Pj Walkot Pekanbaru Hadiri Penyerahan Insentif Fiskal 2024, Ini Pesan Mendagri

Kompas.com - 25/09/2024, 10:22 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa menghadiri seremoni Penyerahan Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2024 Kinerja Tahun Berjalan, Selasa (24/9/2024). 

Kegiatan itu digelar di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I Lantai M, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat.

Adapun Kota Pekanbaru menjadi satu penerima insentif fiskal bersama 13 daerah lainnya di Indonesia.

Insentif fiskal yang diterima Kota Pekanbaru adalah Kategori Kinerja Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Percepatan Belanja Daerah dan Insentif Desa Tahun Anggaran 2024. 

Kegiatan itu juga dilakukan bersamaan dengan kegiatan Seminar Internasional Desentralisasi Fiskal dengan tema “Optimizing Fiscal Decentralization for Pathway to Promote Growth, Wellbeing, and Convergence”.

Seminar tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) Ke-78 yang mengundan sejumlah ahli dari berbagai negara.

Baca juga: Gedung di Perkantoran Wali Kota Pekanbaru Terbakar Saat Ada Pemeliharaan AC dan Pengecatan

Dalam seminar itu, Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memacu pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan cara kreatif dalam meningkatkan kapasitas fiskal. 

Menurutnya, upaya tersebut diperlukan agar pendapatan asli daerah (PAD) terus meningkat.

“Di sinilah teman-teman kepala daerah, kami berharap tidak hanya menjadi birokrat minded, tapi juga menjadi entrepreneur minded, karena memerlukan kreativitas dan inovasi,” ujarnya dalam siaran pers. 

Tito menjelaskan, dalam pengamatannya, kapasitas fiskal yang dimiliki daerah terbagi menjadi tiga kategori, yakni kuat, sedang, dan lemah. 

Daerah dengan kapasitas fiskal kuat ditandai dengan PAD yang lebih tinggi dibandingkan yang diperoleh dari dana transfer pusat.

Sementara itu, kapasitas fiskal sedang adalah keuangan antara PAD dan dana transfer pusat cenderung seimbang. 

Baca juga: Pj Wali Kota Risnandar Mahiwa: Pekanbaru Siap Melaksanakan Program Makan Siang Bergizi Gratis

Kemudian, kapasitas fiskal lemah adalah ketika pemda cenderung bergantung pada pemasukan yang diperoleh dari dana transfer pusat.

Dalam kesempatan itu, Tito mengimbau daerah dengan kapasitas fiskal lemah untuk menerapkan sejumlah strategi dalam memperkuat kapasitas fiskalnya. 

Pemda bisa menguatkan kapasistas fiskal dengan melakukan efisiensi belanja anggaran dan program serta mengoptimalkan penggunaan teknologi digital. 

Tito menyebutkan, pemda juga bisa menerapkan mindset lebih kreatif dan inovatif. Dalam hal ini, perlu dibangun iklim kompetitif antar-kepala daerah agar semakin inovatif dalam meningkatkan PAD.

“Biarkan mereka (kepala daerah) berkompetisi satu sama lain, apalagi menggunakan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung, di mana rakyat bisa menilai,” imbuhnya.

Pada acara tersebut, Mendagri juga mengapresiasi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati atas segala dukungan dalam menjalankan peran pembinaan dan pengawasan kepada pemda. 

Baca juga: Raih WTN 2024, Pj Walkot Pekanbaru Tegaskan Komitmen Pemerintah Tingkatkan Sistem Transportasi

Menurutnya, selama ini, Sri Mulyani telah banyak membantu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menjalankan peran tersebut, khususnya melalui instrumen keuangan.

“[Atas] kerja sama Ibu dan Kemendagri selama ini, saya mengucapkan terima kasih. Kita bisa mendorong teman-teman [pemda] dan selamat kepada teman-teman yang mendapatkan reward hari ini,” ujarnya.

Adapun penyerahan insentif fiskal itu digelar untuk mengapresiasi kinerja dan prestasi daerah yang berkontribusi dalam upaya penggunaan produk dalam negeri dan percepatan belanja daerah serta bagi desa berkinerja baik di tahun anggaran 2024. 

Kemenkeu akan melaksanakan kegiatan penyerahan insentif fiskal dan insentif desa terpilih.

Dalam acara tersebut, Mendagri dan Menkeu Sri Mulyani menyerahkan sejumlah penghargaan secara simbolis kepada pemerintah desa dan Pemda. 

Penghargaan tersebut, yakni Insentif Desa Tahun Anggaran (TA) 2024 dengan kategori Kinerja Tata Kelola Keuangan dan Pembangunan Desa. 

Baca juga: Sempat Bantah, Eks Pj Walkot Pekanbaru Akui Perintahkan Cairkan Dana Perjalanan Fiktif

Kemudian Penghargaan Alokasi Insentif Fiskal TA 2024 Kinerja Tahun Berjalan dengan kategori Kinerja Percepatan Belanja Daerah. (ADV)

Terkini Lainnya
Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Capai 8 Persen, Wali Kota Agung Sebut Hasil Kerja Bersama

Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Capai 8 Persen, Wali Kota Agung Sebut Hasil Kerja Bersama

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Gandeng PKK Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak Kendaraan

Pemkot Pekanbaru Gandeng PKK Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak Kendaraan

Pekanbaru
Walkot Agung Pimpin Pemotongan Kabel Fiber Optik Liar di Pekanbaru yang Ancam Keselamatan Warga

Walkot Agung Pimpin Pemotongan Kabel Fiber Optik Liar di Pekanbaru yang Ancam Keselamatan Warga

Pekanbaru
Satu Per Satu Jalan di Pekanbaru Diperbaiki, Walkot: Dari Ujung ke Ujung Kita Bagusin

Satu Per Satu Jalan di Pekanbaru Diperbaiki, Walkot: Dari Ujung ke Ujung Kita Bagusin

Pekanbaru
HUT Ke-242 Pekanbaru, UMKM Gotong Royong Siapkan Kue Talam Durian Sepanjang 1 Km

HUT Ke-242 Pekanbaru, UMKM Gotong Royong Siapkan Kue Talam Durian Sepanjang 1 Km

Pekanbaru
Kinerja Pejabat Tinggi Optimal, Disdukcapil Pekanbaru Raih Predikat “Sangat Baik” dari Kemendagri

Kinerja Pejabat Tinggi Optimal, Disdukcapil Pekanbaru Raih Predikat “Sangat Baik” dari Kemendagri

Pekanbaru
Perluas TPA Muara Fajar II, Pemkot Pekanbaru Siapkan Lahan 5 Hektar

Perluas TPA Muara Fajar II, Pemkot Pekanbaru Siapkan Lahan 5 Hektar

Pekanbaru
PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

Pekanbaru
Walkot Pekanbaru Sulap Danau Bandar Kayangan Jadi Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Walkot Pekanbaru Sulap Danau Bandar Kayangan Jadi Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Pekanbaru
TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

Pekanbaru
Atasi Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Terima Penghargaan dan Insentif Fiskal Kemendagri

Atasi Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Terima Penghargaan dan Insentif Fiskal Kemendagri

Pekanbaru
PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

Pekanbaru
Cari Penyebab Banjir, Walkot Pekanbaru Agung Tinjau Sejumlah Lokasi  yang Tergenang Air

Cari Penyebab Banjir, Walkot Pekanbaru Agung Tinjau Sejumlah Lokasi yang Tergenang Air

Pekanbaru
Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Capai 77,12 Persen

Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Capai 77,12 Persen

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

Pekanbaru
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com