Ini Harapan Ganjar agar Klaten Bangkit dari Keterpurukan

Kompas.com - 27/11/2017, 18:08 WIB
Josephus Primus

Penulis

KLATEN. KOMPAS.com - Usai melantik Bupati Klaten Sri Mulyani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan harapannya agar Klaten bangkit dari keterpurukan. (Baca: Divonis 11 Tahun Penjara, Bupati Klaten Menangis di Ruang Tahanan)

Sri Mulyani, hari ini, resmi menggantikan pejabat lama Sri Hartini yang diberhentikan lantaran terlibat dalam kasus korupsi jual-beli jabatan. "Saya ingin Bupati Sri Mulyani benar-benar menerapkan reformasi birokrasi dan mengedepankan asas pemerintahan yang baik," kata Ganjar.

"Klaten harus bangkit. Ini titik awal Klaten berbenah dan berjuang mengejar ketertinggalan dari daerah lain karena luka masa lalu," kata Ganjar.

Tak hanya itu, Ganjar juga berpesan supaya Sri Mulyani harus belajar dari kesalahan pendahulunya itu. Pihaknya mendorong agar selama memimpin Sri Mulyani mampu kembali membangun integritas dan menata sistem yang ada.

"Apalagi bupati yang baru sudah menandatangani pakta integritas. Jadi saya harap itu benar-benar diwujudkan selama memimpin, tidak hanya sekedar tanda tangan," tegas dia.

Transparansi

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta Sri Mulyani menerapkan transparansi dalam kepemimpinannya. Semua data dan informasi pemerintahan harus disampaikan secara terbuka kepada publik.

"Bisa melalui website, bisa melalui media sosial atau cara-cara lain. Harus benar-benar transparan agar masyarakat juga bisa melakukan pengawasan," tegasnya.

Ganjar mewanti-wanti agar kasus jual beli jabatan atau kasus apapun yang melangar hukum dapat dihindari. Ia ingin agar Klaten bangkit dan kembali menjadi daerah yang maju dengan berbagai keunggulannya. "Saya yakin Klaten bisa. SDM Klaten bagus-bagus, Klaten juga punya pemberdayaan masyarakat yang bagus yakni desa wisata Umbul Ponggok yang menjadi percontohan nasional dan dunia," pungkas Ganjar.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku siap menjalankan pemerintahan Klaten lebih baik lagi. Ia mengaku akan melakukan reformasi birokrasi dan menerapkan pemerintahan yang baik sampai akhir periode. "Insyaalah, nanti saya akan menjadikan Klaten bangkit dari keterpurukan masa lalu," kata dia.

Terkait jual beli jabatan, Sri Mulyani mengaku tidak akan terjadi selama ia memimpin. Nantinya, semua proses perekrutan pejabat akan menggunakan mekanisme yang ada.

"Saat ini ada 80 lebih jabatan yang kosong di lingkungan Kabupaten Klaten. Nanti akan kami lakukan perekrutan secara transparan dan tidak akan menolelir adanya praktik-praktik korupsi," demikian Sri Mulyani. (KONTRIBUTOR JAWA TENGAH/ANDI KAPRABOWO)


Terkini Lainnya
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi

Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi "Magnet" Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,37 Persen

Jateng Gayeng
Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Jateng Gayeng
Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Jateng Gayeng
Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi dan Hunian Tetap

Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi dan Hunian Tetap

Jateng Gayeng
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com