Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Pemprov Papua Barat Perkuat Kerja Sama dengan Inggris

Kompas.com - 04/02/2026, 15:11 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Inggris dalam berbagai sektor, mulai dari konservasi lingkungan, riset dan inovasi, energi, hingga pendidikan, untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dengan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey di kediaman Dubes Inggris, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).

Pertemuan itu tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, melainkan forum strategis untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan 12th International Flora Malesiana Symposium dan International Nature-Based Climate Solutions Conference di Manokwari pada 9–14 Februari 2026.

Kerja sama Pemprov Papua Barat dan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris ini merupakan kelanjutan dari hubungan erat yang telah terjalin sejak masa jabatan pertama Gubernur Dominggus pada 2017-2022, yang dibuktikan melalui penerbitan Deklarasi Manokwari.

Baca juga: Pembangunan Pabrik Sawit Mini di Papua, Masyarakat Adat Manokwari Tangkap Pesan Prabowo

Untuk diketahui, Deklarasi Manokwari merupakan wujud komitmen Pemprov Papua Barat dalam menjaga hutan dan lingkungan sebagai bagian dari kontribusi global.

Menindaklanjuti hasil deklarasi tersebut, pertemuan kali ini juga membahas perkembangan implementasi Deklarasi Manokwari, termasuk capaian yang telah diraih dan tantangan yang masih dihadapi.

Dominggus mengatakan bahwa Deklarasi Manokwari telah diaplikasikan dalam kebijakan konkrit daerah, salah satunya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengacu pada RTRW nasional sekaligus mengakomodasi RTRW kabupaten.

Dalam RTRW tersebut, Pemprov Papua Barat menetapkan 70 persen kawasan hutan untuk dilindungi dan 50 persen wilayah laut untuk dijaga, dengan prinsip pemanfaatan yang bijaksana.

Baca juga: Penertiban Kawasan Hutan Perlu Selaras dengan Kepastian Hukum HGU

Lebih lanjut, Dominggus menyampaikan, Pemprov Papua Barat juga memiliki dasar hukum yang kuat melalui Otonomi Khusus meliputi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 106 serta 23 Peraturan Daerah Khusus yang mengatur tentang hutan adat. Regulasi turunan juga telah disiapkan dan tengah memasuki tahap pelaksanaan.

Pada pertemuan tersebut, Dominggus turut menyoroti peluang dukungan yang dapat diberikan Pemerintah Inggris melalui kerja sama dengan kementerian terkait.

Menanggapi hal itu, Kedubes Inggris menyampaikan bahwa saat ini tengah berdiskusi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terkait program pendataan dan registrasi hutan adat di sejumlah wilayah Papua.

Baca juga: Gedung Pusat Pengelolaan Dana Umat Didirikan di Lahan Eks Kedubes Inggris

Riset dan inovasi

Di bidang riset dan inovasi, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat Charlie D Heatubun menjelaskan bahwa Papua Barat terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis lanskap ridge to reef.

Pendekatan tersebut dilakukan agar pembangunan nasional, seperti ketahanan pangan dan energi, tetap sejalan dengan perlindungan keanekaragaman hayati serta penguatan hak masyarakat adat, misalnya melalui pengembangan Kampung Wisata Kwau sebagai proyek percontohan.

Selain itu, Pemprov Papua Barat juga telah menjalin kerja sama dengan Royal Botanic Gardens dalam upaya pemetaan dan penetapan kawasan tumbuhan penting di Papua Barat.

Kerja sama tersebut menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan tata ruang daerah, khususnya terkait penentuan kawasan yang harus terus dilindungi dan kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

Baca juga: Nusron Wahid: Tata Ruang Daerah Terdampak Bencana Sumatera Harus Didesain Ulang

"Kawasan yang dilindungi tersebut memiliki kekayaan tumbuhan endemik serta flora dan fauna bernilai penting yang wajib dilestarikan, sekaligus menyimpan potensi untuk peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha-usaha berkelanjutan," ujar Charlie dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Peran perusahaan energi Inggris

Pertemuan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dengan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey di kediaman Dubes Inggris, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).Dok. Pemprov Papua Barat Pertemuan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dengan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey di kediaman Dubes Inggris, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).

Pertemuan tersebut turut menyinggung peran British Petroleum (BP) di Papua Barat. Menurut Dominggus, kehadiran perusahaan energi terkemuka asal London itu telah melalui proses panjang yang melibatkan masyarakat adat. Sejak awal berdiri hingga kini, BP dinilai telah berkontribusi bagi ekonomi daerah.

Dominggus secara khusus meminta dukungan Dubes Inggris Dominic terkait realisasi partisipasi interest (PI) 10 persen yang diharapkan dapat segera dibayarkan pada triwulan I-2026.

Dana tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak industri minyak dan gas bumi (migas).

Selain itu, Pemprov Papua Barat juga terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan kerja sama penjualan gas dengan BP Tangguh.

Baca juga: Seluruh Harga BBM BP Turun Per 1 Februari 2026, Cek Rinciannya

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja, khususnya bagi masyarakat Papua Barat.

"Kita harapkan lebih banyak berdayakan masyarakat lokal. Memang sudah berjalan dan harus ditingkatkan lagi, semacam pelatihan dan kursus supaya lebih terampil fungsikan peralatan dan semua aktivitas serta bisa kurangi tenaga kerja dari luar," kata Dominggus.

