Aksi “Jateng di Rumah Saja” Disebut Efektif, Ganjar Siapkan Skenario Vaksinasi dan PPKM

Kompas.com - 15/02/2021, 14:31 WIB
A P Sari,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo menyebut gerakan Jateng di Rumah Saja cukup efektif menurunkan angka kasus Covid-19.

“Selama dua hari di rumah saja, angkanya turun luar biasa, yakni 40 hingga 50 persen lebih. Dari grafiknya ada penurunan, bahkan untuk tren mingguan juga,” kata Ganjar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Covid-19 di Lantai 2 Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jateng, Senin (15/2/2021).

Kesuksesan aksi itu, lanjut Ganjar, juga terlihat dari beberapa rumah sakit yang menutup tempat isolasi. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan optimisme Jateng untuk menurunkan kasus Covid-19.

Selain itu, Ganjar menerangkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan skenario vaksinasi dan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal ini dilakukan untuk menjaga tren positif penurunan angka kasus Covid-19 di Jateng.

Baca juga: Ganjar soal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih di Jateng: Belum Ada Informasi dari Mendagri

"Sementara kalau terjadi penurunan, PPKM efektif di satu tempat saja. Belum berpikir ke sana (Jateng di Rumah Saja). Tapi kalau terjadi peningkatan, bukan tidak mungkin akan kami lakukan (lagi),” paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap dua, Ganjar mengaku, Jateng merupakan provinsi yang gencar melaksanakan vaksin tertinggi kedua di Indonesia.

“Namun di tahap pertama perlu digenjot karena ada beberapa daerah di Jateng yang belum selesai. Untuk tahap kedua, Jateng tertinggi di Indonesia,” ungkap Ganjar.

Baca juga: Cerita Ganjar Kenang Sosok Budayawan Prie GS: Masyarakat Indonesia Kehilangan

Ganjar menuturkan, ke depannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah menyiapkan skenario vaksinasi yang diselenggarakan atas keputusan rapat bersama pihak-pihak terkait.

Pelaksanaan vaksinasi itu, jelas Ganjar, telah disiapkan dengan empat metode, titik pelaksanaan, dan cold chain.

“Terlebih ini untuk beberapa jenis vaksin yang membutuhkan suhu minus banyak sekali,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus penyebaran Covid-19 di Jateng terus mengalami penurunan. Sebanyak 35 kabupaten atau kota di Jateng kini tidak lagi memiliki zona merah.

Baca juga: Ganjar Minta ASN Pemprov Jateng di Rumah Saja Selama Libur Panjang Imlek

Hal itu tidak lepas dari upaya Pemprov Jateng dalam menangani Covid-19 dengan berbagai upaya, seperti PPKM, percepatan vaksin, dan aksi Jateng di Rumah saja pada Sabtu (6/2/2021) hingga Minggu (7/2/2021).

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng mencatat hingga Minggu (7/2/2021), semuah daerah di Jateng telah mamasukki zona oranye.

“Pada 18-24 Januari, Grobogan, Klaten, Kota Semarang, dan Kendal masuk zona merah. Sedangkan 25-31 Januari Kendal, Karanganyar, Cilacap, Blora, dan Kebumen masuk zona merah. Per 7 Januari, semuanya masuk zona oranye,” papar Ganjar.

Lebih lanjut, ia menerangkan, tren bulanan Covid-19 di Jateng telah mengalami penurunan menjadi 28.189. Sebelumnya, angka kasus Covid-19 mencapai 30.948 pada Desember 2020.

Baca juga: Petugas Malah Karaoke Saat Korban Banjir Minta Beras, Disebut Butuh Refreshing, Ganjar Turun Tangan

“Untuk tren mingguan hingga Minggu 14 Februari kemarin, angka juga turun. Terakhir ada di angka 4.721 dari minggu sebelumnya yang mencapai 5.530 kasus,” jelasnya.

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com