Banjir di Kantor Gubernur Jateng Surut dalam 1,5 Jam, Begini Kronologisnya

Kompas.com - 24/02/2021, 10:31 WIB
A P Sari,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.comBanjir yang melanda Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (23/2/2021) pada pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) sempat viral di media sosial.

Banjir setinggi lutut orang dewasa itu menggenangi Gedung B dan halaman parkir Kantor Gubernur. Puluhan motor dan mobil pun terendam.

Namun, banjir tersebut tidak berlangsung lama. Mulai pukul 17.30 WIB, genangan sudah surut dan tidak ada lagi air hujan tersisa di kompleks Kantor Gubernur.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku kaget mendapat laporan bahwa kompleks kantornya terendam banjir.

Baca juga: Dugaan Perseteruan Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tuduhan Mangkir, Kantor Dikunci hingga Ganjar Berkomentar

Pasalnya, menurut Ganjar, selama ini kompleks kantornya belum pernah kebanjiran. Bahkan ketika Semarang dilanda hujan deras selama dua hari berturut-turut pada Sabtu (6/2/2021) hingga Minggu (7/2/2021).

“Agak aneh saja saat saya masih di Kudus menerima laporan kalau kantor banjir. Di bagian parkir sampai airnya tidak bisa keluar. Itu pasti ada yang tersumbat,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (24/2/2021).

Kabar kebanjiran tersebut diterima Ganjar, saat ia baru saja pulang dari acara roadshow pengecekan jalan rusak dan proses vaksinasi di Kabupaten Kudus. Sempat tidak percaya, Ganjar akhirnya mengecek kondisi kantor.

Baca juga: Kaget Kantornya Kebanjiran, Ganjar: Impossible, Mosok Kantor Gubernur Banjir

Ia pun tiba di kantor sekitar pukul 20.00 WIB. Meski telah surut, Ganjar menengok bagian parkir di belakang Gedung B.

Niki wau dijebol, Pak (Ini tadi dijebol, Pak),” kata salah seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) menunjuk tanggul pagar dari proyek pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng.

Selepas itu, Ganjar langsung menuju area pembangunan dan bertanya kepada pengelola proyek.

Kepada Ganjar, pengelola proyek mengatakan jika banjir diakibatkan aliran air dari arah Jalan Menteri Supeno yang masuk ke Kompleks Gubernur melalui pintu belakang dekat Gedung F atau Gedung Dharma Wanita.

Baca juga: Wali Kota Tegal dan Wakilnya Disebut Tidak Harmonis, Ganjar: Mbok Duduk Bareng

“Ini nggak pernah sampai begini, lho, Pak. Kalau saya dengar dari penjelasan Anda tentang tanggul kecil itu dijebol, ya airnya tidak bisa mengalir karena tanggulnya kecil itu. Saya minta selama cuaca seperti ini, tidak usah ditanggul dulu,” kata Ganjar kepada pengelola proyek.

Selesai meninjau area pembangunan, Ganjar pergi ke Jalan Menteri Supeno dekat Masjid At-Taqwa yang juga menjadi sumber banjir di kantornya.

Saat melihat gorong-gorong, Ganjar langsung meminta stafnya untuk menugaskan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pengerukkan.

Penyebab banjir menurut Ganjar

Dari hasil pantauannya, Ganjar menyatakan, terdapat dua penyebab banjir di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, yakni akibat dari tanggul pagar pengerjaan proyek DPRD dan saluran air di belakang kantor yang mengalami sedimentasi.

Baca juga: Ganjar Pranowo Minta 21 Daerah Segera Selesaikan Raperda RTRW

“Ketahuan pembangunan Gedung DPRD ini, karena antarbangunan sampai di pintu pagar di sana. Bagian bawah itu biasanya dipakai untuk jalur parkir jika air lewat situ,” jelas Ganjar.

Meski jalur parkir sudah miring, lanjut Ganjar, tanggul kecil yang ada di tempat itu membuat air tidak punya kesempatan untuk lewat. Hal inilah kemudian yang menyebabkan banjir di Kompleks Kantor Gubernur.

Ganjar pun meminta pengelola untuk tidak membuat tanggul di area pagar proyek. Ia juga memerintahkan Dinas PU untuk mengecek saluran air yang terkena sedimentasi.

“Tadi malam saya minta untuk sampah dan sedimennya dikeruk. Saya khawatir enggak kelihatan itu yang ada di sana. Kita tidak tahu di dalamnya tersumbat atau tidak. Kalau itu sudah dilubangi, kemudian sampahnya bisa diambil,” paparnya.

Baca juga: Survei Sebut Elektabilitas Ganjar Pranowo Tinggi, Ini Kata Ketua DPP PDI-P

Sementara itu, Ganjar mendapat laporan mengenai peristiwa kebanjiran di Simpang Lima. Mendengar ini, Ganjar langsung menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Tidak lupa, ia segera menghubungi kepala daerah setempat untuk segera mengaktifkan seluruh pompa yang ada di Kota Semarang.

“Tadi saya sempat kontak Pak Wali Kora dan BBWS agar semua pompa dihidupkan. Kurang lebih satu jam Simpang Lima sudah surut,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com