PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

Kompas.com - 06/05/2026, 17:23 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Prestasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dalam mengelola keuangan daerah, khususnya pendapatan asli daerah (PAD), mendapat sorotan di tingkat nasional.

Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian secara terbuka menampilkan inovasi Wali Kota (Walkot) Pekanbaru Agung Nugroho sebagai contoh keberhasilan bagi kepala daerah lain dalam meningkatkan PAD.

“Ini contoh konkret bagaimana kepala daerah bisa berinovasi untuk meningkatkan PAD. Pekanbaru menunjukkan progres yang baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).

Hal itu disampaikan Tito di hadapan peserta kegiatan Deklarasi dan Pengukuhan Dewan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia ( Perpukadesi) Periode 2026–2031, Senin (4/5/2026).

Pada kesempatan itu, Tito menayangkan sebuah artikel berita yang memuat capaian peningkatan PAD Kota Pekanbaru. 

Ia menyoroti strategi yang diterapkan Agung sehingga mampu memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah.

Baca juga: PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

Artikel tersebut menjelaskan sejumlah langkah strategis yang dilakukan Pemkot Pekanbaru, mulai dari optimalisasi sektor pajak daerah, digitalisasi sistem pelayanan, hingga penguatan pengawasan terhadap potensi kebocoran pendapatan.

Tito menilai, pendekatan yang dilakukan tersebut tidak hanya efektif dalam meningkatkan pendapatan, tetapi juga mencerminkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan transparan.

Ia pun mengapresiasi inovasi yang dilakukan Agung dan berharap strategi serupa dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia.

“Langkah seperti ini patut dicontoh. Daerah lain bisa belajar dari Pekanbaru dalam menggali potensi PAD secara maksimal,” tambah Tito.

Defisit berbalik surplus

Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menyebut sejumlah perubahan di Pekanbaru terjadi signifikan dalam satu tahun terakhir.

Baca juga: Tembus 76 Persen, Tol Lingkar Pekanbaru Sambungkan Riau Tanpa Putus

Perubahan tersebut meliputi kenaikan PAD, penyelesaian utang tunda bayar yang tidak terselesaikan lebih dari satu dekade, hingga percepatan pembangunan daerah.

“Tidak hanya penyelesaian utang, program pembangunan dan perbaikan infrastruktur juga berjalan dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya saat diutus Tito menghadiri Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Agus mengatakan, Kota Pekanbaru sempat mengalami defisit anggaran pada 2024. Namun, kondisi tersebut berbalik menjadi surplus pada 2025.

Ia menambahkan, tingkat kepercayaan pegawai mengalami peningkatan seiring dengan kemampuan pemerintah daerah dalam membayarkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) hingga 14 bulan.

Di sisi lain, kepuasan masyarakat turut meningkat karena berbagai program dan perbaikan jalan yang dirasakan secara langsung.

“Ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dan berdampak nyata, baik bagi aparatur maupun masyarakat luas,” tuturnya. 

Baca juga: Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

 

Terkini Lainnya
PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

Pekanbaru
Walkot Pekanbaru Sulap Danau Bandar Kayangan Jadi Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Walkot Pekanbaru Sulap Danau Bandar Kayangan Jadi Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Pekanbaru
TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

Pekanbaru
Atasi Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Terima Penghargaan dan Insentif Fiskal Kemendagri

Atasi Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Terima Penghargaan dan Insentif Fiskal Kemendagri

Pekanbaru
PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

Pekanbaru
Cari Penyebab Banjir, Walkot Pekanbaru Agung Tinjau Sejumlah Lokasi  yang Tergenang Air

Cari Penyebab Banjir, Walkot Pekanbaru Agung Tinjau Sejumlah Lokasi yang Tergenang Air

Pekanbaru
Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Capai 77,12 Persen

Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Capai 77,12 Persen

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

Pekanbaru
Pertama di Indonesia, Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

Pertama di Indonesia, Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

Pekanbaru
Lancarkan Mobilitas Masyarakat, Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki  Sejumlah Jalan Strategis

Lancarkan Mobilitas Masyarakat, Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki Sejumlah Jalan Strategis

Pekanbaru
RTH Putri Kaca Mayang Raih Predikat RBRA, Modal Pekanbaru Jadi Kota Layak Anak

RTH Putri Kaca Mayang Raih Predikat RBRA, Modal Pekanbaru Jadi Kota Layak Anak

Pekanbaru
Penantian 10 Tahun, Walkot Agung Nugroho Sulap Jalan Teluk Leok dan Tobek Godang Jadi Mulus

Penantian 10 Tahun, Walkot Agung Nugroho Sulap Jalan Teluk Leok dan Tobek Godang Jadi Mulus

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Cairkan 4 Komponen Gaji ASN, Walkot Agung Ajak Pegawai Gerakkan Ekonomi Daerah

Pemkot Pekanbaru Cairkan 4 Komponen Gaji ASN, Walkot Agung Ajak Pegawai Gerakkan Ekonomi Daerah

Pekanbaru
Jaga Integritas, Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Tegaskan Tolak Gratifikasi dan Parsel Lebaran

Jaga Integritas, Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Tegaskan Tolak Gratifikasi dan Parsel Lebaran

Pekanbaru
Pekanbaru Sulap Sampah Jadi Listrik, TPA Muara Fajar Siap Pasok Energi 3 Megawatt

Pekanbaru Sulap Sampah Jadi Listrik, TPA Muara Fajar Siap Pasok Energi 3 Megawatt

Pekanbaru
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com