Film "Before, Now & Then" Kenalkan Bahasa Sunda, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Rabu, 19 Oktober 2022
Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) Ridwan Kamil dalam acara menonton film Before, Now and Then (Nana) di XXI Cihampelas Walk, Selasa (18/10/2022).
DOK. Humas Pemprov Jabar Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) Ridwan Kamil dalam acara menonton film Before, Now and Then (Nana) di XXI Cihampelas Walk, Selasa (18/10/2022).

KOMPAS.om – Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) Ridwan Kamil mengapresiasi penayangan film Before, Now & Then (Nana) yang menggunakan dialektika bahasa Sunda.

"Hari ini kita menyaksikan dan merayakan sebuah peristiwa bersejarah. Disebut bersejarah karena film pada era hari ini berbahasa daerah, khususnya berbahasa Sunda yang hasilnya luar biasa," kata Ridwan, dikutip dari keterangan persnya, Selasa (18/10/2022).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan tersebut usai menonton film Before, Now & Then (Nana) di XXI Cihampelas Walk, Selasa.

Menurunnya, penggunaan bahasa daerah (Sunda) menjadi suatu gebrakan nyata dalam melestarikan kembali kebudayaan daerah.

"Di tengah gempuran makin melemahnya penggunaan bahasa ibu, kita punya medium berupa film yang membangkitkan lagi semangat kebudayaan, bahwa kita ini memang kaya dengan nilai-nilai identitas," ujarnya.

Baca juga: Angkat Tradisi Sunda, Film Before, Now & Then (NANA) Diputar Secara Khusus di Bandung

Kang Emil juga mengaku terharu ketika menonton film yang berlatarkan Indonesia era 60-an pascakemerdekaan itu.

Dia juga menilai, alunan musik dan gestur dari para pemerannya membuat emosi penonton ikut terbawa ke dalam suasana film.

"Secara sinematografi, sebagai moviegoers, saya juga sangat terharu. Sinematografinya, musiknya keren banget, saya apresiasi. Tanpa bicara pun, saya perhatikan emosinya mengalir karena faktor kualitas dari musikalnya juga luar biasa," paparnya.

Kang Emil menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jabar mendukung penuh pembuatan produksi film tersebut dari awal.

Baca juga: Before, Now & Then Masuk Rekor Muri sebagai Film Berbahasa Sunda Pertama di Indonesia

"Film ini didukung dari awal Pemprov Jabar. Kita support berbagai fasilitas karena memang saya sangat ingin tanah Jabar dijadikan lokasi-lokasi syuting,” katanya.

Menurutnya, hal itu menjadi komitmen nyata pemerintah dalam memajukan industri film Indonesia di kancah internasional.

“Mau konteks zaman dulu, bangunan heritage juga banyak di Bandung. Alamnya indah, semua ada, termasuk kampung yang masih karuhun di Ciptagelar," ungkap Kang Emil.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Benny Bachtiar menambahkan, tradisi budaya bisa mendunia apabila dikemas dengan konsep yang baik.

"Kita bisa membuktikan bahwa tradisi budaya itu bisa mendunia. Ini sejarah bagi masyarakat Sunda," ucap Benny.

Benny mengatakan, film Before, Now & Then Nana bisa menjadi momentum baik bagi pemerintah maupun sineas untuk lebih mengeksplorasi potensi sejarah lokal untuk diangkat menjadi sebuah karya.

Baca juga: Ifa Isfansyah Bawa Latar Sunda Tahun 1960 ke Film Before, Now & Then (Nana)

Apalagi, menurut Benny, banyak cerita dan legenda yang bisa diangkat menjadi sebuah film.

"Contoh, apa menariknya Upin Ipin? Tapi dikemas sedemikian rupa dengan pendekatan adat jadi lebih menarik. Kita kan ada legenda Lutung Kasarung, Nyi Roro Kidul. Itu kan ceritanya bisa diangkat dan bisa memperkaya nuansa budaya nasional," kata Benny.

Sementara itu, sutradara film Before, Now and Then (Nana) Kamila Andini mengatakan, penggunaan bahasa daerah merupakan bentuk eksplorasi budaya lokal di Indonesia.

"Saya selalu berusaha memakai bahasa lokal, juga mengeksplorasi budaya lokal di Indonesia. Di film ini kesempatan yang spesial dan sangat membahagiakan karena bicara tentang tanah dan akar budaya sendiri. Keluarga saya semua dari Jabar," sebutnya.

Untuk diketahui, film Before, Now and Then (Nana) berkompetisi dengan film lainnya di Festival Film Internasional Berlin ke-72 pada Februari 2022.

Baca juga: Berhasil Entaskan Desa Tertinggal di Jabar, Ridwan Kamil Raih Penghargaan dari Kemendesa PDTT

Before, Now and Then (Nana) berhasil menyabet berbagai penghargaan dan diapresiasi di 17 negara dengan 50 tempat berbeda.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan
Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan
jawa barat
Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?
Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?
jawa barat
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19
jawa barat
Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting
Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting
jawa barat
"Games", Upaya Jaga Kebersihan dengan Kearifan Lokal Lewat Cara Kekinian
jawa barat
Gelar Bandung West Java Art Festival, Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya
Gelar Bandung West Java Art Festival, Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya
jawa barat
Bertepatan dengan Batas Akhir ASO, Anugerah Penyiaran KPID Jabar 2022 Disebut Jadi Momentum Spesial
Bertepatan dengan Batas Akhir ASO, Anugerah Penyiaran KPID Jabar 2022 Disebut Jadi Momentum Spesial
jawa barat
Bapenda Jabar Optimis
Bapenda Jabar Optimis "Sambara" Akan Tingkatkan Penerimaan PKB 2022 Provinsi Ini
jawa barat
Bangun Museum Budaya Kampung Kranggan, Kang Emil: Tolong Warga Dicarikan Tanahnya, Saya yang Jadi Arsiteknya
Bangun Museum Budaya Kampung Kranggan, Kang Emil: Tolong Warga Dicarikan Tanahnya, Saya yang Jadi Arsiteknya
jawa barat
Santri Bisa Bekerja di Segala Sektor, Ridwan Kamil Sebut Jadi Ciri Khas Muslim Indonesia
Santri Bisa Bekerja di Segala Sektor, Ridwan Kamil Sebut Jadi Ciri Khas Muslim Indonesia
jawa barat
JQR Bantu Tukang Bubur yang Rawat Nenek 70 Tahun
JQR Bantu Tukang Bubur yang Rawat Nenek 70 Tahun
jawa barat
Peringati Maulid Nabi Muhammad, Atalia Ridwan Kamil Ajak Para Ibu Jadi Teladan bagi Masyarakat
Peringati Maulid Nabi Muhammad, Atalia Ridwan Kamil Ajak Para Ibu Jadi Teladan bagi Masyarakat
jawa barat
BUMD Jasa Sarana Bertemu Dubes Inggris Bahas Proyek Strategis Daerah
BUMD Jasa Sarana Bertemu Dubes Inggris Bahas Proyek Strategis Daerah
jawa barat
Film
Film "Before, Now & Then" Kenalkan Bahasa Sunda, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi
jawa barat
Berhasil Entaskan Desa Tertinggal di Jabar, Ridwan Kamil Raih Penghargaan dari Kemendesa PDTT
Berhasil Entaskan Desa Tertinggal di Jabar, Ridwan Kamil Raih Penghargaan dari Kemendesa PDTT
jawa barat