Nelayan Sukabumi "Curhat" ke Dedi Mulyadi

Kompas.com - Rabu, 10 Mei 2017
IRWAN NUGRAHA/KOMPAS.com Warga Nelayan asal Pejampangan, Sukabumi, bertemu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dua pekan lalu.

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Warga Pejampangan, Kabupaten Sukabumi, nekad menghampiri dan mengerumuni Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat berada di rumah warga setempat beberapa waktu lalu. Mereka adalah para nelayan yang khusus ingin meminta solusi untuk mengatasi musim paceklik laut di wilayahnya selama ini.

"Di sini lagi musim paceklik, sekalian saja kami sampaikan ini semua. Mungkin Kang Dedi ada solusi atas permasalahan yang kami hadapi," kata Asep Jeka, Ketua Kelompok Nelayan Andalan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, dua pekan lalu.

Menanggapi keluhan itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan bahwa di Kabupaten Purwakarta yang dipimpinnya selama dua periode, terdapat sebuah skema program untuk menanggulangi kerugian yang diderita para petani. Program itu adalah asuransi Pertanian khusus petani.

Program tersebut menggulirkan penggantian biaya operasional untuk para petani yang gagal panen. Dedi mengatakan program ini dinilai mampu diterapkan kepada para nelayan dengan cara sama.

Dengan cara ini, lanjut Dedi, meskipun nelayan tidak mendapat hasil tangkapan, minimal biaya operasional mereka bisa tertutupi dengan asuransi tersebut.

"Saya di Purwakarta ada asuransi pertanian. Kalau untuk nelayan, bisa juga asuransi nelayan. Artinya, saat tangkapan melimpah dan uang didapat, bisa digulirkan untuk preminya," ujar Dedi.

Dia menambahkan, daerah Ujung Genteng terdapat banyak komunitas nelayan. Program asuransi nelayan ini cocok digulirkan secara swadaya untuk mendorong kemandirian usaha komunitas tersebut.

Selain masalah asuransi, Dedi menawarkan solusi lainnya untuk peningkatan kesejahteraan warga setempat. Selama ini, Pantai Ujung Genteng, Sukabumi, memiliki eksotisme untuk diolah dan tidak akan kalah oleh suasana pantai tempat wisata di Jawa Barat lainnya.

Dedi mengusulkan agar Pantai Ujung Genteng dikelola oleh warga sekitar untuk menjadi salah satu destinasi wisata andalan masyarakat Sukabumi, Jawa Barat.

"Pantai ini kalau diurus pasti menarik, apalagi sering ada Hajat Bumi. Saya kira itu bisa menarik wisatawan," ucap Dedi.

IRWAN NUGRAHA/KONTRIBUTOR PURWAKARTA

EditorLatief
Terkini Lainnya
Pelajar Purwakarta Bagikan Beras pada Warga Miskin
Pelajar Purwakarta Bagikan Beras pada Warga Miskin
purwakarta
Purwakarta Menetapkan Setiap Kamis adalah Hari Kasih Sayang
Purwakarta Menetapkan Setiap Kamis adalah Hari Kasih Sayang
purwakarta
Saat Mereka
Saat Mereka "Patungan" Bantu Korban Rohingya...
purwakarta
"Lebih Baik Kami ke Purwakarta Daripada Harus ke Cianjur..."
purwakarta
Dedi Mulyadi Berpamitan pada Warga Purwakarta
Dedi Mulyadi Berpamitan pada Warga Purwakarta
purwakarta
Purwakarta Gandeng Kejaksaan Awasi Dana Desa
Purwakarta Gandeng Kejaksaan Awasi Dana Desa
purwakarta
Purwakarta Lestarikan Permainan Tradisional Egrang
Purwakarta Lestarikan Permainan Tradisional Egrang
purwakarta
Bak Artis Sinetron, Dedi Mulyadi
Bak Artis Sinetron, Dedi Mulyadi "Diserbu" TKI di Hongkong
purwakarta
Masyarakat Purwakarta Gelar Kirab Bendera Merah Putih
Masyarakat Purwakarta Gelar Kirab Bendera Merah Putih
purwakarta
Kebiasaan Unik Dedi Mulyadi dalam Menyambut Hari Kemerdekaan RI
Kebiasaan Unik Dedi Mulyadi dalam Menyambut Hari Kemerdekaan RI
purwakarta
Pendidikan Berbasis Madrasah di Purwakarta Layak Ditiru
Pendidikan Berbasis Madrasah di Purwakarta Layak Ditiru
purwakarta
Ritual Tradisional untuk Menyambut Upacara Kemerdekaan di Purwakarta
Ritual Tradisional untuk Menyambut Upacara Kemerdekaan di Purwakarta
purwakarta
Purwakarta Terapkan Full Day School Berbasis Madrasah dan Pesantren
Purwakarta Terapkan Full Day School Berbasis Madrasah dan Pesantren
purwakarta
Warga Purwakarta Mampu Terapkan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan
Warga Purwakarta Mampu Terapkan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan
purwakarta
Sedekah Lewat Kebijakan, Dedi Mulyadi Diapresiasi Kiai Cipasung
Sedekah Lewat Kebijakan, Dedi Mulyadi Diapresiasi Kiai Cipasung
purwakarta