Amerika Serikat Lirik "Smart City" di Kota Semarang

Kompas.com - 21/02/2018, 18:23 WIB
Kurniasih Budi

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang mulai mengoperasikan situation room pada Senin (19/2/2018). Ruangan yang merupakan pengembangan dari monitoring room tersebut berfungsi sebagai pusat integrasi kegiatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Semarang.

Melalui situation room yang berada tepat di atas kantor Wali Kota Semarang tersebut, setiap kegiatan pelayanan dan pembangunan secara real time akan terpantau, termasuk data-data statistik terkait.

Situation room yang baru dua hari beroperasi ternyata mengundang minat sejumlah pihak untuk bekerja sama. Duta Besar Amerika, Joseph R. Donovan Jr., secara khusus datang berkunjung pada Rabu (21/2/2018).

(Baca:  Semarang Siapkan CCTV Terintegrasi)

 

Donovan terkesan dengan implementasi program smart city di Kota Semarang. Ia menilai upaya Pemerintah Kota Semarang tersebut berbanding lurus dengan kemajuan teknologi saat ini.

“Era teknologi ini memang sudah sepatutnya dimanfaatkan oleh pemerintah untuk pelayanan publik. Masyarakat juga dapat mengontrol kinerja pemerintah sehingga tercipta good governance,” katanya.

Amerika Serikat berkomitmen mendukung program smart city Kota Semarang dengan memberi sistem perangkat lunak.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyambut baik rencana itu. “Konsep pembangunan Kota Semarang adalah bergerak bersama. Jadi, semakin banyak yang ingin membantu, pasti akan semakin baik dan ini bukan pertama kalinya ada pihak luar yang ingin berpartisipasi membantu Kota Semarang," ujarnya.

(Baca juga:  Hendrar Bahas Pariwisata Kota Lama Semarang dengan Uni Eropa)

Sejumlah proyek Kota Semarang juga didukung oleh pihak luar, misalnya proyek penanganan banjir kaki kering yang didukung Belanda, proyek pembangkit listrik tenaga sampah oleh Denmark, proyek bus berbahan bakar gas oleh Jepang, serta pengembangan pariwisata oleh berbagai negara.

“Saya juga tegaskan kepada Duta Besar Amerika Serikat bahwa Kami membuka diri jika ada perusahaan dari Amerika yang ingin berinvetasi di sektor lain, seperti pendidikan misalnya," katanya.

Wali Kota Hendrar Prihadi meresmikan situation room Kota Semarang, Senin (19/2/2018)Dok. Humas Pemkot Semarang Wali Kota Hendrar Prihadi meresmikan situation room Kota Semarang, Senin (19/2/2018)

Hendrar menunjukkan pada Donovan sejumlah fungsi situation room milik Pemerintah Kota Semarang, mulai dari memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi wilayah banjir, mengontrol kecepatan armada BRT Trans Semarang, memantau harga bahan pokok di pasar, melihat peta tata ruang kota terbaru, mengelola laporan masyarakat, memantau kondisi keamanan, hingga melacak keberadaan truk pengangkut sampah.

“Tadi juga sempat ditanyakan bagaimana sistem pelelangan di Pemerintah Kota Semarang dalam rangka membentuk clean government. Ya Saya perlihatkan bagaimana sistem e-procurement kami yang telah berjalan dengan baik sampai saat ini," ujarnya.

 

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com