Selidiki Masker Mahal, Pemprov Jateng Sidak Apotek dan Distributor

Kompas.com - 04/03/2020, 18:09 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah ( Jateng) bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jateng menginspeksi sejumlah apotek dan distributor masker di Semarang.

Hal tersebut guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga masker.

Kasubdit Industri, Perdagangan, dan Investasi Ditreskrimsus Polda Jateng Benny Setyowadi mengatakan, inspeksi dilakukan sesuai instruksi presiden kepada Kapolri.

“Tindakan hukum akan diambil jika ada pihak yang ambil keuntungan. Kami terus kembangkan agar masyarakat bisa mendapat masker dengan harga normal,” kata Benny, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Pastikan Pemerintah Awasi Peredaran Masker

Apotek di kawasan Jalan Pemuda Semarang menjadi salah satu lokasi inspeksi.

Berdasarkan hasil pantauan, persediaan masker jenis N95 tersisa enam kardus yang masing-masingnya berisi 10 lembar.

Satu lembar masker dijual serga Rp 65.000. Padahal, sebelumnya masker tersebut dijual seharga Rp 35.000.

Sementara itu, masker bedah (surgical mask) dan alkohol pembersih tangan (hand sanitizer) sudah habis terjual.

Pengelola apotek mengatakan, kenaikan harga terjadi sejak merebaknya wabah Virus Corona (Corona Virus Disease-Covid-19).

Baca juga: Penimbun Masker dan Antiseptik di Semarang Jualan Online Lewat FB, Tertangkap Patroli Cyber

Kondisi tersebut membuat permintaan konsumen melonjak, sedangkan pasokan dari produsen berkurang.

Selanjutnya, inspeksi dilanjutkan ke distributor alat kesehatan Mitra Utama Alkesmed.

Direktur Mitra Utama Alkesmed Yanuar Ariyanto mengatakan, pihaknya hanya mendapat jatah dua karton masker N95 dan masker operasi.

“Alokasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan apotek dan tenaga medis,” kata Yanuar.

Baca juga: Awas, Polisi Akan Awasi dan Tindak Tegas Oknum yang Naikkan Harga dan Timbun Masker

Yanuar menambahkan, harga masker operasi sudah mencapai Rp 100.000 per kotak, sedangkan jenis N95 mencapai lebih dari Rp 550.000 per kotak.

Kemudian, inspeksi berlanjut ke distributor Sanidata. Kurang lebih, kondisi yang ditemui serupa.

Menurut Sekjen Asosiasi Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Jateng sekaligus pemilik Sanidata Ferdinand, hujan abu dampak letusan Gunung Merapi yang terjadi setelah pengumuman pasien positif Corona membuat pasokan dari produsen semakin menurun.

“Dalam kondisi normal, seminggu bisa ambil beberapa ribu kotak. Sekarang hanya beberapa puluh saja. Normalnya harga masker cantol sekitar Rp 20.000 per kotak. Sekarang mencapai Rp 200.000 per kotak karena dari pabrik lebih dari Rp 100.000,” kata Ferdinand.

Baca juga: Erick Thohir Mau Pesan Bahan Baku Masker dari Eropa

Untuk mengatasi hal tersebut, Ferdinand menyeleksi pembeli dengan menanyakan kartu keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kabid Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jateng Mukti Sarjono pun mengimbau penjual masker untuk tidak menaikkan harga di tengah kondisi saat ini.

“Kenaikan harga karena permintaan yang banyak, namun produsen tidak dapat memenuhinya,” kata Mukti.

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com