TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

Kompas.com - 26/04/2026, 14:49 WIB
Tsabita Naja,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dalam menangani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar membuahkan hasil positif. TPA yang semula dikenal dengan tumpukan sampah tinggi dan berisiko itu, kini mulai berbenah.

Langkah cepat Pemkot Pekanbaru dalam menata sistem pengelolaan sampah di TPA tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

“Saya mengapresiasi langkah cepat Pemkot Pekanbaru dalam melakukan penataan awal. Perubahan sudah mulai terlihat. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan, termasuk rencana pembukaan area baru untuk pengelolaan sampah,” ujar Hanif dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: Menteri LH: Pengelolaan Sampah Naik Jadi 26 Persen Dibanding 2024

Pernyataan tersebut disampaikan Hanif saat melakukan kunjungan ke TPA II Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/4/2026).

Dalam kunjungan itu, ia menegaskan praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping harus segera dihentikan sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Hanif juga mendorong percepatan pembukaan sel baru di TPA Muara Fajar. Langkah ini dilakukan sembari menunggu penyusunan dokumen lingkungan hidup yang saat ini masih diproses dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Baca juga: Pekanbaru Darurat Sampah, TPA Muara Fajar Akan Disulap Jadi Pembangkit Listrik

Modernisasi pengelolaan sampah

Selain menata fisik TPA Muara Fajar, Pemkot Pekanbaru juga mulai memanfaatkan teknologi modern dalam mengelola sampah. Salah satunya melalui pengembangan methane capture atau penangkapan gas metana.

Teknologi tersebut dinilai dapat mengurangi emisi gas metana yang berbahaya sekaligus berpotensi menjadi sumber energi. Rencana pengembangan ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat asalkan penerapannya mengikuti standar teknis yang ketat.

Tak hanya di hilir, upaya modernisasi pengelolaan sampah juga dilakukan di hulu melalui pembangunan sejumlah waste station sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu.

Baca juga: Waste Station bakal Lengkapi Sistem Pengelolaan Sampah WtE

Menteri Hanif menilai, inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkot Pekanbaru melalui pendirian waste station dan program Green Policing yang diinisiasi Kepolisian Daerah (Polda) Riau patut menjadi contoh.

Melalui program tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga penegakan hukum serta pengendalian dampak negatif, seperti bau dan emisi gas berbahaya.

Sementara itu, untuk mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pihaknya juga telah membuka peluang kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk mengolah sampah menjadi energi.

Baca juga: Percepat Ubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Tawarkan Berbagai Kemudahan untuk Pengelola

Kerja sama tersebut tidak hanya mampu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi daerah, khususnya untuk mendukung program kebersihan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Agung menekankan bahwa dukungan dari berbagai pihak, mulai dari PLN, kejaksaan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), masyarakat, hingga swasta menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi.

Proyek PSEL di kawasan Pekanbaru Raya

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat TPA Muara Fajar di Kota Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).Dok. Pemkot Pekanbaru Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat TPA Muara Fajar di Kota Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).

Pada kunjungan tersebut, Hanif mengungkapkan bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) untuk kawasan Pekanbaru Raya saat ini sedang diproses di tingkat pusat.

"Berkasnya telah disampaikan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi (Rosan Perkasa Roeslani), dan akan dipercepat melalui koordinasi lintas kementerian," katanya.

Sebelumnya, Pemkot Pekanbaru telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terkait PSEL untuk kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Pemerintah Bakal Bangun 5 PSEL Juni 2026, Olah 7.000 Ton Limbah Jadi Listrik

Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah hingga 2.000 ton sampah per hari dan rencananya akan dibangun di wilayah Kabupaten Kampar.

Proyek PSEL Pekanbaru Raya merupakan solusi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sekaligus mengubah sampah menjadi energi alternatif ramah lingkungan.

Pada tahap awal, proyek tersebut akan memproses 12 lokasi aglomerasi, diikuti wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Meski demikian, Hanif menekankan bahwa keberhasilan PSEL sangat bergantung pada kualitas sampah yang diolah, yakni sampah yang telah dipilah.

