Ganjar Pranowo
Jateng Gayeng
Temui Serikat Pekerja dan Buruh, Ganjar Pranowo Diskusi Terkait UU Cipta Kerja
Temui Serikat Pekerja dan Buruh, Ganjar Pranowo Diskusi Terkait UU Cipta Kerja
Jateng Gayeng
Ganjar Buka Ruang Aspirasi Selesaikan Polemik UU Cipta Kerja
Ganjar Buka Ruang Aspirasi Selesaikan Polemik UU Cipta Kerja
Jateng Gayeng
Terkait Penanganan Covid-19 di Jateng, Ganjar Minta DPR Bantu Persoalan
Terkait Penanganan Covid-19 di Jateng, Ganjar Minta DPR Bantu Persoalan "Reagen"
Jateng Gayeng