KOMPAS.com – Prestasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dalam mengelola keuangan daerah, khususnya pendapatan asli daerah (PAD), mendapat sorotan di tingkat nasional.
Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian secara terbuka menampilkan inovasi Wali Kota (Walkot) Pekanbaru Agung Nugroho sebagai contoh keberhasilan bagi kepala daerah lain dalam meningkatkan PAD.
“Ini contoh konkret bagaimana kepala daerah bisa berinovasi untuk meningkatkan PAD. Pekanbaru menunjukkan progres yang baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Hal itu disampaikan Tito di hadapan peserta kegiatan Deklarasi dan Pengukuhan Dewan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia ( Perpukadesi) Periode 2026–2031, Senin (4/5/2026).
Pada kesempatan itu, Tito menayangkan sebuah artikel berita yang memuat capaian peningkatan PAD Kota Pekanbaru.
Ia menyoroti strategi yang diterapkan Agung sehingga mampu memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah.
Baca juga: PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh
Artikel tersebut menjelaskan sejumlah langkah strategis yang dilakukan Pemkot Pekanbaru, mulai dari optimalisasi sektor pajak daerah, digitalisasi sistem pelayanan, hingga penguatan pengawasan terhadap potensi kebocoran pendapatan.
Tito menilai, pendekatan yang dilakukan tersebut tidak hanya efektif dalam meningkatkan pendapatan, tetapi juga mencerminkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan transparan.
Ia pun mengapresiasi inovasi yang dilakukan Agung dan berharap strategi serupa dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia.
“Langkah seperti ini patut dicontoh. Daerah lain bisa belajar dari Pekanbaru dalam menggali potensi PAD secara maksimal,” tambah Tito.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menyebut sejumlah perubahan di Pekanbaru terjadi signifikan dalam satu tahun terakhir.
Baca juga: Tembus 76 Persen, Tol Lingkar Pekanbaru Sambungkan Riau Tanpa Putus
Perubahan tersebut meliputi kenaikan PAD, penyelesaian utang tunda bayar yang tidak terselesaikan lebih dari satu dekade, hingga percepatan pembangunan daerah.
“Tidak hanya penyelesaian utang, program pembangunan dan perbaikan infrastruktur juga berjalan dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya saat diutus Tito menghadiri Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Agus mengatakan, Kota Pekanbaru sempat mengalami defisit anggaran pada 2024. Namun, kondisi tersebut berbalik menjadi surplus pada 2025.
Ia menambahkan, tingkat kepercayaan pegawai mengalami peningkatan seiring dengan kemampuan pemerintah daerah dalam membayarkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) hingga 14 bulan.
Di sisi lain, kepuasan masyarakat turut meningkat karena berbagai program dan perbaikan jalan yang dirasakan secara langsung.
“Ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dan berdampak nyata, baik bagi aparatur maupun masyarakat luas,” tuturnya.
Baca juga: Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat