Sambangi Gua Binsari, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Sejarah Kelam Perang Dunia II di Biak

Kompas.com - 24/09/2024, 18:15 WIB
Novyana,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Papua Barat Siti Mardiana Temongmere berkunjung ke objek wisata Goa Jepang di Distrik Biak Kota, Kampung Sumberker, Papua Barat, Jumat (20/9/2024).

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh staf ahli, asisten, dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat.

Pada kesempatan itu, Asisten I Bidang Pemerintah Otonomi Daerah (Otda) Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat Otto Mayor mengatakan, Perang Dunia II antara Jepang dan Amerika Serikat (AS) mungkin telah menelan banyak korban di Biak.

“Menurut saya, (Kota Biak) sangat berpotensi menjadi tempat pelanggaran hak asasi manusia ( HAM) serta pelanggaran hukum internasional dalam perang. Kemungkinan tidak sedikit nenek moyang kita yang telah menjadi korban atau dijadikan budak," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/9/2024).

Baca juga: Lawan Kotak Kosong di Papua Barat, Dominggus Mandacan Nomor Urut 1

Peninggalan Perang Dunia ke II antara Jepang-Amerika berupa perlengkapan perang terpajang di Gua Binsari. Dok.Pemprov Papua Barat Peninggalan Perang Dunia ke II antara Jepang-Amerika berupa perlengkapan perang terpajang di Gua Binsari.

Tak lupa, Otto juga mengajak masyarakat Kota Biak untuk bersama menggugat pihak Jepang dan Amerika atas peperangan yang dianggap telah merugikan nenek moyang orang Biak pada masa lampau.

“Kami orang Biak harus mengambil sikap untuk melakukan somasi menggugat Jepang dan Amerika. Oleh sebab itu, saya mengajak semua orang Biak yang ada di seluruh Tanah Air untuk kembali ke Biak serta melihat sejarah perang dunia kedua baik di pulau, pantai, atau di gua ini,” tandasnya.

Perlu diketahui, gua Jepang ini disebut masyarakat sebagai Gua Binsari yang digunakan menjadi tempat persembunyian serta pusat penyimpanan logistik perang tentara Jepang yang terkena serangan bom sekutu AS.

Peninggalan yang tersisa dalam gua ini berupa tulang-belulang, senjata, pesawat tempur, serta berbagai perlengkapan perang.

Baca juga: KPU Papua Barat Tetapkan Calon Tunggal Dominggus-Lakotani untuk Pilgub

Terkini Lainnya
Buka WSL Manokwari 2024, Ali Baham Ajak Warga Lokal Promosikan Pariwisata Papua Barat

Buka WSL Manokwari 2024, Ali Baham Ajak Warga Lokal Promosikan Pariwisata Papua Barat

Papua Barat
HUT Ke-25 Papua Barat, Pj Ali Baham Bahas Pembangunan Daerah dan Prestasi Provinsi

HUT Ke-25 Papua Barat, Pj Ali Baham Bahas Pembangunan Daerah dan Prestasi Provinsi

Papua Barat
Kepala Brida Papua Barat Minta KJRI Dukung Pendidikan Mahasiswa Papua di New York

Kepala Brida Papua Barat Minta KJRI Dukung Pendidikan Mahasiswa Papua di New York

Papua Barat
Di New York, Kepala Brida Papua Barat Pimpin Pertemuan Strategis Pembangunan MPTP

Di New York, Kepala Brida Papua Barat Pimpin Pertemuan Strategis Pembangunan MPTP

Papua Barat
Kepala Brida Papua Barat Jadi Pembicara

Kepala Brida Papua Barat Jadi Pembicara "New York Climate Week" 

Papua Barat
Pj Gubernur ABT Sebut 23 Tahun Otsus Bawa Kemajuan untuk Orang Asli Papua

Pj Gubernur ABT Sebut 23 Tahun Otsus Bawa Kemajuan untuk Orang Asli Papua

Papua Barat
Sambangi Gua Binsari, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Sejarah Kelam Perang Dunia II di Biak

Sambangi Gua Binsari, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Sejarah Kelam Perang Dunia II di Biak

Papua Barat
Harga Pangan Berfluktuasi, Pj Gubernur Papua Barat Ajak Masyarakat Belanja Kebutuhan Pangan Lokal

Harga Pangan Berfluktuasi, Pj Gubernur Papua Barat Ajak Masyarakat Belanja Kebutuhan Pangan Lokal

Papua Barat
Mampu Kendalikan Inflasi, Pj Gubernur Papua Barat Terima Piala Apresiasi di HUT Ke-13 KompasTV

Mampu Kendalikan Inflasi, Pj Gubernur Papua Barat Terima Piala Apresiasi di HUT Ke-13 KompasTV

Papua Barat
Hadiri Fordasi 2024, Pj Gubernur Ali Paparkan Potensi Perkebunan dan Wisata Papua Barat 

Hadiri Fordasi 2024, Pj Gubernur Ali Paparkan Potensi Perkebunan dan Wisata Papua Barat 

Papua Barat
Papua Barat Raih Penghargaan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih dari Kemendagri

Papua Barat Raih Penghargaan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih dari Kemendagri

Papua Barat
Berperan Aktif dalam Pengembangan Kekayaan Intelektual, BRIDA Papua Barat Raih Penghargaan dari DJKI

Berperan Aktif dalam Pengembangan Kekayaan Intelektual, BRIDA Papua Barat Raih Penghargaan dari DJKI

Papua Barat
Momentum Bersejarah Upacara HUT ke-79 RI di Provinsi Papua Barat

Momentum Bersejarah Upacara HUT ke-79 RI di Provinsi Papua Barat

Papua Barat
Sambut HUT Ke-79 RI, Pj Gubernur Papua Barat: Tingkatkan Semangat Bangun Indonesia

Sambut HUT Ke-79 RI, Pj Gubernur Papua Barat: Tingkatkan Semangat Bangun Indonesia

Papua Barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com