Buku “Palms of New Guinea” Resmi Diluncurkan, Tegaskan Papua Barat sebagai Pusat Riset Biodiversitas Tropis

Kompas.com - 10/02/2026, 14:22 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan resmi meluncurkan Palms of New Guinea, buku berisi dokumentasi taksonomi terlengkap mengenai 250 spesies palem asli Pulau New Guinea. 

Buku tersebut menghadirkan informasi komprehensif setiap spesies meliputi deskripsi morfologi, peta sebaran berbasis ribuan spesimen herbarium, habitat, nama lokal, kegunaan tradisional, serta status konservasi terkini. 

Peluncuran buku itu berlangsung dalam acara welcome dinner yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan The 12th International Flora Malesiana Symposium The International Nature-based Climate Solutions Conference yang digelar di Manokwari, Papua Barat, Senin (9/2/2026).

Dominggus menyampaikan bahwa buku Palms of New Guinea merupakan warisan berharga bagi generasi mendatang sekaligus fondasi bagi pembangunan berkelanjutan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan adaptasi perubahan iklim di Tanah Papua.

Baca juga: Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang

Untuk diketahui, New Guinea adalah salah satu wilayah dengan tutupan hutan tropis dan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Bagi masyarakat adat setempat, palem memiliki peran vital, mulai dari bagian sagunya yang berfungsi sebagai pangan pokok, pinang sebagai stimulan tradisional, hingga pelepah dan daun sebagai bahan bangunan. 

Oleh karena itu, momentum peluncuran buku Palms of New Guinea semakin menegaskan posisi Papua Barat sebagai pusat perhatian dunia dalam riset biodiversitas tropis dan solusi berbasis alam.

Baca juga: Peneliti BRIN Sebut Siklon Tropis Ancaman Baru Iklim Indonesia

Hasil penelitian 25 tahun

Buku setebal lebih dari 700 halaman ini merupakan proyek hasil penelitian selama 25 tahun. Proyek Palms of New Guinea dimulai sejak akhir 1990-an dan menghasilkan berbagai capaian penting, termasuk pengumpulan lebih dari 1.100 spesimen baru, publikasi puluhan makalah ilmiah, deskripsi 91 spesies baru, serta penemuan tiga genus baru.

Kunci keberhasilan proyek tersebut terletak pada keterlibatan institusi internasional, seperti Royal Botanic Gardens asal Kew, Inggris, serta lembaga riset Papua New Guinea.

Selain itu, proyek penelitian itu juga didukung oleh institusi dalam negeri, yakni Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Papua (Unipa)

Adapun publikasi buku Palms of New Guinea dipimpin oleh William J Baker dari Royal Botanic Gardens, Kew, bersama tim internasional yang melibatkan sembilan penulis utama dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Papua New Guinea.

Baca juga: Palem Raja Ampat Sudah Critically Endangered, Kini Tambang Datang Menghantam

Kolaborasi lintas negara ini memperkuat posisi buku tersebut sebagai rujukan ilmiah global untuk studi taksonomi, konservasi, dan pemanfaatan palem tropis. 

Dalam pengantarnya, Senior Botanist Papua New Guinea (PNG) National Herbarium Kipiro Q Damas menyebut buku ini sebagai karya yang telah lama dinantikan.

Menurutnya, buku buku Palms of New Guinea tidak hanya penting bagi ilmuwan, tetapi juga bagi masyarakat umum dan generasi muda yang mulai kehilangan pengetahuan tradisional tentang tumbuhan. 

Palms of New Guinea diterbitkan oleh Royal Botanic Gardens, Kew pada 2024. Buku ini telah tersedia gratis dalam format PDF serta versi cetak.

Baca juga: Benarkah Ada Orang Tidak Suka Membaca Buku?

Kehadiran buku ini menutup salah satu kesenjangan besar dalam pengetahuan flora palem dunia dan menjadi tonggak penting bagi ilmu pengetahuan, konservasi, serta masyarakat adat New Guinea. 

Terkini Lainnya
Buku “Palms of New Guinea” Resmi Diluncurkan, Tegaskan Papua Barat sebagai Pusat Riset Biodiversitas Tropis

Buku “Palms of New Guinea” Resmi Diluncurkan, Tegaskan Papua Barat sebagai Pusat Riset Biodiversitas Tropis

Papua Barat
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Pemprov Papua Barat Perkuat Kerja Sama dengan Inggris

Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Pemprov Papua Barat Perkuat Kerja Sama dengan Inggris

Papua Barat
Buka WSL Manokwari 2024, Ali Baham Ajak Warga Lokal Promosikan Pariwisata Papua Barat

Buka WSL Manokwari 2024, Ali Baham Ajak Warga Lokal Promosikan Pariwisata Papua Barat

Papua Barat
HUT Ke-25 Papua Barat, Pj Ali Baham Bahas Pembangunan Daerah dan Prestasi Provinsi

HUT Ke-25 Papua Barat, Pj Ali Baham Bahas Pembangunan Daerah dan Prestasi Provinsi

Papua Barat
Kepala Brida Papua Barat Minta KJRI Dukung Pendidikan Mahasiswa Papua di New York

Kepala Brida Papua Barat Minta KJRI Dukung Pendidikan Mahasiswa Papua di New York

Papua Barat
Di New York, Kepala Brida Papua Barat Pimpin Pertemuan Strategis Pembangunan MPTP

Di New York, Kepala Brida Papua Barat Pimpin Pertemuan Strategis Pembangunan MPTP

Papua Barat
Kepala Brida Papua Barat Jadi Pembicara

Kepala Brida Papua Barat Jadi Pembicara "New York Climate Week" 

Papua Barat
Pj Gubernur ABT Sebut 23 Tahun Otsus Bawa Kemajuan untuk Orang Asli Papua

Pj Gubernur ABT Sebut 23 Tahun Otsus Bawa Kemajuan untuk Orang Asli Papua

Papua Barat
Sambangi Gua Binsari, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Sejarah Kelam Perang Dunia II di Biak

Sambangi Gua Binsari, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Sejarah Kelam Perang Dunia II di Biak

Papua Barat
Harga Pangan Berfluktuasi, Pj Gubernur Papua Barat Ajak Masyarakat Belanja Kebutuhan Pangan Lokal

Harga Pangan Berfluktuasi, Pj Gubernur Papua Barat Ajak Masyarakat Belanja Kebutuhan Pangan Lokal

Papua Barat
Mampu Kendalikan Inflasi, Pj Gubernur Papua Barat Terima Piala Apresiasi di HUT Ke-13 KompasTV

Mampu Kendalikan Inflasi, Pj Gubernur Papua Barat Terima Piala Apresiasi di HUT Ke-13 KompasTV

Papua Barat
Hadiri Fordasi 2024, Pj Gubernur Ali Paparkan Potensi Perkebunan dan Wisata Papua Barat 

Hadiri Fordasi 2024, Pj Gubernur Ali Paparkan Potensi Perkebunan dan Wisata Papua Barat 

Papua Barat
Papua Barat Raih Penghargaan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih dari Kemendagri

Papua Barat Raih Penghargaan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih dari Kemendagri

Papua Barat
Berperan Aktif dalam Pengembangan Kekayaan Intelektual, BRIDA Papua Barat Raih Penghargaan dari DJKI

Berperan Aktif dalam Pengembangan Kekayaan Intelektual, BRIDA Papua Barat Raih Penghargaan dari DJKI

Papua Barat
Momentum Bersejarah Upacara HUT ke-79 RI di Provinsi Papua Barat

Momentum Bersejarah Upacara HUT ke-79 RI di Provinsi Papua Barat

Papua Barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com