Peran Pj. Gubernur Teguh dalam Kesuksesan Pelantikan Presiden dan Wapres

Kompas.com - 24/10/2024, 18:17 WIB
A P Sari

Editor

JAKARTA, KOMPAS.COM – Pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah berlangsung dengan sukses di Gedung Permusyawaratan Rakyat (MPR), Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). Namun, di balik kesuksesan itu, ada peran besar Penjabat (Pj.) Gubernur Provinsi Jakarta Teguh Setyabudi

Usai resmi dilantik sebagai Pj. Gubernur Provinsi Jakarta pada Jumat (18/10/2024), Teguh langsung meninjau persiapan pelantikan Presiden dan Wapres, termasuk kesiapan hotel-hotel tempat para tamu undangan menginap. Ia menilai, persiapan yang dilakukan sudah sangat baik.

“Kita harus pastikan Jakarta menjadi tuan rumah yang baik. Apalagi yang hadir adalah para tokoh negara sahabat. Saya mengajak semua pihak untuk sama-sama memberikan yang terbaik,” kata Teguh, seperti dikutip dari Beritajakarta.id, Sabtu (19/10/2024).

Tidak hanya mengecek kesiapan hotel untuk para tamu, Teguh juga memantau uji coba videotron yang berada di sejumlah lokasi, yaitu sepanjang rute dari kediaman presiden sampai Gedung MPR. Ia pun menyempatkan untuk melihat Panggung Rakyat yang berada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan M. H. Thamrin.

Baca juga: Adukan Kimberly Ryder, Edward Akbar Jalani Pemeriksaan di UPTD PPA DKI Jakarta

“Lokasi ini akan menjadi pusat berkumpul massa. Saya mengimbau agar warga Jakarta atau dari luar Jakarta yang datang untuk sama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan kota. Hal ini adalah tanggung jawab kita bersama,” jelas Teguh.

Selain persiapan acara, Teguh juga memastikan kebersihan dan ketertiban Jakarta akan tetap terjaga setelah pelantikan presiden.

Ia serta jajarannya mengerahkan sejumlah petugas kebersihan di berbagai titik strategis untuk membersihkan area. Instruksi ini dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta.

“Kebersihan adalah prioritas kami untuk menjadikan Jakarta kota yang nyaman dan indah. Pastinya besok akan bisa digunakan kembali untuk beraktivitas masyarakat,” ucap Teguh.

Kepala DLH Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto mengungkapkan, pihaknya telah menurunkan 600 personel untuk persiapan dan 800 personel saat acara berlangsung. Adapun personel difokuskan untuk bertugas di sekitar Gedung DPR/MPR, Istana Negara, Kawasan Monas, Jalan Thamrin-Sudirman, dan sekitar Bandara Halim Perdanakusuma.

Baca juga: Jaksa Agung Lantik Jaksa Agung Muda Pidana Militer dan Kajati Khusus DKI Jakarta

“Kami juga menyediakan sarana dan prasarana untuk menjaga kebersihan, seperti 45 unit road sweeper, 15 unit truk anorganik, 10 unit mini dump truck, 13 bus toilet, dan tempat sampah tambahan di area-area publik untuk memudahkan masyarakat menjaga kebersihan selama acara berlangsung,” tutur Asep.

Ia melanjutkan, pihaknya telah menyusun pula skema penanganan kebersihan dalam tiga tahap. yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pascaacara. Tahap persiapan sudah dilakukan sejak Kamis (17/10/2024) hingga Sabtu (19/10/2024), pembersihan dilakukan pada saat acara berlangsung (20/10/2024), dan pasca-acara pada Senin (21/10/2024) dan Selasa (22/10/2024).

“Harapannya, Jakarta tetap bersih dan nyaman bagi warga maupun tamu kenegaraan yang hadir. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh warga Jakarta yang berpartisipasi dalam acara ini agar turut menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya," ujar Asep.

Pj. Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi memastikan kondisi DKI Jakarta kembali bersih dan nyaman pascapelantikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Minggu (20/10/2024).DOK. Pemprov DKI Jakarta Pj. Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi memastikan kondisi DKI Jakarta kembali bersih dan nyaman pascapelantikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Minggu (20/10/2024).

Persiapan yang matang

Acara pelantikan presiden terpilih rupanya menarik perhatian masyarakat. Salah satunya adalah Ari yang menyaksikan langsung dari area Bundaran HI. Sejak mengetahui informasi dari berita, ia berniat untuk menyaksikan langsung iring-iringan Presiden Prabowo menuju Istana Negara.

Baca juga: Profil dan Rekam Jejak Teguh Setyabudi, Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Heru Budi

“Saya naik LRT ke Bundaran HI, karena sengaja mau melihat langsung Presiden Prabowo menuju Istana Negara. Sudah ada di sini sejak jam 10, Minggu (20/10/2024), takut ketinggalan,” kata Ari kepada Kompas.com, Rabu (23/10/2024).

Meski datang sebelum acara dimulai, Ari melihat banyak masyarakat yang sudah berkumpul di pinggir jalan. Namun, kendati sangat ramai, situasinya tetap kondusif, karena tim pengamanan yang sigap mengatur massa.

“Ramai sekali, tetapi memang kami diarahkan untuk menunggu (di pinggir jalan) dulu, karena Pak Prabowo belum jalan. Katanya, nanti dikasih tahu petugas kalau Pak Prabowo sudah mau berangkat ke Istana,” beber Ari.

Kesabaran Ari pun berbuah manis, karena dirinya menyaksikan langsung Presiden Prabowo masuk ke Istana. Menurutnya, selama acara berlangsung tidak ada gangguan. Jalanan tetap steril dan bersih, sehingga momen tersebut tidak terganggu apa pun.

Baca juga: Kisah Dede Wahyudi, Sosok Anggota Satpol PP DKI Jakarta yang Viral lantaran Jago Bahasa Inggris

“Saya salut dengan persiapan yang dilakukan. Meskipun banyak warga yang datang, jalanan tetap bersih dan bebas sampah. Memang dari tadi saya melihat banyak petugas kebersihan yang siap membersihkan sampah. Alhamdulillah, berlangsung meriah dan lancar,” papar Ari.

Tak jauh berbeda dengan Ari, Fitri juga sepakat bahwa acara berlangsung sangat baik. Ia yang ditunjuk untuk mewakili sekolahnya menyaksikan iring-iringan Presiden Prabowo dari area Monas

“Tidak ada briefing khusus, hanya diminta untuk menyaksikan pelantikan Presiden dari Monas dan mengikuti arahan dari petugas (protokoler) yang ada di sana,” ungkapnya. 

Ia salut melihat petugas kebersihan yang gercep membersihkan area dari sampah. Tak heran, sebab ia menyaksikan sangat banya petugas kebersihan, mulai dari area Bundaran HI hingga Monas.

“Petugas keamanan juga selalu siap mengamankan. Jadi, masyarakat tetap tertib sehingga acara berjalan lancar,” kisah Fitri.

Baca juga: DPRD DKI Jakarta: Tahun 2025 Ada Rp 1,7 Triliun buat Sekolah Swasta-Negeri Gratis

Bahkan, ketika acara selesai, petugas kebersihan langsung sigap membersihkan area yang tadinya dipadati masyarakat. Dalam sekejap, jalanan yang tadinya agak kotor menjadi bersih kembali.

“Tim kebersihan bertugas dengan baik. Saat saya pulang, area jalan dan trotoar yang ada di Monas sudah bersih kembali. Padahal, tadinya banyak warga duduk-duduk di situ, rentan kotor. Jalanan sudah bersih, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan yang lain,” tandas Fitri. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com