Ganjar Beberkan Kunci, Kenapa Jateng Raih Penghargaan PPD Terbaik

Kompas.com - 10/05/2019, 15:40 WIB
Alek Kurniawan,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.comJawa Tengah (Jateng) dinobatkan sebagai provinsi dengan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (PPD) terbaik 2019 oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas).

Dalam penilaiannya, ada tiga aspek yang menjadikan Jateng mengungguli 33 provinsi lainnya di Indonesia. Tiga hal itu adalah kualitas perencanaan, kinerja capaian, serta inovasi yang dilakukan dalam satu tahun terakhir. 

Untuk persentasenya, indikator penilaian dari sisi perencanaan memiliki persentase 40 persen, kinerja capaian 40 persen, dan inovasi sebesar 20 persen.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjelaskan konsep perencanaan pembangunan yang selama ini diterapkan Pemprov Jateng ternyata jadi senjata andalan untuk meraih penghargaan ini. 

Hal tersebut karena dalam hal perencanaan pembangunan di Jateng, Pemprov kerap melakukan jemput bola dengan program Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) keliling di enam eks Keresidenan secara bergilir. 

"Perencanaan kami memang yang paling berbeda, karena kami datang dari enam eks keresidenan. Kami mengajak partisipasi sebanyak-banyaknya masyarakat untuk ikut," ungkap Ganjar melalui rilis yang Kompas.com terima, Jumat (10/5/2019). 

Selain itu, lanjut Ganjar, kelompok-kelompok masyarakat didahulukan untuk menyampaikan usulan, yakni dari kelompok perempuan, kaum difabel, kelompok anak, dan forum OSIS.

Selain berburu usulan dengan keliling ke enam eks Keresidenan tersebut, masyarakat Jawa Tengah juga bisa memberi usulan pembangunan via elektronik, lewat situs, email, SMS, maupun media sosial.

Dengan dibukanya banyak kanal tersebut, tingkat partisipasi masyarakat Jawa Tengah dalam pembangunan dinilai sangat tinggi. 

"Hasilnya, perencanaan jadi partisipatif dan sesuai target. Selain itu juga berhasil menurunkan angka kemiskinan dan angka kematian ibu melahirkan," kata Ganjar. 

Baginya, pola seperti itu menjadi bagian yang mesti dipertahankan dan terus perbaiki.

"Hasilnya akan mendongkrak yang tidak baik jadi baik sehingga bisa memperbaiki kondisi masyarakat. Maka dari sisi perencanaan dan manajemen pengelolaan keuangan jadi terkontrol," katanya. 

Selain Pemerintah Provinsi Jateng, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung juga menerima penghargaan serupa.

Kota Lumpia Semarang menempati peringkat pertama pada tingkat pemkot dengan Perencanaan Pembangunan Daerah. Sementara itu, Kabupaten Temanggung menjadi terbaik kedua pada tingkat Pemkab. 

"Saya senang kali ini Jateng memborong. Kami harapkan ini jadi inspirasi kami dan kabupaten lain di Jawa Tengah untuk saling berbagi pengalaman bagaimana perencanaan yang baik itu," katanya. 

Jika sharing proses perencanaan tersebut dilakukan secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Jateng, Ganjar optimis pemerataan kemajuan bakal diperoleh.

Selain itu, target-target baik output dari pengerjaan program dan outcome-nya pun dapat tercapai.

"Alhasil, agregat perencanaan, pelaksanaan, dan inovasi akan menjadi perbaikan performa Jateng secara keseluruhan, misalnya dalam hal pengentasan kemiskinan dan penurunan angka ibu melahirkan," pungkas Ganjar.

Terkini Lainnya
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com