Diskopindag Kota Malang Genjot Kualitas Industri Tembakau lewat GMP

Kompas.com - 24/08/2025, 15:26 WIB
JCB ATS,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing industri hasil tembakau ( IHT) di Kota Malang terus dilakukan pemerintah daerah.

Hal itu diwujudkan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Good Manufacturing Practices ( GMP) bagi pelaku industri hasil tembakau.

Diikuti 50 peserta perwakilan pabrik rokok,  bimtek tersebut digelar di Ascent Premiere Hotel and Convention pada Kamis (21/8/2025) hingga Jumat (22/8/2025).

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, penerapan GMP oleh industri hasil tembakau merupakan kewajiban sekaligus kebutuhan mendesak agar tetap kompetitif dan memenuhi standar keamanan.

Baca juga: Atasi Banjir, Pemkot Malang Kejar Proyek Drainase Rp 154 Miliar yang Didanai Bank Dunia

“GMP bukan hanya sekadar aturan, melainkan pedoman yang harus dipahami dan diterapkan secara konsisten. Dengan GMP, kita bisa memastikan produk hasil tembakau memiliki kualitas yang terjamin dan aman bagi konsumen,” ujar Eko dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (24/8/2025).

Lebih lanjut, Eko menekankan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan industri.

Peserta Bimtek GMP mempelajari praktik produksi rokok sesuai standar manufaktur yang baik sebagai upaya menjaga mutu sekaligus keberlanjutan industri.Dok. Pemkot Malang Peserta Bimtek GMP mempelajari praktik produksi rokok sesuai standar manufaktur yang baik sebagai upaya menjaga mutu sekaligus keberlanjutan industri.

“Kami ingin pelaku industri tidak hanya memproduksi, tetapi juga memproduksi dengan cara yang benar. GMP adalah investasi jangka panjang agar industri kita mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional,” tambahnya.

Untuk diketahui, pelatihan GMP digelar untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya penerapan standar produksi yang baik.

Baca juga: Habiskan Rp 7 Miliar, Pemkot Malang Beri Seragam Gratis untuk 16.500 Siswa

Adapun GMP berperan penting menjamin kualitas produk dengan proses yang konsisten, melindungi keamanan konsumen dari produk cacat atau berbahaya, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan hukum yang berlaku.

Tidak hanya itu, GMP turut mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial serta meningkatkan daya saing industri di pasar.

Melalui kegiatan tersebut, Diskopindag Kota Malang berharap, seluruh pelaku industri hasil tembakau semakin memahami pentingnya proses produksi yang sesuai standar.

“Dengan penerapan GMP, kami tidak hanya bicara tentang kualitas, tetapi juga keberlanjutan dan tanggung jawab sosial industri. Mari jadikan Malang sebagai contoh penerapan industri yang maju dan beretika,” kata Eko.

Terkini Lainnya
Wali Kota Wahyu Jenguk Santri Asal Malang Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Wali Kota Wahyu Jenguk Santri Asal Malang Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Kota Malang
Berhasil Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Kota Malang Raih Indonesia Halal Industry Award

Berhasil Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Kota Malang Raih Indonesia Halal Industry Award

Kota Malang
Manfaatkan Dana Cukai Tembakau, Pemkot Malang Gelar Pelatihan Kerja bagi Buruh Rokok

Manfaatkan Dana Cukai Tembakau, Pemkot Malang Gelar Pelatihan Kerja bagi Buruh Rokok

Kota Malang
Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja Tembakau, Pemkot Malang Gelar Pelatihan Olahan Pangan Bagi Pekerja Rokok

Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja Tembakau, Pemkot Malang Gelar Pelatihan Olahan Pangan Bagi Pekerja Rokok

Kota Malang
Berantas Peredaran Rokok Ilegal, Pemkot Malang Gencar Lakukan Sosialisasi

Berantas Peredaran Rokok Ilegal, Pemkot Malang Gencar Lakukan Sosialisasi

Kota Malang
Diskopindag Kota Malang Genjot Kualitas Industri Tembakau lewat GMP

Diskopindag Kota Malang Genjot Kualitas Industri Tembakau lewat GMP

Kota Malang
Kembangkan Pola Entrepreneurship, Pemkot Malang Gandeng Swasta Bangun Sekolah dan Modernisasi TPS

Kembangkan Pola Entrepreneurship, Pemkot Malang Gandeng Swasta Bangun Sekolah dan Modernisasi TPS

Kota Malang
Simba Asia dan Nasi Tiga Beras, Inovasi Kota Malang untuk Optimalkan Potensi Siswa Istimewa

Simba Asia dan Nasi Tiga Beras, Inovasi Kota Malang untuk Optimalkan Potensi Siswa Istimewa

Kota Malang
Pemkot Malang Lestarikan Budaya dan Promosikan Wisata lewat Sambang Kampung Wisata Aeng Mapak Padhang Mbulan

Pemkot Malang Lestarikan Budaya dan Promosikan Wisata lewat Sambang Kampung Wisata Aeng Mapak Padhang Mbulan

Kota Malang
Lindungi Stok dan Kendalikan Inflasi, Pemkot Malang Gelar Gerakan Tanam Cabai

Lindungi Stok dan Kendalikan Inflasi, Pemkot Malang Gelar Gerakan Tanam Cabai

Kota Malang
Raih Digital Government Award 2024, SPBE Kota Malang Masuk 10 Terbaik Nasional

Raih Digital Government Award 2024, SPBE Kota Malang Masuk 10 Terbaik Nasional

Kota Malang
Kota Malang Raih Penghargaan PPD Tingkat Nasional Tahun 2024

Kota Malang Raih Penghargaan PPD Tingkat Nasional Tahun 2024

Kota Malang
Harkitnas 2023, Sutiaji Ajak Masyarakat Majukan Pembangunan demi Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang

Harkitnas 2023, Sutiaji Ajak Masyarakat Majukan Pembangunan demi Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang

Kota Malang
Pemkot Malang Gandeng Pemkab Tabanan Kembangkan Potensi Daerah dan Pelayanan Publik

Pemkot Malang Gandeng Pemkab Tabanan Kembangkan Potensi Daerah dan Pelayanan Publik

Kota Malang
Walkot Malang Minta Jajarannya Fokus Capai Target Penurunan Kemiskinan 3,77 Persen

Walkot Malang Minta Jajarannya Fokus Capai Target Penurunan Kemiskinan 3,77 Persen

Kota Malang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com