Ganjar Utus 30 Mahasiswa Jadi Agen Anti-korupsi

Kompas.com - 30/07/2019, 19:45 WIB
Kurniasih Budi

Editor

KOMPAS.com - Jonathan awalnya cuma iseng mendaftar pelatihan anti- korupsi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Ia merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Ilmu yang didapat dari ruang kuliah menjadi daya dorong untuk pemuda itu mendaftar pelatihan anti-korupsi, yang diselenggarakan KPK pada 27 dan 28 Juli 2019 di kampusnya.

Jonathan pun menjadi satu dari 30 peserta pelatihan anti-korupsi di UKSW, sebagaimana pernyataan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), Selasa (30/7/2019).

Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, dia pun mengikuti seminar nasional yang digelar pada Selasa (30/7/2019). Seminar itu menjadi penutup rangkaian acara pelatihan anti-korupsi.

Baca juga: Terapkan Pendidikan Antikorupsi, Gubernur Ganjar Banjir Apresiasi

Usai pelatihan, ia tak pernah membayangkan bakal dilantik sebagai agen pemberantasan korupsi Jawa Tengah oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Kaget, soalnya ini tidak direncanakan. Tapi memang benar begitu karena kalau hanya berteori tanpa praktek maka nonsen. Harus bisa memberikan perubahan pada bangsa untuk lebih baik. Sekecil apapun yang saya bisa lakukan, akan saya lakukan," kata dia.

Apalagi, materi pencegahan korupsi dalam pelatihan itu meliputi critikal thinking, pengertian korupsi, modus operandi, dan sosialisasi kepada masyarakat.

Satu di antara sekian materi yang melekat di benaknya adalah critical thinking, yakni soal keinginan yang berlebihan.

Jonatan memberi contoh, ketika mengurus perizinan usaha. Proses perizinan yang lumrahnya selesai dua hari, namun ada pihak yang menginginkan selesai dalam sehari.

Berangkat dari keinginan proses cepat itu, muncullah syarat "khusus" dari pemberi izin. Sementara itu, pihak pengurus izin pun berupaya memenuhi syarat tersebut.

"Itulah keinginan yang berlebihan. Makanya kita harus bertindak sewajarnya. Jangan ingin dilayani lebih dan jangan melayani lebih. Sewajarnya. Kami juga dilatih untuk sosialisasi yang sederhana untuk memberikan pemahaman minimal pada kawan dan tetangga," ujar dia.

Sasar milenial

Gubernur Ganjar berharap, Jonathan dan 29 peserta pelatihan lainnya mampu meningkatkan partisipasi masyarakat agar berani melaporkan praktik korupsi.

Para agen anti-korupsi Jateng tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai-rantai pencegahan korupsi di provinsi itu.

"Ini menarik karena yang melakukan mahasiswa. Di era yang milenial ini merekalah yang akan memenuhi di ruang medsos (media sosial) yang saya yakin akan menular pada sikap," kata Ganjar.

Apalagi, imbuh dia, sikap dasar mahasiswa adalah memberontak terhadap ketidakberesan.

Oleh karena itu, keberanian mahasiswa dan sikap kritisnya itulah yang jadi modal besar gerakan agen anti-korupsi.

"Saya rasa ini harus ditiru kampus-kampus lain. KPK punya banyak program untuk itu," kata Ganjar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik 30 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga sebagai agen anti-korupsi, Selasa (29/7/2019).Dok. Humas Pemprov Jateng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik 30 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga sebagai agen anti-korupsi, Selasa (29/7/2019).

Pemprov Jateng, ia melanjutkan, tengah menerapkan pendidikan anti-korupsi di sekolah-sekolah. Ada 23 SMA dan SMK yang dipilih sebagai sekolah percontohan penerapan kurikulum anti-korupsi.

Ia menjelaskan, gerakan itu didukung dengan pembentukan Komite Integritas dan Tunas Integritas Jateng.

“Penyuluhan anti-korupsi yang berafiliasi dengan KPK dan bersertifikat. Juga gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang merangkul Pramuka, Dharmawanita, dan PKK, materi integritas dengan mengundang pemateri dari KPK," ujar dia.

Selain itu, Ganjar mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jateng untuk berintegritas dengan tagline “Tetep Mboten Korupsi Mboten Ngapusi.”

Penerapan tagline tersebut tentu saja mesti dibarengi dengan keterbukaan informasi dan pelatihan kepala daerah.

"Hanya Jawa Tengah yang setelah pelantikan kepala daerahnya dikirim ke KPK untuk pendidikan anti-korupsi," kata dia.

Terkini Lainnya
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com