Potret Lasem, Tempat Keberagaman dan Toleransi Terjaga dengan Baik

Anissa Dea Widiarini
Kompas.com - Sabtu, 25 Januari 2020
Potret Lasem, Tempat Keberagaman dan Toleransi Terjaga dengan BaikDok. Humas Pemprov Jawa TengahSalah satu Kelenteng yang terdapat di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

KOMPAS.com – “Tiongkok Kecil”. Julukan itulah yang melekat pada nama Lasem. Sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang menyimpan sejarah dan kaya akan budaya.

Merujuk sejarahnya, Lasem merupakan tempat awal pendaratan orang Tionghoa di Pulau Jawa. Karena itu, daerah ini memiliki banyak perkampungan Tionghoa dengan deretan rumah kuno yang unik.

Rumah-rumah kuno itu bisa dengan mudah ditemui di Jalan Karangturi. Sebagian lagi berada di Desa Soditan.

Selain itu, terdapat tiga kelenteng yang berdiri megah di Lasem. Pertama, Kelenteng Cu An Kiong di Jalan Dasun. Kemudian Kelenteng Gie Yong Bio di Jalan Babagan dan Kelenteng Karangturi Po An Bio.

Baca juga: Yuk Tonton Merapah 5 Warisan Budaya Batik ke Cirebon, Pekalongan, dan Lasem

Meskipun dikenal sebagai Tiongkok kecil, Lasem tak hanya dihuni oleh orang-orang Tionghoa. Lebih dari itu, Lasem dikenal sebagai rumah keberagaman.

Hidup berdampingan

Di Lasem, masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis hidup berdampingan dengan rukun. Masyarakatnya memiliki kesadaran toleransi tinggi, hidup berdampingan di atas perbedaan ras, suku, dan agama.

"Kalau toleransi di Lasem itu jempol," ujar Oenardi alias Oen Liang, salah satu keturunan Tionghoa saat ditemui di rumahnya di Jalan Karangturi, Kecamatan Lasem, Kamis (23/1/2020) dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Sejak dia lahir, kata pria berusia 60 tahun itu, tidak ada konflik antar suku, agama, dan ras di Lasem. Mereka hidup berdampingan dan saling menghargai.

"Kalau ada orang Tionghoa meninggal, ya orang muslim ikut takziyah. Begitu sebaliknya. Di sini aman dan nyaman. Di sini ada kelenteng, berdekatan dengan pesantren. Semua membaur saling menghormati," tuturnya.

Baca juga: Karnoto, Wajah Kemajemukan Lasem

Ketika perayaan Imlek, imbuhnya, kelenteng terbuka bagi siapapun untuk saling bertemu dan menikmati makanan yang disajikan.

"Wah, kalau pas Imlek banyak warga datang dari berbagai kalangan. Islam, Kristen dipersilakan menikmati hidangan, seperti kue keranjang. Asalkan sopan karena kelenteng tempat ibadah," cerita dia.

Menariknya, meski menjadi perkampungan masyarakat keturunan Tionghoa, Lasem pun memiliki puluhan pondok pesantren (ponpes).

Ponpes Al Hidayat Asy Syakiriyyah di Soditan dan Ponpes Kauman di Jalan Karangturi, misalnya. Bahkan, kedua ponpes ini menggunakan bangunan bergaya arsitektur khas China.

Menurut pengasuh Ponpes Al Hidayat Asy Syakiriyyah, Gus Farih Fuadi, dahulu ponpes yang diasuhnya itu merupakan bangunan tempat penginapan masyarakat Tionghoa. Bahkan pintu ruang tamu pun masih terdapat tulisan China.

Pondok Pesantren Al Hidayat Asy Syakiriyyah di Soditan, Lasem, Jawa Tengah yang menggunakan bangunan bekas tempat penginapan masyarakat Tionghoa zaman dahulu. Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah Pondok Pesantren Al Hidayat Asy Syakiriyyah di Soditan, Lasem, Jawa Tengah yang menggunakan bangunan bekas tempat penginapan masyarakat Tionghoa zaman dahulu.

"Pesantren ini didirikan Abah saya sekitar tahun 1985. Dulunya ini bangunan untuk penginapan masyarakat Tionghoa. Dibeli Abah dan dijadikan pesantren. Pintu itu memang asli masih ada tulisan huruf China," jelasnya.

Gus Farih menjelaskan, sikap toleransi di Lasem pun sudah terjalin sejak lama. Selama itu pula, santrinya berbaur dengan masyarakat keturunan Tionghoa.

Tak hanya itu, banyak juga wisatawan datang ke pesantren itu untuk belajar bagaimana menjaga toleransi.

