KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengunjungi keluarga Putri Apriani, korban pembunuhan yang diduga dilakukan oknum polisi berinisial AMS di Indramayu, Kamis (28/8/2025).
Dalam kunjungan tersebut, gubernur yang akrab disapa KDM itu didampingi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Indramayu Mochamad Fajar Gemilang dan kepala desa setempat.
KDM mengecam keras tindakan AMS yang tidak hanya merampas uang korban, tetapi juga menghabisi nyawanya.
“Uangnya diambil, nyawanya dihabisi. Kejam,” ucapnya dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis.
Oleh karena itu, KDM meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan justru melakukan tindak kejahatan.
Baca juga: Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan
“Semoga segera tertangani, dan sudah tertangani. Segera dilimpahkan ke kejaksaan, kemudian ke pengadilan, dan mendapat tuntutan yang sesuai dengan perbuatannya,” ujarnya.
Selain memberikan dukungan moral, KDM juga menyerahkan bantuan senilai Rp 50 juta untuk meringankan beban keluarga.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu keluarga mewujudkan impian membeli sawah.
"Ibunya tenaga kerja wanita ( TKW) di Hong Kong yang mengirim uang ke anaknya (Putri Apriani) Rp 37 juta untuk membeli sawah. Namun, uang itu dipinjam pelaku," kata KDM.
KDM merasa tergerak untuk memberikan bantuan setelah melihat kerja keras ibu korban sebagai pekerja migran yang merupakan potret susahnya rakyat kecil mencari uang, bahkan sampai ke luar negeri.
Sementara itu, Kapolres Indramayu Mochamad Fajar Gemilang memastikan pelaku sudah ditangkap.
AMS sempat melarikan diri ke Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), namun berhasil diamankan berkat koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) NTB.
Baca juga: Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim
"Yang bersangkutan sudah kami tangkap dua hari lalu. Yang bersangkutan sudah kami berhentikan dengan tidak hormat. Sudah dipecat," jelas Fajar.