Kisah Imam Maskur dan Jumeri Menjadi Pemenang Lelang Jabatan di Pemprov Jawa Tengah

Kompas.com - 08/05/2019, 07:06 WIB
Alek Kurniawan,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com — "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini" barangkali menjadi ungkapan yang tepat untuk menggambarkan posisi Imam Maskur dan Jumeri saat ini.

Hal tersebut karena keduanya terpilih oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dalam lelang jabatan terbuka yang baru-baru ini telah diadakan.

Sebagai informasi, Camat Kedungbanteng di Kabupaten Tegal Imam Maskur dipercaya menjadi Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

Sementara itu, Jumeri yang semula berprofesi sebagai Kepala SMKN Bawen di Kabupaten Semarang kini didaulat memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng.

“Saya sendiri juga masih tidak percaya dengan hal ini. Apalagi, dengan para pesaing yang hebat-hebat, ada profesor dan doktor, tapi saya yang dipilih oleh Gubernur menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Jumeri sesuai rilis tertulis yang Kompas.com terima, Selasa (7/5/2019).

Pria kelahiran Boyolali pada 56 tahun lalu ini mengatakan, awalnya ia mendengar adanya lelang jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari grup WhatsApp komunitas kepala sekolah.

"Awalnya tidak mau maju, tapi karena dorongan teman-teman, saya akhirnya maju juga. Ya hitung-hitung mewakili aspirasi teman-teman seperjuangan,” ungkapnya lagi.

Dengan bekal pengalaman sebagai guru dan kepala sekolah serta pengalaman di bidang pendidikan lain, Jumeri mantap mengikuti seleksi dari awal hingga akhir dengan lancar.

Sampai akhirnya, ia masuk tiga besar kandidat yang lolos dan namanya pun akhirnya terpilih oleh Gubernur Jateng untuk dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin (6/5/2019).

"Senang dan bangga sekali, semoga bisa melaksanakan amanah ini dengan baik. Saya ingin membawa perubahan untuk kebaikan pendidikan di sini, khususnya soal integritas,” katanya.

Saat ditanya mengenai peluang terpilihnya dia sebagai sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri mengatakan itu adalah penilaian obyektif dari tim panitia seleksi dan penilaian subyektif dari Gubernur Jawa Tengah.

Namun, dirinya juga meyakini bahwa pengalamanlah yang membuatnya terpilih.

Hal senada disampaikan Imam Maskur, Camat Kedungbanteng di Kabupaten Tegal, yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Kesra Pemprov Jateng.

"Alhamdulillah saya dipercaya mendapatkan amanah yang sangat luar biasa berat ini. Ini merupakan kesempatan kepada saya untuk mewakafkan diri kepada masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Imam mengatakan bahwa dirinya akan langsung bekerja keras untuk membantu Gubernur Jateng dalam mewujudkan visi dan misinya.

Hal yang akan segera dilakukannya adalah dengan membuat sistem informasi terpadu terkait hibah Pemprov Jateng kepada masyarakat.

"Menurut laporan dari Wakil Gubernur, hibah selama ini sedikit kurang sinkron di lapangan. Untuk itu kami akan membuat sistem informasi terpadu terkait pengelolaan dana hibah dari provinsi kepada masyarakat luas,” ucapnya.

Disinggung terkait kontrak kerja selama setahun, Jumeri dan Imam Maskur mengatakan tidak masalah dengan kontrak tersebut. Keduanya menegaskan akan bekerja semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

"Kalau memang nanti kami dirasa tidak mampu oleh bapak Gubernur, kami siap mengundurkan diri,” kata keduanya.

Terkini Lainnya
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com