Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Kompas.com - 20/08/2025, 10:11 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Dalam momentum peringatan hari jadi Provinsi Jawa Barat ke-80, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat untuk menguatkan komitmen bersama membangun Jabar yang istimewa, lembur diurus kota ditata.

"Mari kita bersama membangun Jabar dengan paheuyeuk-heuyeuk leungeun paantay-antay tangan sareundeuk saigel sabobot sapihanean ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak. Semoga pembangunan di Jabar lembur diurus kota ditata adalah rangkaian lagu yang tidak pernah berakhir," ujar Dedi Mulyadi dalam siaran persnya, Rabu (20/8/2025).

 

Hal tersebut disampaikan KDM—sapaan Gubernur Dedi—dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar memperingati Hari Jadi Jabar ke-80 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jabar, Selasa (19/8/2025).

Rapat Paripurna Hari Jadi Jabar ke-80 ini terasa istimewa karena diadakan di Gedung Merdeka. Peserta rapat seluruhnya menggunakan pakaian adat Sunda, mulai dari para tokoh, anggota DPR-DPD RI, mantan Gubernur Jabar, bupati/wali kota se-Jabar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sampai para kepala desa/lurah.

Baca juga: Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

 

Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menjadi salah satu pembaca sejarah Jabar. Dalam kesempatan ini, KDM mengingatkan kembali bahwa tujuan bekerja membangun Jabar sebagai bentuk pengabdian untuk tatar Jabar.

Pengabdian tersebut dilakukan untuk menghilangkan kebodohan, mengangkat derajat orang miskin dan anak yatim sebagai sendi utama membangun kemakmuran bagi Jabar.

"Kerangka bijak inilah yang harus dibangun diantara kita. Kita membangun bukan untuk 5 tahun atau 10 tahun, dan bukan untuk kita tapi kita membangun untuk anak cucu kita," tuturnya.

"Apa yang kita titipkan untuk generasi Jabar ke depan kalau kita tidak punya nilai-nilai filosofi besar dan mendasar," tambah KDM.

Ia meyakini, perjalanan 6 bulan kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur (Wagub) Erwan adalah perjalanan yang baru meletakkan kerangka dasar, tetapi sudah terlihat hasilnya.

"Apa yang 6 bulan kami raih bukan hasil kami tapi hasil seluruh rakyat Jabar," kata KDM.

Baca juga: Kirab Budaya HUT Jabar: Dedi Mulyadi Tegur Rombongan Setda, Farhan Minta Warga Maklum

Sejarah pembentukan Provinsi Jabar tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2010 tentang Hari Jadi Provinsi Jabar. Perda tersebut menyatakan bahwa tanggal 19 agustus 1945 ditetapkan sebagai Hari Jadi Provinsi Jabar.

Usai rapat paripurna, peringatan Hari Jadi Jabar ke-80 dilanjutkan dengan kirab budaya yang diikuti 3.000 peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jabar. Kirab Budaya menampilkan keindahan kostum kerajaan, cerita rakyat, atraksi seni tradisional hingga makanan khas Jabar.

Kirab budaya bergerak mulai dari Gedung Merdeka hingga finis di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Kirab yang pertama kalinya digelar ini menampilkan aspek kebudayaan Jabar secara lengkap dengan menunjukkan keberagaman budaya dan kerajaan yang pernah berdiri di tanah Jabar oleh para kepala daerah. 

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com