Baca juga: Koster Teken MoU PSEL di Jakarta, Sebut Sampah di TPA Suwung Bisa Jadi Energi Listrik

Oleh karena itu, ia menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, sebagaimana yang telah diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008, bahwa pemilahan sampah merupakan kewajiban individu sekaligus kolektif.

“Tanpa pemilahan, penyelesaian persoalan sampah akan sulit dicapai. Ini menjadi fondasi utama. Sampah berkualitas hanya dalam bentuk sampah terpilah. Saya melihat potensi ini telah terbangun di Kota Pekanbaru,” tegas Hanif.

Sejatinya, Pemkot Pekanbaru telah memulai pemisahan sampah organik yang diolah melalui methane capture, sedangkan anorganik bernilai ekonomi tinggi dikelola secara terpisah. Adapun sampah bernilai rendah dibawa menuju TPA.

Baca juga: Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah Jelang Penghentian Open Dumping

Terkini Lainnya
PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

PAD Meroket, Walkot Pekanbaru Dijadikan Mendagri “Role Model” Nasional

Pekanbaru
Walkot Pekanbaru Sulap Danau Bandar Kayangan Jadi Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Walkot Pekanbaru Sulap Danau Bandar Kayangan Jadi Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan

Pekanbaru
TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

TPA Muara Fajar Mulai Berbenah, Pemkot Pekanbaru Tuai Apresiasi Menteri LH

Pekanbaru
Atasi Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Terima Penghargaan dan Insentif Fiskal Kemendagri

Atasi Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Terima Penghargaan dan Insentif Fiskal Kemendagri

Pekanbaru
PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

PAD Pekanbaru Tembus Rp 1,2 Triliun, Strategi Wali Kota Agung: Permudah Pajak, Warga Makin Patuh

Pekanbaru
Cari Penyebab Banjir, Walkot Pekanbaru Agung Tinjau Sejumlah Lokasi  yang Tergenang Air

Cari Penyebab Banjir, Walkot Pekanbaru Agung Tinjau Sejumlah Lokasi yang Tergenang Air

Pekanbaru
Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Capai 77,12 Persen

Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Capai 77,12 Persen

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

Pemkot Pekanbaru Salurkan Bantuan Pangan dan Kesehatan Gratis, Jangkau 1.900 Penerima Manfaat

Pekanbaru
Pertama di Indonesia, Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

Pertama di Indonesia, Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

Pekanbaru
Lancarkan Mobilitas Masyarakat, Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki  Sejumlah Jalan Strategis

Lancarkan Mobilitas Masyarakat, Dinas PUPR Pekanbaru Perbaiki Sejumlah Jalan Strategis

Pekanbaru
RTH Putri Kaca Mayang Raih Predikat RBRA, Modal Pekanbaru Jadi Kota Layak Anak

RTH Putri Kaca Mayang Raih Predikat RBRA, Modal Pekanbaru Jadi Kota Layak Anak

Pekanbaru
Penantian 10 Tahun, Walkot Agung Nugroho Sulap Jalan Teluk Leok dan Tobek Godang Jadi Mulus

Penantian 10 Tahun, Walkot Agung Nugroho Sulap Jalan Teluk Leok dan Tobek Godang Jadi Mulus

Pekanbaru
Pemkot Pekanbaru Cairkan 4 Komponen Gaji ASN, Walkot Agung Ajak Pegawai Gerakkan Ekonomi Daerah

Pemkot Pekanbaru Cairkan 4 Komponen Gaji ASN, Walkot Agung Ajak Pegawai Gerakkan Ekonomi Daerah

Pekanbaru
Jaga Integritas, Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Tegaskan Tolak Gratifikasi dan Parsel Lebaran

Jaga Integritas, Walkot Pekanbaru Agung Nugroho Tegaskan Tolak Gratifikasi dan Parsel Lebaran

Pekanbaru
Pekanbaru Sulap Sampah Jadi Listrik, TPA Muara Fajar Siap Pasok Energi 3 Megawatt

Pekanbaru Sulap Sampah Jadi Listrik, TPA Muara Fajar Siap Pasok Energi 3 Megawatt

Pekanbaru
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com