Dukung Revitalisasi SMK, Pj. Gubernur Heru Ingin Siswa-siswi Berkesempatan Luas

Kompas.com - 31/07/2024, 15:18 WIB
Mikhael Gewati

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Pejabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memuji karya siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Vokasi Fest 2024 di Lapangan Banteng, Sabtu (20/7/2024). Menurutnya, pelajar SMK berhasil menunjukkan kreativitasnya dan menghasilkan produk yang patut dibanggakan.

“Kegiatan Vokasi Fest menjadi media agar hasil produk dan inspirasi anak-anak SMK bisa tersalurkan dengan baik. Tentunya, kegiatan ini akan berdampak pada penguatan produk dalam negeri yang menjadi tujuan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Tadi saya lihat karya siswa SMK sangat baik,” kata Heru seperti dikutip dari Beritajakarta.com, Sabtu.

Festival ini, lanjutnya, dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi siswa SMK untuk praktik kerja lapangan. Sebab, siswa dapat langsung mengimplementasikan materi pembelajaran melalui hasil dan produk yang nyata.

Selain event yang mendorong kreativitas siswa, Pj. Gubernur Heru juga mengupayakan revitalisasi SMK, melalui kerja sama dengan Industri dan Dunia Kerja (Iduka) serta perguruan tinggi.

Baca juga: Fraksi Partai Demokrat Puji Heru Budi: Pengelolaan Keuangan Lebih Bijaksana

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta pun telah merancang program melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk menyelaraskan kompetensi kerja dengan kebutuhan industri.

Selain itu, Disdik Provinsi DKI Jakarta juga telah menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi, untuk lulusan yang ingin memperkuat kompetensinya di jenjang pendidikan lanjutan. Pelaksana Tugas (Plt.)

Kepala Disdik Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebutkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Iduka melalui berbagai perluasan program.

“Di antaranya, mempersiapkan dengan matang siswa SMK yang sesuai kebutuhan industri hingga siap direkrut saat lulus. Cara ini dilakukan melalui pemberian materi atau praktik keterampilan, agar mampu upskilling dan reskilling untuk meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebaruan keterampilan dan teknologi yang dibutuhkan industri,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (29/7/2024).

Disdik Provinsi DKI, lanjutnya, menggelar pula pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), untuk mempersiapkan lulusan SMK agar siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan di dunia industri.

“BLK diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan, khususnya yang belum memenuhi syarat, sebagai tenaga kerja terkait batas usia. Sehingga, selama masa tunggu setelah lulus, mereka tetap bisa mendapatkan pelatihan kompetensi dasar,” tutur Budi.

Baca juga: Heru Budi Kunjungi SDN 07 Cideng, Bagi-bagi Kotak Pensil dan Buku Tulis

Menurutnya, Disdik Provinsi DKI Jakarta pun menjalankan program Kelas Industri (Pesan Industri) untuk mendukung kehadiran jurusan dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Program ini tengah diperluas melalui perjanjian kerja sama Disdik Provinsi DKI Jakarta dengan industri, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Hingga awal tahun ini, terdapat 157 Kelas Industri di SMK yang ada di Jakarta. Sedang kami upayakan agar bisa ditambah jumlahnya,” jelas Budi.

Disdik Provinsi DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam menjalankan program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Tujuannnya agar tercipta link and match ekosistem dunia kerja dengan apa yang didapatkan siswa di pendidikan formal (SMK).

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya Disdik Jakarta dalam membangun optimisme lulusan SMK dan meningkatkan daya saing SMK dalam pendidikan lanjutan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Saat ini, sudah ada 70 SMK PK yang berada di 43 SMK Negeri dan 27 SMK Swasta.

“SMK PK sangat bermanfaat bagi siswa, terutama dalam penyediaan mesin-mesin produksi dan teknologi terbaru di dunia kerja. Diharapkan siswa dapat mempelajari dan menguasainya nanti,” ucap Budi.

Baca juga: Siswa SMA/SMK Bisa Coba Jadi Anggota DPR Selama 6 Hari, Ini Syaratnya

Sementara itu, untuk meningkatkan daya saing siswa serta lulusan SMK, Disdik Provinsi DKI Jakarta juga beradaptasi dengan mengikuti perkembangan dunia kerja.

