Pertama di Indonesia, Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

Kompas.com - 06/04/2026, 17:21 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru menjadi yang pertama di Indonesia yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) memilah sampah dari rumah.

Kebijakan itu ditetapkan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, dan juga berlaku bagi tenaga non-ASN di lingkungan Pemkot Pekanbaru.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemkot Pekanbaru dalam mendukung program nasional Indonesia Asri sekaligus mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar imbauan, tetapi instruksi wajib. ASN dan non-ASN harus menjadi contoh di tengah masyarakat, dimulai dari rumah masing-masing,” ujar Agung dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (6/4/2026).

Dalam kebijakan itu, seluruh ASN dan non-ASN diwajibkan memilah sampah rumah tangga menjadi dua jenis, yakni organik dan anorganik.

Sampah organik harus diolah secara mandiri menjadi kompos, pupuk organik, atau pupuk cair dengan memanfaatkan wadah sederhana di rumah. Sementara itu, sampah anorganik disalurkan ke bank sampah atau waste station agar memiliki nilai ekonomi.

Baca juga: Kisah Tita di Subang, Rela Mundur dari Guru demi Kelola Bank Sampah

Agung menegaskan, ASN harus menjadi motor penggerak di lingkungan keluarga dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.

“Yang utama adalah menyelesaikan sampah dari sumbernya. Mulai dari memilah, lalu mengolah menjadi kompos. ASN harus memimpin perubahan ini,” katanya.

Kebijakan tersebut juga dilengkapi dengan mekanisme pengawasan dan evaluasi secara berjenjang. Pelaksanaannya akan menjadi bagian dari penilaian kinerja pegawai.

Pemkot Pekanbaru menyiapkan reward atau penghargaan bagi ASN dan perangkat daerah yang konsisten menjalankan kebijakan tersebut.

Sebaliknya, ASN atau perangkat daerah yang tidak melaksanakan kewajiban itu akan dikenai sanksi berupa pembinaan hingga evaluasi kinerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kebijakan ini, Pemkot Pekanbaru berharap perubahan menuju kota yang bersih dan berkelanjutan dapat dimulai dari aparatur pemerintah, lalu meluas ke masyarakat.

Baca juga: SE WFH Terbit, Simak Daftar ASN Jateng yang Wajib WFO Jumat Ini

“Kalau ASN sudah menjadi contoh, masyarakat akan ikut bergerak. Dari rumah, kita selesaikan sampah untuk masa depan Pekanbaru yang lebih bersih,” tutur Agung.

Terkini Lainnya
Walkot Agung Pimpin Pemotongan Kabel Fiber Optik Liar di Pekanbaru yang Ancam Keselamatan Warga

Walkot Agung Pimpin Pemotongan Kabel Fiber Optik Liar di Pekanbaru yang Ancam Keselamatan Warga

Pekanbaru
Satu Per Satu Jalan di Pekanbaru Diperbaiki, Walkot: Dari Ujung ke Ujung Kita Bagusin

Satu Per Satu Jalan di Pekanbaru Diperbaiki, Walkot: Dari Ujung ke Ujung Kita Bagusin

Pekanbaru
HUT Ke-242 Pekanbaru, UMKM Gotong Royong Siapkan Kue Talam Durian Sepanjang 1 Km

HUT Ke-242 Pekanbaru, UMKM Gotong Royong Siapkan Kue Talam Durian Sepanjang 1 Km

Pekanbaru
Kinerja Pejabat Tinggi Optimal, Disdukcapil Pekanbaru Raih Predikat “Sangat Baik” dari Kemendagri

Kinerja Pejabat Tinggi Optimal, Disdukcapil Pekanbaru Raih Predikat “Sangat Baik” dari Kemendagri

Pekanbaru
Perluas TPA Muara Fajar II, Pemkot Pekanbaru Siapkan Lahan 5 Hektar

Perluas TPA Muara Fajar II, Pemkot Pekanbaru Siapkan Lahan 5 Hektar

Pekanbaru
PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

Pekanbaru
Walkot Pekanbaru Sulap Danau Bandar Kayangan Jadi Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Walkot Pekanbaru Sulap Danau Bandar Kayangan Jadi Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Pekanbaru
TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

Pekanbaru
Atasi Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Terima Penghargaan dan Insentif Fiskal Kemendagri

Atasi Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Terima Penghargaan dan Insentif Fiskal Kemendagri

Pekanbaru
PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

Pekanbaru
Cari Penyebab Banjir, Walkot Pekanbaru Agung Tinjau Sejumlah Lokasi  yang Tergenang Air

Cari Penyebab Banjir, Walkot Pekanbaru Agung Tinjau Sejumlah Lokasi yang Tergenang Air

Pekanbaru
Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Capai 77,12 Persen

Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Capai 77,12 Persen

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

Pekanbaru
Pertama di Indonesia, Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

Pertama di Indonesia, Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

Pekanbaru
Lancarkan Mobilitas Masyarakat, Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki  Sejumlah Jalan Strategis

Lancarkan Mobilitas Masyarakat, Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki Sejumlah Jalan Strategis

Pekanbaru
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com