Juarai Asian BMX Championship, 3 Pebalap Ini Bertemu Gubernur Ganjar

Kompas.com - 06/05/2019, 17:21 WIB
Mikhael Gewati

Editor

KOMPAS.com - Nama Jawa Tengah kembali harum di dunia olahraga. Ini karena Tiga Srikandi belia asal Temanggung berhasil menjuarai Asian BMX Championship di Malaysia pada 13 April lalu menjadikan Jateng disorot dunia.

Tiga Srikandi tersebut adalah Rosida Stelina Ramadhani, Amelia Nur Syifa dan Nadifa Aisya Najwa. Pada ajang tersebut, Rosida berhasil membawa pulang medali perunggu, Amelia membawa medali perak dan Nadifa berhasil membawa pulang medali emas.

Hebatnya ketiga Srikandi itu masih berusia belia. Rosida masih duduk di kelas 2 SMP, Amelia di kelas 1 SMA dan terkecil adalah Nadifa yang masih duduk di kelas 2 SD.

Karena prestasi itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara khusus mengundang mereka ke ruang kerjanya, di Semarang, Senin (6/5/2019).

Selain memberikan ucapan selamat, Ganjar juga memberikan uang penghargaan atas prestasi yang mereka raih.

"Selamat, kalian luar biasa. Masih kecil tapi sudah membuat bangga orang tua dan membuat bangga Pak Gubernur," kata Ganjar seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan itu, banyak candaan yang dilontarkan Ganjar kepada Nadifa, si mungil berusia delapan tahun asal Temanggung yang berhasil membawa medali emas.

Kepada siswi kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhlas Temanggung itu, Ganjar bertanya banyak hal terkait prestasinya, disertai gurauan dan candaan.

"Sudah sering juara ya? Kalau naik sepeda pasti sering jatuh ya? pantes itu giginya ompong begitu," canda Ganjar disambut tawa Nadifa dan teman-temannya.

Kepada Ganjar, Nadifa mengatakan sudah sering mengikuti ajang perlombaan di tingkat nasional. Sudah puluhan medali ia bawa pulang baik tingkat nasional maupun internasional.

"Sejak 2015 sudah sering lomba BMX. Memang senang dengan sepeda, besok kalau besar pengen jadi pembalap sepeda," kata Nadifa polos.

Sistem informasi atlet

Bertemu dengan ketiganya, Ganjar mengaku sangat senang dan bangga atas prestasi yang telah diraih oleh para atlet asal Jateng tersebut.

Dia meminta kepada semua pihak, khususnya dari Dinas Kepemudanaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) ataupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng melakukan tindakan-tindakan dalam peningkatan prestasi atlet.

"Yang diperlukan sekarang adalah membuat satu sistem informasi atlet. Kami sudah menyampaikan ke Koni terkait hal ini, karena sampai saat ini masih banyak keluhan dari para atlet kita," kata Ganjar.

Selain itu, lanjut dia, anak-anak berprestasi di bidang olahraga ini harus dilindungi. Mereka harus dibina, diawasi dan dipantau untuk disiapkan mengikuti ajang perlombaan yang lebih besar lainnya.

"Jangan sampai karena tidak diperhatikan, dibeli oleh daerah lain. Saya tadi terharu, ada orang tua atlet yang tidak mau anaknya dibeli provinsi lain karena cinta pada Jawa Tengah," paparnya.

Persoalan jual beli atlet, kata Ganjar, memang menjadi tantangan tersendiri. Untuk mencegah hal itu, pihaknya sudah memberikan langkah-langkah untuk memberikan insentif kepada para atlet Jateng, seperti pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya.

Di bidang pendidikan, Ganjar menerangkan bahwa Pemprov Jateng telah menjalin kerjasama dengan beberapa universitas dan sekolah kedinasan untuk menampung para atlet berprestasi tersebut. Sementara di bidang pekerjaan, pihaknya juga sudah menyiapkan BUMD kita untuk menampung.

"Bahkan saya meminta dan Presiden sudah setuju, mereka yang berprestasi dapat diangkat jadi PNS. Saya kira itu terobosan bagus untuk memberi harapan dan reward untuk mereka agar mereka semangat," pungkasnya.

Terkini Lainnya
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com