Program beasiswa bagi putra-putri Papua

Di bidang pendidikan, Dubes Inggris Dominic menawarkan program beasiswa bagi putra-putri asli Papua untuk menempuh studi di universitas ternama di Inggris. Pada 2026, Pemerintah Inggris akan mulai membuka aplikasi bagi mahasiswa yang berminat. 

"Pertama kali ada orang asli Papua yang mau belajar di Inggris melalui aplikasi mahasiswa Papua untuk program beasiswa. Harapannya, kami akan melihat mahasiswa Papua Barat di universitas-universitas Inggris. Tahun ini pertama kali ada aplikasi dari Papua," jelas Dominic.

Inisiatif tersebut disambut positif oleh Gubernur Dominggus. Ia berharap dapat menyiapkan generasi muda Papua Barat agar mampu memanfaatkan peluang pendidikan internasional dan kembali mengabdi di daerah.

Baca juga: Kapolda Papua Barat Irjen Johnny Eddizon Isir Jadi Kadiv Humas Polri

"Nanti kita adakan pertemuan lebih lanjut dan bisa kita siapkan anak-anak mahasiswa melalui aplikasi agar dapat memenuhi syarat untuk kuliah di Inggris. Kita juga perlu tahu berapa jumlah kuota yang diberikan dan persyaratannya supaya bisa persiapkan mereka, terutama di sekitar daerah penghasil," ungkap Dominggus.

Menurutnya, program beasiswa tersebut menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda Papua Barat. Selain membuka akses pendidikan berkualitas di Inggris yang biayanya tidak terjangkau jika ditanggung sendiri, program ini juga diharapkan dapat melahirkan lulusan yang kembali ke daerah untuk mengabdi dan membangun Papua Barat.

Sebagai informasi, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Inspektur Papua Barat, Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo Perstatik), Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP), serta Kepala Badan Penghubung Daerah Papua Barat.

Terkini Lainnya
Buku “Palms of New Guinea” Resmi Diluncurkan, Tegaskan Papua Barat sebagai Pusat Riset Biodiversitas Tropis

Buku “Palms of New Guinea” Resmi Diluncurkan, Tegaskan Papua Barat sebagai Pusat Riset Biodiversitas Tropis

Papua Barat
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Pemprov Papua Barat Perkuat Kerja Sama dengan Inggris

Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Pemprov Papua Barat Perkuat Kerja Sama dengan Inggris

Papua Barat
Buka WSL Manokwari 2024, Ali Baham Ajak Warga Lokal Promosikan Pariwisata Papua Barat

Buka WSL Manokwari 2024, Ali Baham Ajak Warga Lokal Promosikan Pariwisata Papua Barat

Papua Barat
HUT Ke-25 Papua Barat, Pj Ali Baham Bahas Pembangunan Daerah dan Prestasi Provinsi

HUT Ke-25 Papua Barat, Pj Ali Baham Bahas Pembangunan Daerah dan Prestasi Provinsi

Papua Barat
Kepala Brida Papua Barat Minta KJRI Dukung Pendidikan Mahasiswa Papua di New York

Kepala Brida Papua Barat Minta KJRI Dukung Pendidikan Mahasiswa Papua di New York

Papua Barat
Di New York, Kepala Brida Papua Barat Pimpin Pertemuan Strategis Pembangunan MPTP

Di New York, Kepala Brida Papua Barat Pimpin Pertemuan Strategis Pembangunan MPTP

Papua Barat
Kepala Brida Papua Barat Jadi Pembicara

Kepala Brida Papua Barat Jadi Pembicara "New York Climate Week" 

Papua Barat
Pj Gubernur ABT Sebut 23 Tahun Otsus Bawa Kemajuan untuk Orang Asli Papua

Pj Gubernur ABT Sebut 23 Tahun Otsus Bawa Kemajuan untuk Orang Asli Papua

Papua Barat
Sambangi Gua Binsari, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Sejarah Kelam Perang Dunia II di Biak

Sambangi Gua Binsari, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Sejarah Kelam Perang Dunia II di Biak

Papua Barat
Harga Pangan Berfluktuasi, Pj Gubernur Papua Barat Ajak Masyarakat Belanja Kebutuhan Pangan Lokal

Harga Pangan Berfluktuasi, Pj Gubernur Papua Barat Ajak Masyarakat Belanja Kebutuhan Pangan Lokal

Papua Barat
Mampu Kendalikan Inflasi, Pj Gubernur Papua Barat Terima Piala Apresiasi di HUT Ke-13 KompasTV

Mampu Kendalikan Inflasi, Pj Gubernur Papua Barat Terima Piala Apresiasi di HUT Ke-13 KompasTV

Papua Barat
Hadiri Fordasi 2024, Pj Gubernur Ali Paparkan Potensi Perkebunan dan Wisata Papua Barat 

Hadiri Fordasi 2024, Pj Gubernur Ali Paparkan Potensi Perkebunan dan Wisata Papua Barat 

Papua Barat
Papua Barat Raih Penghargaan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih dari Kemendagri

Papua Barat Raih Penghargaan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih dari Kemendagri

Papua Barat
Berperan Aktif dalam Pengembangan Kekayaan Intelektual, BRIDA Papua Barat Raih Penghargaan dari DJKI

Berperan Aktif dalam Pengembangan Kekayaan Intelektual, BRIDA Papua Barat Raih Penghargaan dari DJKI

Papua Barat
Momentum Bersejarah Upacara HUT ke-79 RI di Provinsi Papua Barat

Momentum Bersejarah Upacara HUT ke-79 RI di Provinsi Papua Barat

Papua Barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com