Ganjar Pranowo Wujudkan Mimpi Imam untuk Mudik ke Kampung Halaman Setelah 23 Tahun Merantau di Lampung

Kompas.com - 16/04/2023, 10:38 WIB
Nana Triana,
ADW

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Imam Mahmudi, seorang guru sekolah swasta di Lampung, tak mampu menyembunyikan kebahagiannya lantaran bisa pulang ke kampung halaman setelah 23 tahun merantau.

Berkat program Mudik Gratis dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, ia akhirnya mampu berlebaran bersama keluarga di kampung halamannya di Solo setelah merantau di Lampung Tengah dan Sumatera Selatan (Sumsel) demi menghidupi keluarganya.

Kisah haru itu disampaikan langsung kepada Ganjar saat pelepasan rombongan mudik gratis secara virtual di halaman Rest Area KM 20B Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (15/3/2023).

“Terima kasih Pak Ganjar, kami mewakili peserta mudik mengucapkan jazakumullah. Semoga Pak Ganjar semua urusannya dipermudah oleh Allah,” kata Imam dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (16/4/2023).

Baca juga: Relawan Jalanan di Jateng dan Yogya, Gratis Bantu Pemudik mulai Ban Kempis sampai Mesin Mogok

Imam pun mendoakan seluruh pemudik serta berpesan kepada semua warga Jateng agar selalu menjaga suasana guyub bersama sosok gubernur yang merakyat.

“Rakyat Jawa Tengah menjadi rakyat yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo (kekayaan alam yang berlimpah dan keadaan yang tentram),” ujar Imam.

Hal senada juga diungkapkan Wijiyanto, perantau asal Kabupaten Boyolali. Widiyanto mengucapkan terima kasih kepada Ganjar karena dia bisa pulang kampung setelah puluhan tahun merantau sebagai buruh kebun kopi di Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

“Dari 1989, baru kali ini mudik bisa merasakan gratis. (Saya) merantau ke Muara Enim, merantau di kebon kopi. Sekarang jualan bakso. Ahamdulillah, kami berterima kasih kepada Bapak Ganjar karena kami bisa mudik bareng,” ucap Wijiyanto.

Baca juga: Gelombang Pertama Mudik Dimulai, Ganjar Minta Petugas Posko Terpadu Lebaran Siaga Malam Ini

Mewakili semua pemudik dari Medan, Lampung, serta Palembang dan sekitarnya, Ketua Pujakesuma Provinsi Lampung, Nuryono juga mengucapkan terima kasih kepada Ganjar.

“Alhamdulillah matur suwun sanget, yang ada di Sumatera difasilitasi oleh Bapak Ganjar. Mudah-mudahan, ke depan jadi presiden,” ujar Nuryono.

Nuryono berharap, program mudik gratis dapat kembali diadakan pada tahun yang akan datang. Dirinya juga mendoakan kesuksesan dan kesehatan Ganjar Pranowo.

“Tahun depan, mudah-mudahan ada program lagi. Saya lihat, tempo hari pemudik dari gubernur Jateng selalu ada. Mudah-mudahan Pak Ganjar selalu sukses,” harap Nuryono.

Baca juga: Pulang Kampung Setelah Belasan Tahun Merantau, 2 Warga Asal Jateng Ini Berterima Kasih kepada Ganjar Pranowo

Sementara itu, Ganjar yang melepas para pemudik dari Sumatera secara daring pun merasa senang dengan animo para peserta mudik gratis. Ganjar pun berpesan kepada sopir bus agar membawa kendaraannya dengan hati-hati.

“Saya minta sopirnya tidak usah ngebut, kalau capek istirahat, wajib. Maka rest area itu difungsikan untuk itu dan kami minta agar para pemudik mengingatkan ke supir busnya ‘Pak jangan ngebut, Bu jangan ngebut’ agar semuanya nyaman, semuanya senang,” kata Ganjar.

Untuk diketahui, Ganjar Pranowo bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengagas program Mudik Gratis Lebaran 2023 untuk warga Jateng yang merantau di Sumatera, dengan menyediakan 30 bus yang mengantarkan ribuan pemudik.

Untuk kloter pertama, Ganjar memberangkatkan 5 armada bus dari Palembang dan 10 bus dari Lampung. Sementara itu, untuk kloter kedua, Ganjar memberangkatkan 15 armada bus dari Medan secara serentak. 

Terkini Lainnya
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com