Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Kompas.com - 16/10/2019, 12:40 WIB
Mikhael Gewati

Penulis


KOMPAS.com
- Pemerintah Provinsi (Pemproc) Jawa Tengah ( Jateng) menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Capaian Pemprov Jateng itu tak lepas dari inovasi pelayanan online di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto yang bernama TeLe ApIK atau Teyeng NdeLeng (dapat melihat) Antrean Pendaftaran dan Poliklinik.

Lewat TeLe ApIK, pasien yang telah mendaftar online untuk berobat di poliklinik RSUD Margono Soekarjo bisa memperkirakan jam berapa mereka akan mendapat pelayanan.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berharap penghargaan tersebut menjadi rangsangan maupun semangat baik di pemprov, pemerintah kabupaten ( pemkab) dan pemerintah kota (pemkot) di Jateng, untuk membuat aplikasi atau sistem yang mendorong layanan publik menjadi lebih baik lagi.

Baca juga: Gara-gara 3 Inovasi Ini, Jateng Jadi Provinsi Terbaik di IGA 2019

Selain itu, juga akan menjadi rujukan nasional maupun daerah-daerah yang belum membuat aplikasi atau sistem.

"Kami ini sebenarnya punya banyak aplikasi bagus, ada Sakpole, Sihati, Jalan Cantik yang tidak kita ikutkan lomba. Tapi memang belum ingin kami ikutkan saja," ucap Ganjar usai menerima penghargaan tersebut dari Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden RI, di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019) siang.

Banyaknya inovasi tersebut, kata Ganjar, karena Pemprov Jateng memang mendorong setiap instansi di Jateng, baik itu OPD, pemkab dan pemkot membuat satu inovasi.

"Kami tentu bangga dan seneng, di Jateng, inovasi menjadi tradisi, karena telah membanggakan masyarakat," kata Ganjar.

Adapun terkait TeLe ApIK yang diikutkan dalam kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019, Ganjar menjelaskan terpilihnya Tele ApIK mewakili Jateng sudah melalui proses yang matang.

"Kami pilih yang mana mau dilombakan. Kami ajukan 22 dan masuk ke Top 99, kemudian diseleksi menjadi 45 yang terbaik, kami mendapat 8 yang terbaik," ujar Ganjar.

Baca juga: Program Kartu Tani Jateng Jadi Terbaik Nasional, Ini Alasannya

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang.

Pasalnya, dengam invoasi daerah dapat membuat terobosan positif dalam menjawab perkembangan tersebut dengan membuat dan menciptakan inovasi.

"Inovasi itu tentunya penting untuk semua daerah, terutama bagi daerah yang memegang prinsip kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Padahal sebenarnya, kalau bisa dipermudah, daerah bisa lebih makmur, lebih cepat dan lebih baik," kata Wapres.

Mendapat DID

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin yang hadir dalam penyerahaan penghargaan tersebut mengatakan pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45 mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID).

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (16/10/2019) dijelaskan, pemberian DID ini telah dilakukan sejak tahun anggaran 2018.

Instansi yang berpartisipasi pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2019 juga berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia, yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB.

Sebelumnya terdapat dua instansi yang berhasil menjuarai ajang bergengsi UNPSA, yaitu inovasi Sistem Early Detection and Treatment (EDAT) dari Kabupaten Teluk Bintuni, dan inovasi PetaBencana.id milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Posisi ini akan dikirim ke PBB untuk dilombakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa menjuarai lagi, sehingga kita bisa hattrick berturut-turut memenangkan UNPSA," ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSMS, Yunita Dyah Suminar menambahkan, penghargaan itu baginya hanya bonus. Pasalnya yang utama adalah masyarakat dapat terlayani dengan baik, mudah, murah, dan cepat.

Baca juga: Bupati dan Wali Kota Se-Jateng Sepakat Tanamkan Jiwa Antikorupsi Lewat Pendidikan

RSMS, kata dia, harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, agar masyarakat makin merasa nyaman dan puas dilayani.

"Tantangan ke depan, perlu kami kembangkan pelayanan yang lebih bersifat pre hospital preventif dan promotif (berbasis individu atau masyarakat. Hospital without wall, terpadu dengan intra hospital dan post hospital," katanya.

Untuk diketahui, selain penghargaan aplikasi yang menjamin dokter datang tepat waktu melalui TeLe ApIK, tujuh pemerintah kabupaten (pemkab) di Jateng juga menerima penghargaan.

Mereka adalah Pemkab Banjarnegara melalui program OCe OKe (Siasat Keren Cegah 3 Terlambat dengan 4 Pantauan), Pemkab Banyumas dengan program Pattas Sosial Mitra Kurir Langit (Penanganan Cepat, Tanggap dan Tuntas dalam Pendampingan Warga Miskin Penderita Sakit Kronis).

Kemudian, Pemkab Brebes dengan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS), Pemkab Cilacap dengan Balakar to Response Time (Barisan SukareLA KebaKARan menuju Response Time),

Tiga lagi adalah Pemkab Grobogan dengan Rumah Kedelai Grobogan, Pemkab Magelang dengan Misteri Calon Pengantin Paseso Merapi (Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat) dan Pemkab Wonosobo dengan Rumah Sakit Rasa Toyota.

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com