Dalam bidang media, misalnya, Disdik Provinsi DKI Jakarta menghadirkan konsentrasi keahlian dengan mengikuti perkembangan industri ini. Misalnya, mengadakan jurusan broadcast hingga animasi serta konsentrasi di bidang bisnis dan pemasaran, desain komunikasi visual, perfilman, hingga bisnis digital.

“Dengan upaya-upaya ini, Disdik Jakarta pun berharap agar lulusan SMK bisa berdaya dan kalau bisa membuka peluang usaha sendiri yang berdaya saing sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, stigma di masyarakat yang menyebut bahwa lulusan SMK hanya untuk kalangan tertentu dan sulit mendapat kerja dapat dipatahkan,” papar Budi.

Perluas peluang karier

Program Disdik Provinsi DKI Jakarta untuk SMK dirancang agar membangun kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Salah satu lulusan SMK yang memanfaatkan dengan baik program tersebut adalah Ahmad.

Kepada Kompas.com, Senin (29/7/2024), Ahmad bersyukur memilih SMK, karena ternyata membuka peluang karier yang sangat besar. Meski banyak stigma negatif tentang SMK, ia mengaku tidak menyesal untuk bersekolah di sana.

“Awalnya memang memilih masuk SMK karena ingin cepat bekerja. Masuk jurusan perkantoran juga karena, kata orang, banyak dicari dan mudah dapat kerja,” papar Ahmad.

Ia masuk SMK pada Tahun Ajaran 2021/2022. Selama belajar, Ahmad tidak hanya menerima materi, tetapi juga pelatihan dan praktik yang diberikan dari sekolah, untuk mematangkan kemampuan dan mempersiapkan dirinya ketika sudah lulus.

“Sekolah mengadakan program persiapan kerja siswa agar siap memasuki dunia kerja. (Program ini) sangat membantu saya dalam memahami apa yang dibutuhkan oleh industri saat ini. Setelah ikut, saya jadi lebih siap dan merasa punya kemampuan yang baik,” beber Ahmad.

Baca juga: KJP Plus Cair Hari Ini, Disdik Jakarta Pastikan Verifikasi Data Penerima Tahap I Gelombang Kedua Rampung

Selain program persiapan kerja, sekolahnya pun membuka pelatihan tambahan agar siswa lebih siap menuju jenjang selanjutnya, seperti SMK PK yang memberikan pelatihan sertifikasi dari industri sesuai dengan jurusan.

“Saya juga mengikuti pelatihan di BLK yang sangat membantu saya agar lebih siap lagi untuk bekerja. Pihak sekolah juga rutin mengadakan kegiatan tambahan yang berkaitan dengan dunia kerja.” ungkap Ahmad.

Setelah lulus, ia mengikuti seleksi untuk bekerja di luar negeri. Dari situ, ia memilih untuk bekerja di perusahaan Jepang yang sudah menjalin kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya ikut tes dan wawancara dulu, lalu medical check-up untuk memeriksa kondisi kesehatan. Alhamdulillah, saya memenuhi syarat dan bisa ikut pelatihan,” urai Ahmad.

Pelatihan yang diikutinya berlangsung selama enam bulan. Tanpa dipungut biaya, ia memberi pelatihan bahasa Jepang, tata krama, dan kemampuan serta skill agar semakin siap bekerja.

“Selama pelatihan, saya tinggal di mes pelatihan. Memang belum menerima gaji, tapi apa yang saya terima di sini akan menjadi bekal untuk di Jepang nanti selama dua tahun. Jika tidak ada kendala, saya akan berangkat Desember tahun ini,” terang Ahmad.

Baca juga: Kisah Hamber, Lulusan SMK yang Kerja dari Rumah dan Digaji Dollar

Menurutnya, kesempatan berkarier setelah lulus SMK merupakan peluang yang sangat baik bagi siswa yang ingin segera bekerja. Karena itu, ia berharap, Disdik Provinsi DKI Jakarta dapat lebih mengoptimalkan program persiapan dan pelatihan kerja.

Ahmad telah merasakan banyak manfaat setelah lulus dari SMK. "Semoga program pelatihan bisa lebih sering dilakukan dan kuota bekerja di dalam dan luar negeri dari kerja sama pemerintah juga lebih banyak," tuturnya. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com