KOMPAS.com – Wali Kota (Walkot) Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui program pendidikan dan kesehatan.
Penegasan ini muncul setelah ia berdialog langsung dengan mantan Perdana Menteri (PM) Singapura, Goh Chok Tong, pada Kamis (13/11/2025) malam.
Pertemuan tersebut berlangsung di Singapura dan diikuti oleh beberapa kepala daerah yang tengah mengikuti program penguatan bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dalam diskusi, Agung menyebut Goh Chok Tong membagikan pengalamannya ketika memimpin Singapura memasuki fase stabilitas ekonomi pada awal 1990an.
Menurut Agung, salah satu pesan penting yang ditekankan Goh Chok Tong adalah pentingnya investasi pada SDM untuk memajukan sebuah daerah.
“Yang pertama beliau menekankan bagaimana pentingnya investasi sumber daya manusia menjadi sesuatu yang penting untuk kemajuan suatu daerah,” ujar Agung dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (14/11/2025).
Ia menilai pesan tersebut sejalan dengan langkah-langkah yang sedang diperkuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Salah satunya melalui program Zero Putus Sekolah, yang menjamin seluruh anak di Pekanbaru dapat bersekolah secara gratis.
“Memang yang pertama dibahas beliau adalah persoalan pendidikan. Saya sepakat bahwa penguatan sistem belajar, terutama agar anak tidak putus sekolah, merupakan fondasi, bukan beban anggaran,” kata Agung.
Selain pendidikan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian dalam pembahasan malam itu. Agung menuturkan, Goh Chok Tong menggambarkan bagaimana Singapura kini menjadi salah satu rujukan layanan kesehatan dunia.
“Kalau kita ingin memajukan sektor sumber daya manusia, maka pendidikan dan kesehatan menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Begitu kata beliau,” lanjut Agung.
Baca juga: Kerugian akibat Scam Rp 7,3 Triliun, OJK Dorong Generasi Muda Melek Finansial
Tak hanya itu, keduanya juga berdiskusi mengenai tantangan pemberdayaan generasi muda, terutama soal ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Menurut Agung, isu tersebut juga tengah menjadi fokus penguatan di Pekanbaru.
“Selain itu kami juga membahas pemberdayaan anak muda, terutama soal ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Nah ini pula yang sedang kami fokuskan di Pekanbaru,” ujarnya.
Agung menambahkan, pertemuan dengan Goh Chok Tong merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran para kepala daerah dalam memperkuat fondasi pembangunan.
Menurutnya, pengalaman Singapura memberikan gambaran betapa pentingnya berinvestasi pada pendidikan, kesehatan, dan kompetensi generasi muda untuk memajukan daerah.