Sah, Jateng Jadi "Pilot Project" Penyaluran KUR Peternakan Rakyat

Kompas.com - 06/12/2018, 17:00 WIB
Mikhael Gewati

Editor

KOMPAS.com – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dijadikan pilot project nasional untuk program Kredit Usaha Rakyat ( KUR) khusus bagi peternakan rakyat. KUR tersebut merupakan program dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Konsep KUR khusus peternakan rakyat di Wonogiri Jateng ini yang akan kami jadikan role model nasional," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution saat peluncuran KUR khusus peternakan rakyat di Desa Kebonagung Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/12/2018), seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Dengan adanya penyaluran KUR khusus peternakan rakyat ini, lanjut Darmin, penyaluran KUR di Indonesia akan semakin meningkat tiap tahunnya. Sebab selama ini, bidang tersebut belum dilayani oleh perbankan.

"Tahun ini saja sampai Oktober penyaluran KUR mencapai Rp 113 triliun. Dengan adanya KUR khusus peternakan rakyat ini, saya yakin penyaluran KUR kita akan semakin meningkat dan tahun depan saya prediksikan bisa mencapai Rp140 triliun," terangnya.

Sektor pertanian, peternakan dan industri kecil yang dapat berproduksi lanjut Darmin memang akan terus di dorong.

Untuk itu, ia meminta kepada semua bank penyalur KUR agar mempermudah penyaluran kepada masyarakat. Bukan mencari-cari alasan agar masyarakat gagal mendapatkan KUR, harus dibantu.

Darmin juga berterimakasih kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang telah mendorong penyaluran KUR dengan sangat baik. Bahkan, penyaluran KUR Jateng kata dia merupakan tertinggi nasional.

"Dari total Rp113 triliun KUR nasional tahun ini, Jateng dapat menyalurkan Rp20,4 triliun atau 17,5 persen," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, sebenarnya Jateng memiliki beberapa titik sektor peternakan yang sudah siap. Mereka sudah terbentuk, dilatih dan berjalan cukup lama.

"Dulu bantuan 20 sapi sekarang sudah jadi 90 an sapi, ini bukti bahwa usaha peternakan rakyat yang kami bina berjalan baik," ucapnya.

Wonogiri, lanjut Ganjar, memang akan dijadikan sebagai sentra peternakan rakyat yang dibantu dengan KUR. Ia pun membenarkan jika nantinya Wonogiri akan menjadi model untuk pengembangan KUR khusus peternakan di Indonesia.

"Selain pemberian KUR, kami sudah kerja sama dengan banyak pihak termasuk dari Australia tentang bagaimana cara beternak yang baik, cara manajemen dan pakan yang baik, cara memasarkan dan sebagainya. Artinya, setelah akses permodalan beres dengan KUR ini, dengan kerja sama pihak luar negeri ini maka bisnis peternakan Jawa Tengah akan semakin baik," tutupnya.

Sementara itu, salah satu penerima KUR khusus peternakan rakyat, Wahyudi mengaku senang mendapat bantuan modal tersebut. Dengan bantuan itu, ia dapat menambah jumlah sapi yang dipeliharanya.

"Selama ini hanya punya tiga ekor, dengan bantuan modal ini nanti akan saya belikan sapi lagi," ujarnya.

Hal senada diutarakan Gilimarto. Warga Kelurahan Semagar Wonogiri ini juga mengaku senang. Ini karena KUR tersebut tidak hanya modal, namun diberikan pendampingan tentang cara beternak yang baik.

"Mudah-mudahan ini awal untuk kehidupan kami rakyat kecil ini semakin sejahtera," tutupnya.

Dalam peluncuran KUR khusus peternakan rakyat, selain Menko Perkonomian dan Gubernur Jateng hadir pula sejumlah pejabat lain.

Seperti Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir, Wakil Bupati Wonogiri, Edi Santosa dan pejabat lain. Hadir pula sejumlah Direktur Perbankkan yang berada di bawah naungan BUMN.

Terkini Lainnya
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com