Cara Ganjar Pranowo Melayani Masyarakat Jawa Tengah

Kompas.com - 13/03/2019, 14:53 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com - Peko (45), seorang penyandang disabilitas asal desa Tambakboyo, Kecamatan Reban Kabupaten Batang, tak bisa menutupi rasa senang di wajahnya.

Usaha kecilnya memproduksi kerajinan mobil-mobilan mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk memfasilitas pengadaan sarana yang dibutuhkan.

Awalnya, Peko didampingi Kepala Desa Samsudin berkesempatan melakukan video conference dengan Ganjar pada acara Musyawarah perencanaan pembangunan wilayah (Musrenbangwil) se-eks Keresidenan Pekalongan di Kabupaten Batang, Rabu (13/3/2019).

Dalam kesempatan itu, Peko meminta bantuan kepada Ganjar berupa mesin kompresor dan mesin amplas untuk mendukung produksinya membuat mobil-mobilan dari kayu.

"Selama ini saya mengerjakannya manual pak, kalau dapat mesin itu saya pasti bisa membuat lebih banyak. Selama ini sebulan hanya 10 unit saja," ucap penyandang tunadaksa itu dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (13/3/2019).

Peko juga menunjukkan replika truck buatannya kepada Ganjar. Detil dan bentuknya sangat bagus dan menyerupai truck aslinya. Hla itu membuat Ganjar kepincut dan langsung memesannya.

"Bisa buat yang kecil ndak pak? Kalau bisa saya tolong dibuatkan. Nanti dikirim ke rumah saya, (saya) beli. Silakan buatkan yang banyak, nanti saya bantu promosikan," kata Ganjar.

Ganjar pun mengatakan siap membantu Peko dalam penyediaan sarana prasarana penunjang yang dibutuhkan. Namun sebelum itu, ia ingin agar dirinya mendapatkan contoh produk yang dihasilkannya itu.

"Tenang, nanti saya bantu. Ini yang ada di belakang saya sudah bisik-bisik, pasti kami bantu. Tapi saya dibuatkan dulu ya pesanannya, kalau sudah dikirim ke rumah saya, maka akan langsung saya kirimkan alatnya," ucap Ganjar disambut tawa bahagia dari Peko dan seluruh peserta Musrenbangwil.

Selain kepada Peko, sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat dalam Musrenbangwil tersebut juga hampir semuanya langsung direspons Ganjar. Seperti misalnya ada permintaan seorang siswa bernama Inayatun Farida yang meminta bantuan alat produksi untuk mengubah susu menjadi yogurt di sekolahnya.

"Hari ini kamu langsung bilang ke Kepala Sekolahmu, suruh buat pengajuan ke saya, nanti saya bantu," kata Ganjar.

Banyak pula usulan masyarakat lain yang ditanggapi Ganjar secara langsung. Saat Musrenbangwil di eks Karesidenan Banyumas lalu, Ganjar juga mendapat keluhan warga tentang banyaknya judi togel.

Dalam kesempatan itu pula, Ganjar langsung memerintahkan Kapolres Purbalingga untuk meringkus semua bandar togel tersebut.

"Memang ada beberapa persoalan dan keluhan masyarakat itu yang harus cepat diselesaikan. Kalau memang bisa cepat, kenapa harus menunda-nunda," kata Ganjar.

Ia juga meminta Bupati-Wali Kota di seluruh wilayah Jateng untuk dapat merespons cepat semua persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Manajemen sistem penyelesaian keluhan itu harus dilakukan dengan baik, agar masyarakat merasa terlayani.

"Kalau bisa langsung diselesaikan, maka langsung, jangan menunda-nunda. Tapi kalau memang perlu anggaran besar dan perencanaan matang, maka itu harus dilakukan. Satu hal yang paling penting adalah adanya kepastian bahwa masyarakat terlayani. Cara-cara inilah yang sebenarnya menjadi tujuan kami semua ada," tutupnya.

Terkini Lainnya
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com