Kurangi Sampah Plastik, Pesta Rakyat Jateng 2019 Pakai Air Isi Ulang

Kompas.com - 23/08/2019, 17:54 WIB
Mikhael Gewati

Penulis


KOMPAS.com
- Ada yang tak biasa terlihat dalam gelaran Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019, di Alun-Alun Wonogiri, yang resmi dimulai pada Jumat (23/8/2019) hingga Minggu (25/8/2019)

Selain ribuan orang tumpah ruah di alun-alun Wonogiri, terlihat pula barisan puluhan galon air isi ulang yang berjajar di pinggir-pinggir lapangan. Pemandangan ini sontak menjadi perhatian pengunjung. 

Usut punya usut, rupanya panitia sengaja menyiapkan air isi ulang dalam galon tersebut untuk minum masyarakat. Ini lantaran selama perhelatan berlangsung, tidak ada air minum dalam botol plastik.

"Saya tadi heran, kok ada galon air banyak sekali. Saat saya buka bungkus jajanan yang dikasih panitia, ternyata di dalamnya tidak ada air minumnya. Saya baru sadar kalau minumnya ya mengambil sendiri di galon itu," kata Samiyem (53) salah satu pengunjung.

Baca juga: Keseriusan Ganjar Ingin Jadikan Kota Lama Semarang Seperti Arbat di Moskow

Samiyem mengatakan, selama ini ketika ada acara-acara, selalu menggunakan air mineral dalam kemasan plastik.

Untuk itu, ketika menghadiri event dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Jawa Tengah itu, ia terkejut karena tidak ada air mineral.

"Tapi ini langkah bagus yang harus didukung, untuk mengurangi sampah plastik," ucap dia seperti dalam keterangan tertulisnya. 

Hal senada disampaikan Dinaya (15). Pelajar asal Wonogiri ini mengatakan sudah lama mengetahui tentang gerakan pengurangan sampah plastik yang dikampanyekan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

"Saya lihat di Instagram dan Twitter-nya Pak Ganjar, jadi tahu kalau pak Ganjar selalu kampanye pengurangan sampah plastik. Ini saya saja selalu bawa gembes," ujarnya.

Baca juga: Kisah Darsini, Ibu yang Jadi Viral karena Sang Anak Tulis Surat ke Ganjar

Ya, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memang konsen terhadap pengurangan sampah plastik.

Langkah kongkret yang ia lakukan adalah mewajibkan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng untuk membawa gembes atau tumbler. 

Ganjar juga menyediakan galon isi ulang di seluruh lokasi, seperti rumah dinas, ruang kerja dan lingkungan kantor Pemprov Jateng.

"Saya senang melihat ada galon isi ulang berjajar di alun-alun ini. Silahkan masyarakat memanfaatkan galon isi ulang itu untuk minum. Mari kita kurangi plastik," kata Ganjar saat memberikan sambutan pembukaan Pesta Rakyat itu.

Gerakan pengurangan sampah plastik ini lanjut dia juga harus terus dikampanyekan. Di sekolah-sekolah dan sejumlah tempat lain, ia berharap disediakan galon isi ulang agar dapat dimanfaakan untuk minum.

"Ayo kemana-mana bawa gembes, tumbler itu lho. Mari kurangi penggunaan plastik, agar nanti kita tidak direpotkan oleh sampah," pesan dia. 

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com