Ganjar Pamerkan Hasil Karya Difabel Jateng Masuk Hotel Berbintang

Kompas.com - 21/02/2019, 18:24 WIB
Auzi Amazia Domasti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memamerkan karya penyandang disabilitas dari Roemah Difabel Semarang. Karya tersebut merupakan pengharum ruangan berbentuk replika Warak Ngendog yang dipajang di hotel bintang empat Patra jasa.

"Hasil karya penyandang disabilitas masuk hotel bintang 4," tulis Ganjar di salah satu linimasanya, Kamis (21/2/2019).

Tulisan itu disertai foto berupa replika Warak Ngendog yang terbuat dari akar kayu wangi dan juga berfungsi sebagai pengharum ruangan.

"Hasil karya Roemah Difabel jadi souvenir di suite room Patra Jasa Hotel," tulisanya yang juga mendapat like dan komentar dari ratusan followersnya.

Baca jugaDukung Peyandang Disabilitas, Ganjar Pakai Batik Karya Siswa SLB

Ternyata, hasil karya penyandang disabilitas dari Roemah Difabel Semarang tidak hanya replika Warak Ngendog. Ada ratusan kerajinan lainnya yang dibuat oleh penyandang disabilitas dii rumah sekaligus tempat belajar yang terletak di Jalan MT Haryono Kota Semarang.

Ada kerajinan kain batik, baju, sulam pita, tas, sandal hotel, lukisan,dan dompet. Semua barang tersebut merupakan karya teman-teman difabel dan telah dipasarkan tidak hanya di Indonesia, namun juga di dunia internasional.

Hasil karya replika Warak Ngendog yang dipamerkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun media sosialnya.twitter Hasil karya replika Warak Ngendog yang dipamerkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun media sosialnya.
Founder dan Inisiator Roemah Difabel B Noviani Dibyantari mengatakan bahwa pemasaran karya-karya tersebut dilakukan juga secara online.

"Jadi, pemesannya tidak hanya dari dalam negeri. Selain di sejumlah hotel berbintang, karya anak-anak ini banyak yang dipesan dari luar negeri seperti Australia, Belanda, Jerman dan sebagainya," kata Noviani, Kamis (21/2/2019) seperti dalam keterangan tertulisnya.

Selain mengajarkan keterampilan membuat hasil kerajinan tangan, Roemah Difabel juga mengajarkan kemampuan lain, seperti bahasa Inggris, pelatihan komputer, pembuatan telur asin, musik, seni lukis, penulisan, dan fotografi.

"Ada sekitar 50-an anak didik kami dari beragam penyandang disabilitas di Jawa Tengah ini. Mereka kami tampung untuk kami berikan pelatihan kerajinan tangan, skill dan ilmu pengetahuan agar mereka bisa mandiri," jelasnya.

Apresiasi

Perlu diketahui, semua pelatihan yang lakukan Roemah Difabel adalah untuk mewadahi para penyandang disabilitas berkarya. Noviani pun meyakini kalau mereka bisa berdaya jika diberikan kesempatan dan masyarakat pun bisa mengapresiasi karya mereka.

Maka dari itu, Noviani mengatakan, apa yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merupakan contoh yang sangat bagus. Sebagai seorang pemimpin, Ganjar sudah memberikan contoh bagaimana peduli dan mengapresiasi karya difabel.

"Upaya gubernur luar biasa, karena beliau sangat peduli sekali dengan penyandang disabilitas. Bagi kami, itu sebuah kebanggaan luar biasa, yang makin membuat sahabat difabel semangat untuk terus berkarya, sehingga produk yang dihasilkan semakin baik dan mampu bersaing di dunia luar," ujarnya.

Baca juga: Di Depan Ganjar, Penyandang Disabilitas Keluhkan Kantor Pemkab Kudus

Sebagai informasi, pendirian Roemah Difabel sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Di tempat inilah para sahabat difabel seperti penyandang Autis, Tuna Daksa, Tuna Grahita, Tuna Rungu dan sejumlah penyandang disabilitas intelektual dididik untuk berkreasi dan berinovasi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Salah satu penyandang difabilitas di Roemah Difabel Semarang, Ana Octavia mengatakan, sebenarnya difabel memiliki potensi yang luar biasa dalam berkarya.

Namun sayang, selama ini banyak penyandang disabilitas kesulitan mendapatkan tempat dan apresiasi.

"Di Roemah Difabel Semarang ini saya merasa senang sekali, karena apa yang menjadi minat saya dan teman-teman dapat tersalurkan. Selain soal skill dan keterampilan, kami juga mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa," tuturnya.

Di Roemah Difabel tersebut, Ana yang menderita lumpuh tersebut diajari banyak hal, termasuk komputer. Karena keahliannya dalam bidang komputer, ia dipercaya sebagai marketing produk-produk Roemah Difabel di dunia maya.

"Saya sehari-hari mengelola Instagram RD Olshop, yang menjual produk-produk kami kepada masyarakat," tuturnya.

Terkini Lainnya
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com