Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Kompas.com - 14/06/2024, 21:56 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, tingkat inflasi di Provinsi Banten masih terkendali dengan baik, menjelang Idul Adha 2024. Pihaknya terus melakukan pemantauan komoditi-komoditi pokok.

“Bila perlu, dilakukan operasi pasar serta melakukan kerja sama antar daerah bila komoditas itu tidak bisa kita penuhi sendiri,” ujarnya dalam siaran persnya kepada Kompas.com.

Hal itu diungkap Al Muktabar usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2024 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6/2024).

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menyatakan, inflasi year on year (yoy) provinsi ini pada Mei 2024 sebesar 2,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,05. Angka inflasi itu turun dibandingkan pada April 2024 yang mencapai 3,42 persen.

Pada Mei 2024, terjadi deflasi month to month (mom) sebesar 0,52 persen, inflasi yoy sebesar 2,86 persen, dan inflasi year to year (ytd) sebesar 1,35 persen. 

Baca juga: Jaga Inflasi, Pemerintah Sudah Kucurkan Rp 52,56 Triliun

Ia menyatakan, pada rakornas tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa rentang kendali inflasi yang aman ada di angka 2,5 plus minus 1. Hal ini merupakan rumusan dari BI.

“Untuk posisi Provinsi Banten, kita relatif aman dan berhimpitan dengan nasional. Mudah-mudahan ini terus bisa kita pertahankan. Kita akan selalu berupaya mengendalikan inflasi,” ucap Al Muktabar.

“Karena inflasi kalau terlalu rendah atau deflasi bisa bermasalah. Kalau terlalu tinggi juga bermasalah. Kita terus berusaha mencari keseimbangan yang membuat kita stabil,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Al Muktabar mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan selalu merelevansikan pengendalian inflasi dengan pertumbuhan ekonomi.

Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja Tim Pengendalian inflasi Pusat hingga Daerah.

Jokowi mengatakan, inflasi Republik Indonesia pada Mei 2024 berada di angka 2,84 persen, salah satu yang terbaik di dunia. Padahal, pada 9-10 tahun lalu masih berada di angka 9,6 persen. 

Baca juga: Gubernur BI: Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia

Presiden Jokowi juga mengapresiasi Menteri Dalam Negeri RI M Tito Karnavian yang terus menyampaikan perkembangan inflasi terbaru di tiap daerah.

Jokowi pun mengaku senang karena inflasi saat ini ada di angka 2,84 persen dan pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,11 persen. (ADV)

Terkini Lainnya
Solidaritas Pekanbaru–Aceh: Walkot Agung Salurkan Bantuan Rp 1,5 Miliar ke Gubernur Mualem

Solidaritas Pekanbaru–Aceh: Walkot Agung Salurkan Bantuan Rp 1,5 Miliar ke Gubernur Mualem

Pekanbaru
Walkot Agung Serahkan Bantuan Rp 1,5 Miliar ke Sumut, Gubsu Bobby: Tanda Persahabatan Pekanbaru–Sumut

Walkot Agung Serahkan Bantuan Rp 1,5 Miliar ke Sumut, Gubsu Bobby: Tanda Persahabatan Pekanbaru–Sumut

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Gelar Nikah Massal, Fasilitasi Administrasi hingga Pesta Pernikahan

Pemkot Pekanbaru Gelar Nikah Massal, Fasilitasi Administrasi hingga Pesta Pernikahan

Pekanbaru
Sambut Kedatangan Dubes Prancis, Walkot Pekanbaru Siap Buka Peluang Kolaborasi

Sambut Kedatangan Dubes Prancis, Walkot Pekanbaru Siap Buka Peluang Kolaborasi

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Canangkan Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Sejalan Asta Cita Prabowo

Pemkot Pekanbaru Canangkan Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Sejalan Asta Cita Prabowo

Pekanbaru
Wawalkot Pekanbaru Ajak ASN Wujudkan 8 Tekad Korpri Siaga, dari Keteladanan Moral hingga Target Ekonomi 8 Persen

Wawalkot Pekanbaru Ajak ASN Wujudkan 8 Tekad Korpri Siaga, dari Keteladanan Moral hingga Target Ekonomi 8 Persen

Pekanbaru
Pekanbaru Terpilih PSN Peternakan Terintegrasi 2026, Walkot Agung: Kami Siap Sukseskan

Pekanbaru Terpilih PSN Peternakan Terintegrasi 2026, Walkot Agung: Kami Siap Sukseskan

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Gelontorkan Beasiswa RPL Rp 3 Juta dan Naikkan Tunjangan Guru Honorer

Pemkot Pekanbaru Gelontorkan Beasiswa RPL Rp 3 Juta dan Naikkan Tunjangan Guru Honorer

Pekanbaru
Belajar dari Eks PM Singapura, Walkot Pekanbaru Perkuat Fokus Pendidikan dan Kesehatan

Belajar dari Eks PM Singapura, Walkot Pekanbaru Perkuat Fokus Pendidikan dan Kesehatan

Pekanbaru
Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Wali Kota Pekanbaru Resmikan Program Aman Bertani

Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Wali Kota Pekanbaru Resmikan Program Aman Bertani

Pekanbaru
Walkot Agung Nugroho Kebut Perbaikan 29 Ruas Jalan Rusak di Pekanbaru

Walkot Agung Nugroho Kebut Perbaikan 29 Ruas Jalan Rusak di Pekanbaru

Pekanbaru
Peduli Santri Berprestasi dan Kurang Mampu, Walkot Agung Luncurkan Program

Peduli Santri Berprestasi dan Kurang Mampu, Walkot Agung Luncurkan Program "Beasiswa Santri Pekanbaru"

Pekanbaru
Targetkan Zero Stunting, Pemkot Pekanbaru Beri Asupan Gizi Gratis untuk 3.000 Anak

Targetkan Zero Stunting, Pemkot Pekanbaru Beri Asupan Gizi Gratis untuk 3.000 Anak

Pekanbaru
Ditetapkan Jadi Kota Prioritas, Pekanbaru Bersiap Menuju Status Metropolitan

Ditetapkan Jadi Kota Prioritas, Pekanbaru Bersiap Menuju Status Metropolitan

Pekanbaru
Nikah Massal Gratis untuk 100 Pasangan, Pemkot Pekanbaru Siapkan Hadiah Umrah

Nikah Massal Gratis untuk 100 Pasangan, Pemkot Pekanbaru Siapkan Hadiah Umrah

Pekanbaru
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com