"Alhamdulillah tidak pernah ada apa-apa. Semuanya saling melengkapi. Banyak yang datang ke sini menanyakan sejarah toleransi," terang Gus Farih.

Kenyamanan dan ketenangan hidup di tengah keberagaman juga dirasakan kaum Nasrani. Pendeta Gereja Bethel Indonesia di Lasem, Yonatan Kukuh mengatakan, dirinya dapat hidup aman dan nyaman di tengah lingkungan beragam di Lasem.

Baca juga: Wisata Religi di Lasem, Ini Tiga Kelenteng Tua yang Bisa Dikunjungi

" Toleransi di sini terbangun sudah sejak lama. Masyarakat dari berbagai suku, agama ini hidup berdampingan dan saling menghormati," kata dia.

Oleh karena itu, menurutnya, kehidupan toleransi di Lasem perlu dilestarikan. "Toleransi di Lasem bukan hanya sekedar wacana. Jadi, ini perlu dilestarikan," ungkapnya.

Untuk diketahui, terdapat dua gereja di Lasem, yakni Gereja Bethel Indonesia dan Gereja Yesus Sejati.

PenulisAnissa Dea Widiarini
EditorSheila Respati
Terkini Lainnya
Sidak PPDB, Ganjar: Kalau Terdapat Pelanggaran, Kami Coret Langsung
Sidak PPDB, Ganjar: Kalau Terdapat Pelanggaran, Kami Coret Langsung
Jateng Gayeng
Jokowi Minta Pencairan Insentif Tenaga Medis Tak Bertele-tele, Ganjar: Mudah-mudah Segera Cair
Jokowi Minta Pencairan Insentif Tenaga Medis Tak Bertele-tele, Ganjar: Mudah-mudah Segera Cair
Jateng Gayeng
Ganjar Pastikan Kapasitas Rumah Sakit dan APD untuk Penanganan Covid-19 di Jateng Masih Aman
Ganjar Pastikan Kapasitas Rumah Sakit dan APD untuk Penanganan Covid-19 di Jateng Masih Aman
Jateng Gayeng
Di Lomba Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru, Jateng Borong Penghargaan
Di Lomba Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru, Jateng Borong Penghargaan
Jateng Gayeng
Hanung Bramantyo: Terima Kasih Pak Ganjar, Sudah Bikin Kota Lama Keren
Hanung Bramantyo: Terima Kasih Pak Ganjar, Sudah Bikin Kota Lama Keren
Jateng Gayeng
PPDB Jateng Dibanjir Komplain Server
PPDB Jateng Dibanjir Komplain Server "Error", Begini Penjelasan Ganjar
Jateng Gayeng
Zona Merah Covid-19 Tersisa 3, Jateng Tak Buru-buru Terapkan New Normal
Zona Merah Covid-19 Tersisa 3, Jateng Tak Buru-buru Terapkan New Normal
Jateng Gayeng
Ganjar Kecewa Pasar Mangkang Semarang Tidak Terapkan Protokol Kesehatan
Ganjar Kecewa Pasar Mangkang Semarang Tidak Terapkan Protokol Kesehatan
Jateng Gayeng
Rindu Travelling? Candi Borobudur Kembali Dibuka Akhir Pekan Ini
Rindu Travelling? Candi Borobudur Kembali Dibuka Akhir Pekan Ini
Jateng Gayeng
Kembali Masuk Kerja, Ini Langkah ASN Pemprov Jateng Sambut “New Normal”
Kembali Masuk Kerja, Ini Langkah ASN Pemprov Jateng Sambut “New Normal”
Jateng Gayeng
Ganjar Cek Kesiapan
Ganjar Cek Kesiapan "New Normal" Sarana Publik Meski Belum Dibuka
Jateng Gayeng
Ganjar Minta Semua Pihak Harus Berlatih Cara Hidup New Normal
Ganjar Minta Semua Pihak Harus Berlatih Cara Hidup New Normal
Jateng Gayeng
Ganjar Anggarkan Rp 38 Miliar, Bantu Sediakan Bahan Pokok bagi UMKM Boga di Jateng
Ganjar Anggarkan Rp 38 Miliar, Bantu Sediakan Bahan Pokok bagi UMKM Boga di Jateng
Jateng Gayeng
Pemprov Jateng akan Borong 3 Juta Masker Buatan UMKM Senilai Rp 10 Miliar
Pemprov Jateng akan Borong 3 Juta Masker Buatan UMKM Senilai Rp 10 Miliar
Jateng Gayeng
Bukan Uang, Ganjar Pastikan 27.400 Warga Jateng di Jabodetabek Terima Bantuan Sembako
Bukan Uang, Ganjar Pastikan 27.400 Warga Jateng di Jabodetabek Terima Bantuan Sembako
Jateng Gayeng