“Jateng in Fashion 2019," Dukung Potensi Besar Batik Jateng

Kompas.com - 12/05/2019, 17:12 WIB
ADW,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Provinsi Jateng menggelar acara ‘Jateng in Fashion 2019’.

Kolaborasi perdana bertajuk “Tradisi Pertiwi” itu diluncurkan dengan pagelaran busana di Gedung Graha Bhakti Praja, Sabtu (11/5/2019). Busana yang dipamerkan merupakan kreasi batik Jateng berupa baju muslim, gaun, hingga busana bergaya oriental.

Ketua Harian Dekranasda Jateng Peni Rahayu menjelaskan, gelaran itu bertujuan menggugah para perajin dan desainer batik agar berlomba-lomba meningkatkan nilai jual produk mereka.

Untuk itu, Pemprov Jateng mendorong pelaku UMKM dan desainer batik untuk tidak hanya menjual produk dalam bentuk selembar kain. Namun, benar-benar dirancang dengan cita rasa fashion yang apik.

Sebab, meski sangat potensial, nilai ekspor batik jateng masih kalah unggul dibanding provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

“Kerajinan batik maupun lainnya di Jateng saat ini masih menduduki peringkat keempat. Kami ingin kerajinan Jateng, khususnya batik, bisa ikut bersaing di kancah Indonesia,” ujar Peni yang juga Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jateng itu.

Potensi besar

Dia membeberkan, tak hanya batik Surakarta dan Pekalongan yang populer di kalangan konsumen. Batik khas dari daerah lain di Jateng pun tumbuh semakin pesat dan siap mencuri perhatian konsumen dengan ciri khasnya masing-masing.

Salah satu dukungan nyata yang diberikan Pemprov Jateng adalah dengan ketentuan pakaian kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Setiap Selasa, ASN diminta untuk mengenakan pakaian lurik atau tenun, sedangkan Rabu hingga Jumat mengenakan batik khas Jateng.

Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Jateng Rini Sri Puryono berpendapat, Jateng dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil batik dengan cita rasa seni yang sangat tinggi.

Selain karena akar budaya yang kuat, Jateng juga memiliki pengrajin batik yang sangat produktif dalam menghasilkan kain-kain batik dengan teknik dan ciri khas masing-masing kabupaten/kota.

"Acara Jateng In Fashion ini diharapkan menjadi agenda tahunan. Nantinya pun dapat menjadi event fashion yang setara dengan acara fashion nasional yang terlebih dahulu dilakukan oleh beberapa daerah, seperti Jakarta, Yogyakarta, Makassar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rini berharap, gelaran ini pun dapat memotivasi pengrajin batik agar mampu berkreasi dan memproduksi kain batik menjadi aneka produk siap pakai sebelum dijual, seperti pakaian hingga aneka aksesoris.

Desainer kondang asal Kota Semarang Ina Priyono menyambut baik penyelenggaraan Jateng in Fashion 2019. Pasalnya, Jateng memiliki lebih dari seratus desainer, namun yang aktif mengikuti peragaan busana baru sekitar 60 desainer.

"Kami berterima kasih kepada Pemprov Jateng karena dunia fashion kita di Jawa Tengah bisa terangkat dan menjadi tujuan wisata," ucapnya.

Selain Ina, sejumlah desainer asal Kota Semarang, Surakarta, Cilacap, Yogyakarta, dan Jakarta turut memeriahkan peragaan busana tersebut.

Sebagai informasi, event Jateng in Fashion 2019 akan dihelat pada 30 Agustus hingga 1 September 2019 mendatang di PRPP Jateng. Acara akan dimeriahkan dengan beberapa kegiatan, seperti pameran, karnaval, talkshow, workshop, serta runway fashion show.

Terkini Lainnya
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com